
Naura yang saat ini masih berada di lokasi pembangunan cafe, akhirnya mengangkat teleponnya yang sedari tadi ia biarkan berdering didalam tas nya karena sedang sibuk memantau para pekerja.
Naura tersenyum melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya. Dan itu semua tak luput dari perhatian Bayu.
Namun, baru saja Naura menekan tombol hijau di layar ponselnya, panggilan itu tiba-tiba berakhir sebelum mendengar suara si penelepon.
"Kak Noval apa-apaan sih, nelpon berkali-kali pas di angkat malah dimatiin." Naura mendengus kesal, kemudian menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
Di ibukota, sepasang calon pengantin yang masih berada didalam mobil saling beradu pandangan. Noval merasa sedikit kesal karena calon istrinya itu tiba-tiba merebut ponselnya saat mengetahui dia akan menelpon adik sepupunya guna memberikan kabar bahagia tentang pernikahannya.
"Kenapa direbut sih handphone Aku?" tanya Noval dengan lembut, namun tatapannya terlihat kesal.
"Kasih tau Naura nya nanti aja, jangan sekarang!" jawab Diandra penuh penekanan.
"Loh, kenapa emangnya? Pernikahan kita dua minggu lagi loh, dan Aku harus kasih tau Naura agar dia pulang untuk menyaksikan hari bahagia kita."
"Ya tapi nanti aja, jangan sekarang." ujar Diandra, raut wajahnya terlihat frustasi, belum siap jika Naura mengetahui rencana pernikahannya dengan Noval. Apa yang akan dikatakan Naura nanti tentangnya.
"Nanti atau sekarang itu sama aja, Diandra. Sini handphone Aku." pinta Noval mengulurkan tangannya.
"Aku kasih, tapi janji dulu jangan telepon Naura sekarang!'' ujar Diandra ketus.
"Ck, huh. Iya deh Aku janji gak kasih tau Naura sekarang." ujar Noval akhirnya mengalah.
"Nih," Diandra mengembalikan ponsel Noval dengan tatapan yang mengisyaratkan agar Noval menepati janjinya.
"Kalau bukan sekarang, kapan lagi Aku kasih tau Naura. Masa iya, pas pernikahan udah selesai, bisa-bisa dihajar Aku sama Naura." ucap Noval lirih, namun masih bisa didengar oleh Diandra.
"Maaf, Noval. Aku belum siap kalau Naura akan tau sekarang." Diandra benar-benar resah jika Naura mengetahui rencana pernikahannya dengan Noval, sekarang. Bagaimana kalau Naura memberitahu kakak sepupunya iti tentang hubungannya dengan Wahyu yang menyebabkan Naura menceraikan Wahyu. Mungkin saja Noval akan membatalkan pernikahannya jika mengetahui itu semua.
Memikirkan itu, membuat Diandra benar-benar resah saat ini.
__ADS_1
..............
Di tempat lain, Wahyu yang saat ini berada di ruangannya, duduk melamun di kursi kerjanya. Tatapannya kosong menatap kedepan, namun di kepalanya dia tengah berpikir keras bagaimana caranya agar Naura bisa kembali lagi padanya. Mengingat saat itu Naura yang sangat bersikeras untuk bercerai darinya membuat Wahyu sedikit pesimis.
"Naura, kapan Kamu akan pulang? Mas udah kangen banget sama Kamu." lirih nya, tatapannya masih menatap lurus kedepan entah apa yang dilihatnya di sana.
"Naura, apa yang harus Mas lakukan agar Kamu mau kembali lagi dengan, Mas." Wahyu pun mengusap kasar wajahnya lalu menyadarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya sembari memejamkan mata.
Wajah Naura yang sedang tersenyum masih terekam jelas di indra penglihatannya, serta suara Naura saat sedang bermanja dengannya masih terngiang-ngiang di telinganya. Wahyu benar-benar merindukan mantan istrinya itu.
"Naura, apa Kau di sana juga merindukan Mas? Atau Kau malah sudah melupakan, Mas?" gumamnya dengan masih memejamkan matanya.
"Tidak tidak, Naura tidak boleh melupakan Aku." Wahyu seketika mengangkat kepalanya, kemudian merogoh saku celananya mengeluarkan ponselnya dari dalam sana.
"Seharusnya Aku menelpon Naura setiap hari, Naura tidak boleh melupakan Aku. Lihatlah, selama satu bulan ini tidak pernah sekalipun Naura menelepon ku, apa dia sudah melupakan Aku. Tidak, itu tidak boleh terjadi." sembari mencari nomor telepon Naura, Wahyu terus berbicara sendiri yang mana jika ada orang yang melihatnya pasti akan mengira dirinya sudah tidak waras.
Entah sudah berapa kali Wahyu menelpon Naura, tersambung namun tidak ada jawaban dari seberang sana, panggilannya selalu berakhir suara operator.
...............
Sore harinya, Naura baru memeriksa ponselnya saat sudah berada diperjalanan pulang menuju apartemen.
Naura mengerutkan keningnya melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Wahyu, mantan suaminya.
"Kenapa Mas menelpon ku sampai berkali-kali seperti ini, apa Mama Winda sakit lagi ya?" gumamnya, namun dapat di dengar dengan jelas oleh Bayu.
"Siapa Mama Winda?" tanya Bayu tanpa mengalihkan tatapannya dari jalanan didepannya.
"Mantan Mama mertua ku." jawab Naura juga tanpa mengalihkan tatapannya dari layar ponselnya. Bayu pun tak menanggapinya lagi, namun dalam hatinya terus bertanya-tanya apakah saat ini Naura masih sering berhubungan dengan keluarga mantan suaminya itu. Jika iya, Bayu takut jika Naura akan kembali lagi kepada mantan suaminya padahal dia benar-benar berharap pada Naura.
Tak mendengar suara Bayu lagi, Naura pun mengetikkan pesan untuk mantan suaminya itu.
__ADS_1
📨 "Mas, Aku sedang di perjalanan, nanti Aku akan telepon balik setelah sampai." pesan terkirim, Naura pun memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
Wahyu yang mendengar dentingan ponselnya menandakan ada pesan masuk dengan cepat meraih ponselnya yang sebelumnya dia lempar ke atas meja. Sekita terpampang senyuman di wajahnya melihat pesan dari Naura. Wahyu pun membesarkan volume nada dering panggilannya agar nanti saat Naura menelponnya dia bisa mendengarnya dengan jelas.
Wahyu sudah tak sabar menunggu telepon dari Naura, sampai-sampai Wahyu terus menatap ponselnya yang dia letakan di atas meja kerjanya. Bibirnya tiada henti tersenyum menatap layar ponselnya yang terdapat foto pernikahannya dengan Naura yang dia jadikan sebagai wallpaper.
.
.
.
Hai Hai 🤗🤗🤗 Othor ada bawa novel teman nih, sambil nunggu up selanjutnya mampir kesini yuk 👇👇👇🙏
BLURB:
Aleta Winandra. gadis ceria yang suka membuat kegaduhan dimana pun dia berada bersama dengan teman-teman semaksiatan nya.
Mereka suka melakukan sesuatu hal diluar kewarasan manusia lainnya, dan selalu membuat orang lain sial saat berada di dekat mereka.
Namun suatu ketika, terjadi masalah dalam keluarga Aleta yang membuatnya harus melakukan sebuah rencana besar.
Dalam rencananya itu, Aleta melibatkan seorang pengusaha terkenal bernama Agra Mahesa.
"lihat saja. aku akan menjeratmu dan mengikatkan rantai diseluruh kehidupanmu," ucap Aleta disuatu malam.
Apakah Aleta bisa menjerat Agra ? atau malah Agra yang akan membakarnya dengan sifat liciknya ?
Yuuk ikuti kisah mereka yang penuh dengan tawa dan kegaduhan.
__ADS_1