
Akhirnya, Wahyu menyantap makanannya dengan lahap setelah tadi melakukan pergulatan yang hampir menguras energinya, sementara Naura duduk diam di sofa dengan hanya mengenakan Bathrobe, rasa selera makannya jadi hilang karena merasa sangat kelelahan. Bahkan rasanya lebih lelah dari pada seharian ini menjelajahi tempat wisata.
Tadi, saat Naura membujuk suaminya untuk makan. Naura berbisik di telinga Wahyu untuk mengajaknya melakukan satu ronde di atas ranjang sebagai makanan pembuka untuk suaminya itu.
Namun sialnya, bukannya satu ronde, malah berakhirlah dengan Naura yang saat ini merasa sangat kelelahan karena suaminya itu menggempur tubuhnya habis-habisan.
Akhirnya, Naura pun tertidur di sofa dengan posisi duduk, bahkan dia masih mengenakan Bathrobe serta handuk kecil yang dia lilit kan di kepalanya.
Wahyu yang baru selesai makan, hendak ke kamar mandi untuk mencuci tangan. Dia terenyuh melihat istrinya yang tertidur di sofa dengan posisi duduk, bahkan istrinya itu belum mengenakan pakaiannya.
Dengan cepat Wahyu ke kamar mandi untuk mencuci tangannya, setelah itu dia menggendong tubuh Naura dengan perlahan membaringkan nya di atas ranjang, kemudian menarik selimut menutupi istrinya itu.
Wahyu duduk di samping Naura yang terlelap, di pandangnya dengan seksama wajah lelap istrinya. Sebuah senyuman terpancar diwajahnya sehingga menambah kesan kesan ketampanan nya.
Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Wahyu saat ini, dia terus tersenyum memandang wajah Naura yang sudah damai di alam mimpi.
Hingga, tiba-tiba dia teringat pada Diandra yang saat ini mungkin tengah bersedih karena dirinya. Wahyu pun beranjak dari sisi istrinya, kemudian mengambil ponselnya, lalu menuju balkon kamar untuk menelpon Diandra.
Lama Diandra tak menjawab teleponnya, tapi Wahyu tidak menyerah dia terus menelpon Diandra, dia tahu kekasihnya itu sengaja tak menjawab teleponnya.
"Angkat Diandra, aku mohon" gumamnya sambil terus berusaha menghubungi Diandra tapi hasilnya masih sama, Diandra tak menjawab teleponnya.
"Kenapa terus menelpon ku, Wahyu? bukankah saat ini kau sedang bersama istrimu, jadi nikmati saja liburanmu bersama istrimu itu, jangan perdulikan aku" Gumam Diandra, menatap layar ponselnya yang terus menyala.
Saat Diandra berada di dalam kamarnya, seharian ini dia tidak pergi kemanapun, bahkan dia tidak pergi mengajar saat mengetahui kalau Wahyu dan Naura pergi berlibur. Pikiran Diandra terganggu oleh sepasang pengantin baru itu, yang mana sudah diketahui apa yang akan dilakukan oleh sepasang pengantin baru disaat pergi berlibur seperti itu.
Diandra mengusap wajahnya kasar, saat terlintas di benaknya bayangan Wahyu yang memeluk Naura, mencium Naura, tidur bersama Naura, atau bahkan mungkin saja kekasihnya itu sudah menjamah tubuh Naura.
__ADS_1
Memikirkan itu semua membuat Diandra melempar apa saja yang ada disekitarnya, dan dalam hitungan detik kamar Diandra sudah tak berbentuk lagi, hampir mirip dengan yang sering disebut orang-orang. Kapal pecah, yah seperti itulah perumpamaan nya.
Wahyu yang tak kehabisan akal, dia pun mengirim pesan pada Diandra. Berharap dengan mengirim pesan, Diandra mau mengangkat teleponnya.
📨 "Diandra aku mohon angkat teleponnya, aku tau kau pasti sengaja kan tidak mengangkat telepon ku. Aku merindukanmu mu Diandra, aku ingin mendengar suara mu, aku mohon angkat teleponnya. Aku sangat mencintaimu" Pesan terkirim, Wahyu terus menatap layar ponselnya, menunggu pesan balasan dari Diandra, atau mungkin kekasihnya itu akan menelponnya balik setelah membaca pesan darinya.
Dan benar saja, tak lama masuk pesan balasan dari Diandra.
📩 "Kenapa terus menelpon ku, Wahyu? bukankah saat ini kau sedang bersama istrimu, jadi nikmati saja liburanmu bersama istrimu itu, jangan perdulikan aku"
Wahyu menggelengkan kepalanya membaca balasan pesan dari Diandra. Dia seharian ini memang menikmati liburannya, tapi itu semua tidak seperti apa yang sedang dipikiran oleh Diandra saat ini. Wahyu menikmati liburannya semata-mata hanya menikmati keindahan alam di kota Bangka ini.
Wahyu pun kembali menelpon Diandra, tapi berkali-kali Diandra masih belum mengangkat teleponnya juga. Karena kesal, Wahyu melempar ponselnya ke sembarangan arah, dan tanpa sengaja malam mengenai kening Naura yang sedang tertidur.
Mendapatkan hantaman keras di keningnya, sontak membuat Naura seketika bangun karena terkejut sekaligus kesakitan.
Wahyu yang panik segera menghampiri Naura, Wahyu lebih tekejut lagi saat melihat kening Naura yang ternyata memar.
"Mas, itu tadi apa yang mengenai kening ku?" tanya Naura, dia terus mengusap usap keningnya.
"Maaf Naura, itu tadi ponselnya Mas. Mas gak sengaja, tadi ditangan Mas ada kecoanya jadi Mas reflek melempar ponsel Mas dan malah kena nya ke kening kamu. Mas minta maaf ya, kening kamu sampai memar gini, Mas obati dulu ya" Wahyu beranjak mencari kotak P3K, dan dia menemukannya didalam laci nakas.
Wahyu pun mengobati kening Naura yang memar akibat hantaman ponselnya. Wahyu jadi merasa bersalah, karena rasa kesalnya pada Diandra dia sampai melempar ponselnya, dan sialnya malah mengenai kening Naura, istrinya.
"Gimana, apa masih sakit?"
"Udah mendingan kok, Mas"
__ADS_1
"Naura, Mas minta maaf ya udah buat kening kamu sampai memar gini, Mas gak sengaja"
"Iya Mas gak apa-apa, gak usah minta maaf kan Mas gak sengaja. Tapi untung aja kena nya kening aku, bukan bibir aku, bisa-bisa jontor bibir aku kalau sampai bibir aku tadi yang kena ponselnya Mas" ucap Naura, sembari memonyongkan bibirnya, dan itu malah terlihat menggemaskan dimata Wahyu, dan akhirnya dengan cepat Wahyu menyambar bibir istrinya itu.
"Mas, aku masih capek loh ya" Naura menatap tajam suaminya.
"Iya iya, Mas cuma cium aja kok. Ya udah sana kamu ganti pakaian dulu terus makan, kamu pakai ginian terus nanti mas khilaf lagi loh. Mau, mandi berkali-kali, huh?" Wahyu menaik turunkan alisnya.
Mengerti apa yang dimaksud suaminya, dengan cepat Naura turun dari ranjang, kemudian membuka kopernya mengambil sepasang piyama tidur, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai memakai setelan piyama tidurnya, Naura pun keluar dari kamar mandi. Namun, dia memekik kaget ternyata Wahyu menunggunya didepan kamar mandi.
Tanpa aba-aba, Wahyu langsung menggendong tubuh Naura ala Bridal style.
"Mas turunin, aku lapar aku mau makan" Naura berpikir suaminya akan membawanya ke atas ranjang lagi.
"Lah,emang Mas mau ajak kamu makan, emangnya kamu pikir Mas gendong kamu, Mas mau ngapain kamu huh?"
"Kalau cuma mau ajak makan, kan gak perlu gendong gini juga kali Mas, bikin otak travelling aja" rajuk Naura.
"Huh dasar, otak kamu mulai mesum ya ternyata"
"Itu semua gara-gara Mas juga, Mas yang mulai duluan, Mas yang ajarin aku, Mas yang...
Cup... Wahyu membungkam bibir istrinya itu dengan bibirnya, dengan posisi masih menggendong Naura.
Coba deh bayangin ☺ gimana ciuman sambil digendong 🤔
__ADS_1