Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 71. TELEPON DARI LUSI


__ADS_3

"Apa...???" Naura membekap mulutnya sendiri dari keterkejutan nya yang mengetahui rencana pernikahan kakak sepupunya dengan wanita yang dia ketahui adalah kekasih dari mantan suaminya.


Ponsel yang masih dia tempelkan di telinganya dia genggam erat, pikirannya tak karuan memikirkan Noval yang akan menikah dengan Diandra. Hingga suara di seberang sana membuat Naura tergagap.


"Halo Naura, dengar Aku kan?"


"Ah, i-ya, Lusi, Kau tau itu darimana?"


"Dari Vina, dia habis dari kampus nganterin adiknya yang juga kuliah di sana. Kata Vina, di kampus lagi heboh banget ngomongin soal pernikahan Pak Noval sama Bu Diandra. Naura, emangnya Kamu gak tau soal itu? Kabarnya, Bapak dan Ibu Kamu sendiri loh yang dampingi Pak Noval datang melamar Bu Diandra, karena orangtua Pak Noval sedang berada diluar Kota."


"Lusi, maaf ya Aku tutup dulu teleponnya, dan terima kasih atas informasinya."


Setelah panggilan itu berakhir, Naura menggenggam erat ponselnya sembari mondar-mandir didalam kamarnya. Naura ingin menelpon bapak dan ibunya untuk menanyakan perihal rencana pernikahan Noval, namun rasanya tak memuaskan jika bertanya melalui telepon.


Setelah beberapa saat berpikir, Naura pun keluar dari kamarnya hendak menemui Bayu.


Tok... tok... tok...


"Kak Bayu, bisa kita bicara sebentar?" ujar Naura sembari mengetuk pintu kamar Bayu.


Tak lama Bayu pun keluar dari kamarnya sambil mengusap usap rambutnya dengan handuk kecil.


"Naura, ada apa?" tanya Bayu, lalu mengalungkan handuk kecil itu di lehernya.

__ADS_1


"Kak... " Naura bingung harus memulai pembicaraannya dari mana, belum lagi semenjak kejadian saat Bayu mengungkapkan perasaannya membuat Naura merasa canggung untuk bertatap muka dengan Bayu.


"Naura, ada apa?" tanya Bayu lagi, dia mengerutkan keningnya karena kalimat Naura yang terputus.


"Kak Bayu, sebenarnya Aku ingin meminta izin untuk pulang ke Jakarta." ucap Naura lalu mengatupkan bibirnya, khawatir Bayu tak akan mengizinkannya karena pekerjaannya yang baru memasuki angka 50%.


"Naura, kenapa kau tiba-tiba ingin pulang? Apa Ibu atau Bapakmu sedang sakit?" Naura menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa? Oh, atau Kau merasa tidak nyaman tinggal di satu apartemen denganku, oke baiklah Aku akan mencari tempat tinggal yang lain."


"Tida Kak, bukan karena itu,"


"Lalu karena apa, Naura?"


Sejenak Naura menghela nafasnya, mungkin tidak ada salahnya dia menceritakan pada Bayu tentang alasannya yang ingin pulang ke Jakarta. Mungkin saja, setelah dia menceritakannya pada Bayu, Bayu bisa membantunya memberikan solusi.


"Hei, itu masih dua Minggu lagi, kenapa harus pulang sekarang?" tanya Bayu.


Lagi-lagi Naura menghela nafasnya, mungkin lebih baik dia mengatakan yang sejujurnya pada Bayu.


"Kak, sebenarnya Ada sesuatu yang harus Aku luruskan. Dan itu ada sangkut pautnya dengan Kakak sepupuku, ini menyangkut masa depannya."


"Naura, sebenarnya ini ada apa? Kakak sepupumu akan menikah, dan Kau seharusnya turut senang. Tapi, kenapa Kau malah terlihat tidak tenang?"

__ADS_1


"Bagaimana Aku bisa tenang, Kakak sepupuku itu akan menikahi Wanita yang tak lain adalah penyebab Aku menceraikan Suamiku." Naura memejamkan matanya bersamaan dengan helaan nafasnya yang terasa tersendat. Tak pernah terniat Naura akan menceritakan tentang masalahnya pada orang lain, dan sekarang dia menceritakannya pada Bayu.


"Jadi maksudmu, Kakak sepupumu itu akan menikah dengan kekasih dari mantan Suamimu, begitu?" Bayu menautkan kedua alisnya.


"Iya. Dan yang Aku tidak habis pikir, kenapa dia malah akan menikah dengan Kak Noval. Aku pikir dia akan menikah dengan mantan Suamiku, karena kami sudah bercerai." Naura benar-benar khawatir memikirkan kakak sepupunya itu.


Tampak Bayu juga terdiam setelah mendengar cerita dari Naura. Namun, beberapa saat kemudian Bayu menarik tangan Naura menuju ruang tamu yang sedikit membuat Naura tersentak kaget.


.


.


.


Hai semuanya 🤗 othor ada bawa novel teman nih, mampir juga yuk 👇



Cinta Sendiri


Blurb :


Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.

__ADS_1


Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.


Apakah cintanya akan berbalas?


__ADS_2