Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 34. TIDAK BISA TIDUR


__ADS_3

Setelah menghabiskan makannya, Naura bergegas masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan suaminya yang sedari tadi menunggunya selesai makan.


Sementara Wahyu, lagi-lagi hanya bisa membuntuti istrinya tanpa memanggilnya, karena menurutnya percuma memanggil pun tidak akan dihiraukan oleh istrinya itu.


Sesampainya didalam kamar, Naura langsung membuka lemari dan mengambil selimut, kemudian naik ke atas ranjang membaringkan tubuhnya serta menggunakan selimut yang baru saja dia ambil dari dalam lemari, dan tak lupa juga Naura memberi satu guling di tengah-tengah ranjang sebagai pembatas dan Naura pun memiringkan tubuhnya ke arah sisi ranjang.


Wahyu yang baru masuk ke kamar, mengerutkan keningnya melihat Naura mengenakan selimut yang berbeda dari yang biasa mereka pakai berdua.


"Loh Naura, kok kamu pakai selimut itu? emangnya selimut yang ini kenapa?" Tanya Wahyu, menunjuk selimut yang dipakai Naura kemudian memegang selimut yang biasa mereka pakai.


"Dan apa ini? Tumben ada guling di tengah-tengah gini" Wahyu lebih terheran-heran melihat guling yang berada di tengah-tengah ranjang, tidak biasanya seperti itu.


"Mas pakai aja selimut yang biasa kita pakai itu, aku akan pakai yang ini, aku gak mau satu selimut lagi sama Mas. Dan untuk guling itu, itu sebagai pembatas, Mas jangan coba-coba sentuh aku, atau kalah nggak aku bakalan tidur di lantai atau dikamar tamu sekalian" Kata Naura. Dia berucap dengan mata terpejam.


Sejujurnya, Naura tidak ingin seperti ini, dia tidak ingin menjadi istri yang durhaka karena telah mengabaikan suaminya. Namun ini harus dia lakukan, demi sebuah rasa yang harus ia hilangkan dengan menjauhi suaminya itu.


'Ya Tuhan, aku mohon ampuni aku, aku tau yang aku lakukan ini salah. Tapi ini semua aku lakukan karena suamiku sendiri yang lebih dulu mendustai pernikahan kami'


"Naura, kamu kok tega sih sama Mas. Kamu kan tau sendiri kalau Mas gak bisa tidur kalau gak di peluk sama kamu" Wajah Wahyu terlihat gusar, karena pada kenyataannya memang benar dia akan sulit tidur jika Naura tak memeluknya sambil mengusap usap puncak kepalanya.


"Mas harus terbiasa sendiri. Karena kalau Mas sudah terbiasa, Mas akan dengan mudah melepaskan aku, begitu juga dengan aku yang harus terbiasa tanpa Mas"

__ADS_1


"Naura, Mas mohon kamu jangan seperti ini, Mas tidak akan bisa" tatapan Wahyu sendu menatap istrinya yang berbaring miring membelakangi nya.


"Sudahlah Mas, aku capek terus berdebat dengan Mas. Aku ngantuk aku mau tidur"


"Naura, tapi gimana dengan Mas? Masa kamu tidur gak peluk Mas, Mas bakalan gak tidur kalau begini ceritanya" Wahyu benar-benar gusar dibuat istrinya. Pelukan Naura serta elusan di kepalanya seakan sudah seperti lagu nina bobo untuk Wahyu yang akan membuatnya cepat tidur.


Pernah beberapa bulan yang lalu, saat Naura menginap di rumah orang tuanya karena Ibunya sedang sakit. Semalaman Wahyu gelisah tidak bisa tidur, Wahyu sendiri bingung kenapa dia jadi gelisah seperti itu. Dan akhirnya Wahyu pun pergi menyusul istrinya kerumah mertuanya, padahal malam sudah sangat larut waktu itu.


Sesampainya dirumah mertuanya, Wahyu disambut oleh ayah mertuanya, kemudian mengantarkan Wahyu kekamar Naura. Saat Wahyu masuk kedalam kamar istrinya itu, ternyata Naura sudah tidur.


Wahyu pun naik ke atas ranjang dan berbaring disamping istrinya yang sudah tidur. Namun, sudah hampir satu jam, Wahyu belum juga bisa tidur. Di atas ranjang Wahyu sangat gelisah, dia membolak-balik tubuhnya ke kiri dan ke kanan, dan akhirnya membangunkan Naura karena pergerakannya.


"Loh, Mas kok bisa ada di sini? Sejak kapan?" Naura yang terbangun akibat Wahyu, sedikit terkejut melihat keberadaan suaminya.


"Ya udah, coba sini aku peluk sambil elusin kepala Mas kayak biasanya, mungkin Mas kangen kali sama aku, hehehe" canda Naura, dan Wahyu pun mendekat pada istrinya.


Dan benar saja. Lima menit setelah Naura memeluk dan mengelus kepalanya suaminya itu, Wahyu pun akhirnya tertidur dengan pulas.


"Eh, udah tidur? cepet banget" Gumam Naura, sembari memperhatikan wajah lelap suaminya itu.


Sampai lah pada saat ini, kebiasaan Wahyu itu dia tidak akan bisa tidur jika istrinya tak memeluknya dan mengelus kepalanya.

__ADS_1


*******


Hingga beberapa saat, Wahyu terus merengek pada istrinya.


Namun Naura sama sekali tak memperdulikan nya, dan berusaha untuk tidur tanpa memeluk dan mengelus kepalanya suaminya. Dan tak lama kemudian akhirnya Naura tertidur juga.


Wahyu menatap nanar istrinya yang meninggalkannya untuk tidur, Wahyu pun perlahan naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya disebelah Naura, namun kali terasa berbeda karena ada bantal guling di tengah-tengah sebagai pembatas antara mereka.


Sudah dua jam Wahyu berbaring disamping istrinya, namun matanya belum juga bisa terpejam. Yah, seperti Wahyu juga tidak akan bisa tidur malam ini tanpa pelukan istrinya itu.


Wahyu membolak-balikkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan karena gelisah tidak bisa tidur. Wahyu bahkan pengambil ponselnya dan memutar film, menonton mungkin akan membuatnya mengantuk, pikir Wahyu. Namun ternyata hasilnya nihil, dia tetap saja tidak bisa tidur.


Pada saat menjelang subuh, Naura terbangun karena merasa haus. Dia terkejut mendapati suaminya yang hanya duduk bersila di atas ranjang sedang menatap ke arahnya. Wajah Wahyu terlihat lusuh sekali, kelopak matanya sedikit sembab menandakan kalau suaminya memang tidak tidur semalaman.


'Mas Wahyu, apa jangan-jangan dia memang tidak tidur semalaman?' Batin Naura bertanya-tanya. 'Ah biarin aja, biar tau rasa sekalian!' Naura pun turun dari ranjang, dia pergi ke dapur untuk mengambil minum.


Tak beberapa lama, Naura kembali ke kamarnya dengan membawa segelas air putih, kemudian meletakkannya di atas nakas yang berada di sebelah suaminya.


Naura menatap suaminya sebentar yang juga sedang menatapnya, wajah Wahyu benar-benar terlihat memprihatinkan tapi Naura tidak ingin perduli lagi.


Naura pun kembali naik ke atas ranjang untuk melanjutkan tidurnya tanpa memperdulikan suaminya itu. Namun dalam hati, sebenarnya dia tidak tega melihat suaminya seperti itu, Wahyu benar-benar tidak bisa tidur tanpa dia peluk dan mengelus kepalanya terlebih dulu.

__ADS_1


'Maafkan aku, Mas. Aku terpaksa melakukan ini. Ini semua juga salah Mas sendiri, satu tahun Mas menipu aku dalam pernikahan ini. Aku pikir selama satu tahun ini Mas mencintai aku, tapi ternyata tidak. Ternyata Mas sudah sejak lama memiliki wanita yang Mas cinta. Tapi kenapa Mas begitu perduli dan perhatian padaku, sehingga aku menganggap itu semua adalah cinta, namun ternyata aku salah besar. Mas ternyata tidak pernah mencintai aku, selama ini hanya aku yang mencintai Mas"


__ADS_2