
Bayu yang ditinggalkan sendirian di cafe akhirnya memutuskan untuk pulang, dan sesampainya dirumah Bayu mendapat sambutan tak terduga dari adiknya.
"Welcome to home... "
Berbagai macam kelopak bunga berhamburan dari lantai atas menghujani Bayu yang hendak menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Tak berapa lama kemudian, Bayu dikagetkan dengan tepukan hangat di bahu nya. Bayu pun sontak menoleh.
"Papa, Mama." ucap Bayu, lalu tersenyum pada dua paruh baya itu. Lusi pun turun menghampiri kakaknya itu lalu memeluknya.
"Kakak kangen," ujar Lusi dengan manja nya. "Kok mau pulang gak bilang-bilang sih? Untung aja tadi Mang Ujang kasih tau kita." sambungnya.
"Iya, pulangnya mendadak banget, Naura tiba-tiba ingin pulang karena kabar rencana pernikahan kakak sepupunya." jawab Bayu lalu mengelus rambut panjang adiknya itu.
"Hem, Aku yang kasih tau." ujar Lusi, dan sontak mendapat jitakan di puncak kepalanya.
"Dasar!" tukas Bayu kemudian mengurai pelukan adiknya itu.
"Lagian, masa gak ada yang kasih tau Naura sih, heran!" Lusi memanyunkan bibirnya.
"Udah, udah, Lusi menginterogasi kakakmu nanti saja ya, kakakmu pasti capek biarin istirahat dulu." mama Diana menengahi perdebatan kedua anaknya.
"Iya Ma." jawab Lusi patuh.
"Oh ya Bayu, gimana selama di Palembang?" tanya papa Jhohan kemudian.
"Alhamdulillah baik, Pa. Pembangunan cafe juga berjalan dengan lancar." jawab Bayu santai.
"Ck. Bukan itu yang Papa tanyain, kalau pembangunan cafe Papa juga tau perkembangannya, mandor disana selalu laporan sama Papa."
"Lah, kalau Papa udah tau, kenapa tanya lagi?" heran Bayu.
"Maksudnya, gimana kamu dan Naura selama berada di Palembang?" tanya papa Jhohan lagi.
"Oh itu, ya baik-baik aja sih, Pa. Gak gimana-gimana." jawab Bayu agak canggung.
"Kamu gak ngapa-ngapain anak gadis orang kan, Bayu? Mama tuh khawatir pas tau kalau ternyata kalian itu cuma tinggal berdua di apartemen yang sama." celetuk mama Diana, dan membuat Lusi terkekeh mendengarnya, begitu juga dengan papa Jhohan karena itulah maksud dari pertanyaannya.
"Mama apa-apaan sih, emang Mama pikir Aku apaan? Sembarangan, ya gak lah, mana berani Aku." rajuk Bayu, tidak terima dengan kalimat mamanya yang terkesan menuduhnya.
Mama Diana dan Papa Jhohan pun menutup mulutnya berusaha menahan tawa melihat ekpresi terkejut Bayu mendapat pertanyaan seperti itu. Papa Jhohan dan Mama Diana yakin jika putra mereka adalah anak baik-baik, namun muncul keisengan saja ingin menjahili putranya itu dengan pertanyaan seperti itu.
Sebenarnya Mama Diana dan Papa Jhohan khawatir pada putranya itu, di usianya yang hampir memasuki angka 30, Bayu belum juga mengenalkan seorang gadis yang akan Bayu persunting.
__ADS_1
"Baguslah kalau kakak gak ngapa-ngapain teman Aku, awas ya kalau sampai!" ujar Lusi dengan kalimat ancaman.
"Eh Pa, Ma, tapi Aku perhatiin Kak Bayu itu kayaknya suka deh sama Naura." ujar Lusi kemudian, membuat papa Jhohan dan mama Diana sontak langsung menatap putranya itu.
"Beneran, Bayu?" tanya papa Jhohan dan mama Diana serentak.
"Mana ada, Lusi ngaco nih Ma, Pa." Bayu mendelikkan matanya pada Lusi.
"Halah, ngaku aja deh, Kak. Gak apa-apa sih, lagian Naura juga udah cerai dari suaminya." ujar Lusi dan kedua orangtuanya pun terkejut mendengarnya, karena mereka pikir Naura itu belum pernah menikah.
"Jadi, Naura itu janda?" tanya mama Diana dengan raut wajah terkejutnya.
"Iya Ma, tapi gak apa-apa kan kalau misalnya Kak Bayu beneran suka sama Naura?" tanya Lusi, melihat ekpresi mamanya itu Lusi khawatir kalau mamanya itu tidak setuju.
"Tapi, kenapa Naura sampai diceraikan sama suaminya, dia buat salah apa?" tanya mama Diana memastikan, bukannya mempermasalahkan status tapi tidak ada salahnya kan mengetahui bibit bebet bobot wanita yang akan di persunting oleh putranya demi kebaikan putranya sendiri.
"Bukan suaminya yang ceraikan Naura, tapi Naura nya yang ceraikan suaminya, Ma." jawab Lusi.
"Huh, kenapa Naura bisa sampai menceraikan suaminya, apa suaminya itu udah gak sanggup nafkahin dia?"
"Aduh, Ma bukannya gitu. Naura ceraikan suaminya itu karena sudah dibohongi, ternyata selama satu tahun pernikahan mereka, suaminya Naura itu masih berhubungan dengan pacarnya, Ma." ucap Lusi menjelaskan dan membuat mama Diana semakin terkejut mendengarnya.
"Jadi, Naura di selingkuhi?"
"Aduh gimana ya ngomongnya, mau dibilang diselingkuhi nyatanya memang suaminya Naura itu sudah lama berhubungan sama pacarnya jauh sebelum menikah sama Naura."
Lusi pun menghela nafasnya sejenak, ternyata mamanya itu orangnya kepo juga.
"Mereka dijodohin, Ma." jawab Lusi. " Dan yang lebih mengejutkan itu ternyata pacarnya suaminya Naura itu adalah dosen kami, Ma.
"What?" pekik mama Diana, benar-benar terkejut mendengarnya.
"Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata mantan suaminya Naura itu adalah karyawan Papa sendiri," ujar Bayu menatap papanya.
"Karyawan Papa, siapa?" tanya papa Jhohan, mulai ikut kepo juga.
"Wahyu, Pa." jawab Bayu.
"Wahyu, teman kuliah kamu yang dulu sering main kesini itu?"
"Iya, Ma."
Papa Jhohan dan mama Diana pun saling pandang, benar kata orang dunia ini tak selebar daun kelor. Terkadang, beberapa orang akan dipertemukan dengan saling berkaitan. Begitupun dengan kedua anaknya.
__ADS_1
"Pa, kita ke kamar aja yuk. Tiba-tiba Mama mendadak pusing." ujar mama Diana kemudian menarik lengan suaminya pergi dari hadapan kedua anaknya.
"Ya udah, kalau gitu Kakak juga mau kekamar, istirahat." ucap Bayu lalu membalikkan badannya dan menaiki anak tangga.
"Jadi mantan suaminya Naura itu adalah temannya Kak Bayu?" tanya Lusi berlari kecil menyusul kakaknya menaiki tangga.
"Iya." jawab Bayu santai dengan terus menaiki anak tangga meninggalkan Lusi yang tercengang dan terlihat menepuk jidatnya sendiri.
"Ya ampun, ternyata dunia ini memang sempit." ujar Lusi lalu kembali melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya juga.
...******...
Di taman, entah sudah berapa lama Naura dan Noval duduk berdampingan dengan keheningan menatap kosong kedepan.
"Kakak antar pulang ya," ucap Noval setelah beberapa saat hening berperang dengan pikirannya sendiri.
"Dan setelah mengantar kamu pulang, kakak akan pergi kerumah orangtua Diandra." sambungnya.
"Kak," Naura menyentuh punggung tangan kakaknya itu.
"Aku tau Kak Noval pasti kecewa, tapi Aku sudah ikhlas dengan apa yang sudah terjadi denganku. Jadi, Aku harap Kak Noval tidak mengambil keputusan yang nantinya akan membuat Kak Noval menyesal. Kakak mencintai Bu Diandra kan?"
Noval tersenyum lalu menggengam tangan Naura, dan sebelah tangannya mengusap lembut puncak kepala adik sepupunya itu.
"Kamu tenang saja, kakak akan mengambil keputusan yang tepat, dan kakak yakin tidak akan menyesal." ujar Noval lalu beranjak dari bangku panjang itu, begitupun dengan Naura.
"Kakak tidak akan menyesal!" tekan Noval sekali lagi, sebelum pergi dari tamat itu. "Kakak akan baik-baik saja." ucapnya lagi, meyakinkan adiknya itu. Noval tau apa yang dipikirkan Naura saat ini, adiknya itu pasti mengkhawatirkan tentang perasaannya.
Sementara di dua tempat berbeda, Wahyu dan Diandra terlihat frustasi karena entah sudah berapa kali menghubungi Naura dan Noval namun tak juga mendapat jawaban, bahkan sekarang ponsel mereka tidak aktif.
.
.
.
Halo kakak² readers, othor ada bawa novel teman nih, mampir yuk sambil nunggu bab selanjutnya.
Blurb:
Liontin adalah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Saat mendapatkan cuti pertamanya, Liontin pulang ke Indonesia untuk menerima pinangan dari kekasihnya, Rangga.
__ADS_1
Dua minggu menikah, Liontin harus kembali ke Taiwan karena permintaan David (sang majikan). Mau tidak mau dia harus menjalani LDR dengan sang suami. Di tahun pertama pernikahan, semua baik-baik saja. Namun, suatu hari dia mendapati kenyataan pahit bahwa Rangga sudah menikah lagi dengan perempuan lain. Tak lama setelahnya ia diperkosa oleh David.
Bagaimanakah Liontin melanjutkan kehidupan ketika berada di titik terendahnya? Mampukah dia melalui semua cobaan?