Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 67. UNGKAPAN


__ADS_3

"Naura, Aku ingin mengatakan sesuatu padamu," kata Bayu. Rasanya begitu gugup untuk mengutarakan perasaannya itu. Namun, dia juga tidak bisa membendung nya lebih lama lagi.


"Apa, Kak?" Tanya Naura sembari memicingkan matanya. Naura merasakan sesuatu yang sedikit berbeda dengan Bayu malam ini. Biasanya laki-laki itu selalu berbuat usil padanya. Namun, malam ini Bayu terlihat sangat serius, tak ada tampang jahil yang selalu membuat Naura cemberut.


Tangan Bayu terulur menggenggam tangan Naura. Dan Naura pun terkejut dengan tindakan Bayu itu seketika menarik tangannya.


Tidak ingin menunda-nunda lagi, Bayu pun berdiri dari tempat duduknya lalu bersimpuh dihadapan Naura, kemudian kembali meraih kedua tangan mungil gadis kecilnya itu.


Sementara Naura hanya bisa tercengang dengan apa yang terjadi saat ini. Mulutnya sedikit terbuka, namun tidak bisa berkata-kata.


"Naura, Aku tidak tau kapan perasaan ini ada. Tapi, Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri kalau Aku telah jatuh cinta pada teman adikku," Matanya menatap mata Naura yang tak berkedip menatapnya.


Terlihat Naura yang tampak berpikir dan meresapi apa yang baru saja di dengarnya. Apakah ini adalah ungkapan cinta untuknya? Ah tidak, Naura berpikir dia salah dengar saat ini, atau mungkin dia sedang berhalusinasi. Tidak mungkin laki-laki tampan dan mapan seperti Bayu mengatakan cinta padanya yang hanya seorang janda.


Perlahan Naura menari kedua tangannya dari genggaman Bayu, kemudian menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.

__ADS_1


Melihat Naura tersenyum Bayu pun ikut tersenyum. Dia berpikir Naura akan menerima ungkapan perasaannya.


"Apa Kak Bayu sekarang sedang latihan menyatakan cinta pada seorang wanita? Ok baiklah Aku akan membantu Kakak. Anggap saja Aku ini adalah wanita yang akan Kak Bayu tembak nanti." kekeh Naura.


Mendengar ucapan Naura, senyum yang mengembang itu perlahan memudar. Ternyata Naura berpikir dia hanya sedang latihan.


"Naura, Aku sedang tidak latihan ataupun bercanda. Aku serius, Aku memang sedang menyatakan cinta dan itu adalah untukmu." ucap Bayu tak ingin berbasa-basi. Perasaannya kini semakin tak menentu. Meski sebelumnya dia sudah menguatkan hatinya akan kemungkinan yang akan terjadi, namun kini hatinya mulai was-was akan Naura yang bisa saja menolaknya.


"Kak, apa yang Kak Bayu katakan? Kakak sedang bercanda kan?'' Naura menarik tangannya lagi dari genggaman Bayu, kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu menatap Bayu dengan tanya.


Naura membalas menatap mata Bayu, beberapa saat kemudian Naura pun memalingkan wajahnya. Yah, Naura tidak menemukan kebohongan disana. Namun, ini seharusnya tidak terjadi. Dirinya sama sekali tidak pantas untuk laki-laki seperti Bayu. Seharusnya Bayu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik darinya.


"Naura, Aku tau ini konyol. Tapi, inilah kenyataannya, Aku sendiri tidak mengerti kenapa perasaan ini bisa tertuju padamu. Naura, apa Aku salah jatuh cinta padamu?" tatapan Bayu berubah sendu. Namun, netranya masih menatap tepat di kedua mata gadis kecilnya itu.


"Cinta tidak pernah salah, Kak. Namun, Kakak salah jika mencintai wanita seperti ku. Di luar sana masih banyak wanita yang jauh lebih baik dan lebih pantas untuk Kak bayu." setelah beberapa saat terdiam, Naura pun mengungkapkan apa yang menjadi keresahan nya.

__ADS_1


"Lagi pula, Aku baru satu bulan bercerai, tidak mungkin Aku dengan mudah menjalin hubungan lagi setelah kegagalan yang Aku alami. Dan satu hal yang Kak Bayu harus ingat! Aku ini seorang janda, sama sekali tidak pantas untuk laki-laki seperti Kak Bayu."


"Naura, Aku sama sekali tidak perduli dengan statusmu. Oke, mungkin saja Kau masih trauma dengan kegagalan rumah tangga mu, tapi Aku bisa membantumu untuk menghilangkan trauma itu. Dan Aku juga berjanji akan mencintai mu dengan tulus, tidak seperti dia yang dengan bodohnya mencampakkan Kamu." dengan penuh keyakinan Bayu mengungkapkan semua apa yang ada didalam hatinya.


"Terima kasih atas niat baik, Kak Bayu. Tapi, maaf Kak, Aku belum siap untuk kembali menjalin hubungan." setelah mengatakan itu Naura pun membalikkan badannya hendak pergi dari ruangan itu. Namun, langkahnya terhenti karena Bayu yang menahan pergelangan tangannya.


"Jangan pergi, Kau belum makan. Oke baiklah, Aku tidak akan membahas itu lagi. Tapi asal Kau tau Naura, Aku akan menunggu sampai kapanpun Kau akan siap." Bayu pun tersenyum lalu membawa Naura duduk di tempatnya semula, begitupun dengan dirinya.


Jika malam ini dia gagal mendapatkan cintanya, setidaknya makanan yang sudah dia masak dengan penuh cinta tidak berakhir sia-sia didalam tempat sampah.


"Makanlah, Aku memasak ini semua khusus untukmu. Anggap saja sebagai perayaan atas kelancaran pembangunan cafe, sejauh ini semuanya berjalan dengan baik dan itu semua juga atas kerja kerasmu." Bayu pun tersenyum lagi. Senyum yang sangat manis, namun tak semanis cinta yang sudah dia dambakan.


Naura pun mulai menyendokkan makanan kedalam piringnya, begitupun dengan Bayu. Keduanya memulai makan dalam keheningan. Namun, sesekali saling melirik satu sama lain.


Entah apa yang ada didalam pikirannya Naura dan Bayu saat ini. Yang jelas, keduanya terlihat sangat menikmati makanan nya.

__ADS_1


__ADS_2