
"Aku mau yang ini aja deh, pas banget dijari Aku."
"Pilihan Kamu memang yang terbaik." dengan senyum yang mengembang, Noval meraih tangan yang terdapat cincin dijari manisnya.
"Baru dengan cincin ini saja Kamu sudah terlihat seperti seorang Ratu, apalagi kalau nanti Kamu mengenakan baju pengantin. Mungkin, Aku bisa tak berkedip menatapmu."
"Gombal!'' seiring dengan kekehan nya Diandra mencubit lengan laki-laki yang baru saja memujinya.
"Kalau dipuji tuh harusnya dicium, bukannya dicubit." dengan wajah cemberut nya Nova mengusap lengannya yang memerah.
Sementara Diandra tak memperdulikan ocehan Noval, dia sibuk memperhatikan jari manisnya sembari terus tersenyum.
Sebulan lalu, saat Noval menyatakan perasaannya Diandra langsung menerima tanpa berpikir dua kali. Menurut Diandra tak ada salahnya membuka hati untuk yang lain, toh hubungannya dengan Wahyu juga tidak ada kejelasannya meski Wahyu sudah bercerai dari Naura.
Setelah sebulan menjalani hubungannya dengan Noval. Rasanya seperti mimpi, tiba-tiba Noval melamarnya kemarin didalam kelas saat pelajaran masih berlangsung. Dan hari itu juga, Noval meresmikan lamarannya dihadapan kedua orangtua Diandra dengan didampingi oleh Pak Agung dan Bu Lastri sebagai pengganti orangtua Noval yang sedang berada di luar kota.
Rencana pernikahannya sudah diputuskan akan dilaksanakan dalam dua minggu lagi setelah kedua orangtua Noval sudah kembali dari luar kota. Dan hari ini, Noval dan Diandra sudah melakukan fitting baju pengantin serta foto prewedding dan terakhir memilih cincin pernikahan.
Tak hentinya Diandra menatap jari manisnya yang terdapat cincin yang nantinya akan menjadi cincin pernikahannya bersama Noval.
__ADS_1
Yah, sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ratu didalam istana yang akan dia bangun bersama Noval. Meski ini bukanlah impiannya, setidaknya Diandra bersyukur ternyata masih ada laki-laki selain Wahyu yang tulus mencintainya.
Namun, Diandra hanya tidak menyangka, hubungan yang dia jalin selama tujuh tahun bersama Wahyu berakhir dengan dirinya yang akan menikah dengan Noval, temannya sesama dosen yang ternyata sudah lama diam-diam menaruh rasa padanya. Meski Wahyu lah yang terlebih dulu menikah dengan wanita lain, tetapi Diandra tetap setia menunggu kekasihnya itu. Hingga dirinya merasa jenuh menunggu sesuatu yang tidak pasti, dan pada akhirnya menerima laki-laki yang ternyata sudah lama menyukainya.
Perlahan senyum Diandra memudar kala mengingat calon suaminya itu adalah kakak sepupu dari wanita yang pernah dinikahi oleh mantan kekasihnya. Oh, bukankah dunia ini begitu sempit mempertemukan dirinya dengan orang-orang yang saling berkaitan.
Apa yang akan dikatakan Naura nanti tentang dirinya. Dirinyalah penyebab Naura menceraikan Wahyu. Dan sekarang, dirinya malah akan menikah dengan kakak sepupunya. Dan Noval, bagaimana kalau calon suaminya itu juga mengatahui tentang hubungannya dengan Wahyu. Apakah Noval akan membatalkan pernikahannya?
Memikirkan itu membuat Diandra menelan salivanya dengan kasar.
"Diandra, ada apa?" kepanikan nampak jelas diwajah Noval melihat senyum Diandra yang tiba-tiba berubah sendu. Takut Diandra akan berubah pikiran tentang rencana pernikahannya, mengingat semua persiapannya dilakukan dengan sangat dadakan.
"Semuanya udah bereskan? Kita pulang sekarang ya, capek banget." sambungnya memasang wajah lelahnya.
"Oke, tunggu sebentar ya," ujar Noval sembari membantu melepas cincin dijari Diandra kemudian memberikannya pada kasir.
"Mbak, kami ambil yang ini ya." ucapnya pada kasir toko perhiasan itu.
"Baik Mas." jawab kasir itu akhirnya tersenyum. Kasir itupun membungkus sepasang cincin yang akhirnya menjadi pilihan kedua pembeli yang menyebalkan itu. Bagaimana tidak, setengah jam Diandra sangat cerewet memilih cincin dan meminta kasir untuk mengeluarkan semua jenis cincin, namun tak satupun yang disukainya membuat kasir hanya bisa mendengus kesal dalam hati.
__ADS_1
Setelah membayar dan mengambil bungkusan yang berisi sepasang cincin itu, Noval pun menggandeng lengan Diandra dan melangkah keluar dari toko perhiasan itu.
"Kita langsung pulang kerumah aja ya," ucap Diandra setelah berada didalam mobil Noval.
"Pulang kerumah siapa?" tanya Noval dengan kekehan nya, merasa sedikit aneh dengan kalimat calon istrinya itu.
"Ck. Maksudnya, anterin Aku pulang!" ketus Diandra, meski dia tahu bahwa kalimatnya itu adalah salah.
"Oke, tunggu sebentar ya, Aku mau telepon seseorang dulu," ujar Noval sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya.
"Mau telepon siapa?" tanya Diandra mengerutkan keningnya. Namun, Noval hanya menanggapinya dengan senyuman membuat Diandra mencebikkan bibirnya.
"Noval, mau telepon siapa sih?" tanya Diandra lagi dengan nada kesal.
"Nanti juga Kamu tau sendiri," ujar Noval dengan tersenyum, kemudian mencari nomor yang ingin di teleponnya.
"Nah ketemu." Noval pun langsung menelpon nomor itu.
Sekali tidak di angkat, Noval pun mencobanya lagi, dan setelah panggilan ketiga akhirnya tersambung.
__ADS_1