
"Dokter, apakah tidak ada cara lain selain transplantasi jantung? Misalnya, memasang ring jantung?" tanya pak Jhohan, kini pak Jhohan sedang berada di ruangan dokter.
"Sebenarnya bisa saja memasang ring jantung. Sekali pasang ring jantung itu sifatnya permanen, terlebih bila stent itu berbahan logam. Hanya ada 2-3 persen resiko pembuluh darah kembali tersumbat. Bila terjadipun dalam 6-9 bulan kemudian. Jika ada penyumbatan atau penyempitan lagi, tim medis akan menanganinya dengan memasang ring jantung lain."
"Tapi, untuk Bayu sendiri kenapa membutuhkan transplantasi jantung, itu karena kedua ventrikel nya tidak berfungsi dengan baik dan terjadi gagal jantung yang parah."
Pak Jhohan pun terdiam mendengar penuturan dokter. Ada rasa penyesalan telah menugaskan putranya itu mengelola perusahaan di luar Negeri, dan selama di luar Negeri ternyata putranya itu sedang sakit dan yang sangat disayangkan tidak ada yang mengetahui termasuk dirinya sebagai orangtua.
...******...
Di ruang rawat Bayu.
Noval dan Renita terus saling menatap, namun tak mengucapkan sepatah katapun satu sama lainnya.
Renita tak menyangka jika dua laki-laki menyebalkan yang bertemu dengannya kemarin akan bertemu dengannya lagi hari ini. Dan yang membuat Renita lebih tak menyangka adalah ternyata dua laki-laki itu masih memiliki kaitan dengan Naura dan Bayu.
"Aku gak nyangka kalau Naura itu adalah janda, Aku pikir dia itu gadis karena usianya masih sangat muda. Dan ternyata Naura adalah mantan istri Wahyu, laki-laki menyebalkan di cafe kemarin dan Wahyu adalah temannya Bayu. Dan juga adiknya laki-laki di minimarket kemaren yang menabrak ku." ucap Renita dalam hati sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
Yah, Renita sudah mengetahui semuanya dari Lusi, dia menanyakannya saat berada di kantin rumah sakit, dan Lusi pun menceritakan semuanya.
"Dia kan perempuan yang kemarin Aku tabrak di minimarket, kenapa dia bisa ada di sini, apa dia keluarganya Bayu?" Noval bertanya-tanya dalam hati.
Di saat Noval dan Renita asyik saling menatap, mereka berdua terkejut mendengar pekikan Naura dan sontak langsung saling membuang muka.
"Kak, Kak Bayu udah bangun," tanpa sadar Naura langsung memeluk calon suaminya itu.
__ADS_1
"Aku seneng banget akhirnya Kak Bayu bangun juga." ucapnya dengan masih memeluk Bayu.
Walaupun tubuhnya terasa lemas, Bayu masih bisa tersenyum, dia juga senang karena untuk yang kedua kalinya Naura memeluknya lagi.
"Peluk yang kencang ya, dan jangan lepasin." ucap Bayu, dan itu malah membuat Naura langsung menjauhkan tubuhnya, kemudian tersenyum malu.
"Kak Bayu, lagi sakit juga masih aja ganjen." ucap Naura mengerucutkan bibirnya.
"Gak apa-apa dong ganjen sama calon istri sendiri, biar terbiasa." ucap Bayu dengan terkekeh.
Namun, Naura tak menanggapinya. Ada banyak pertanyaan yang mengganggu fikiran nya saat ini, tentang penyakit Bayu.
"Kenapa Kak Bayu gak pernah bilang kalau Kak Bayu sakit?" tanya Naura, dengan membelakangi Bayu.
Bayu pun tersenyum, akhirnya kini semua keluarganya telah mengetahui penyakit yang hanya dirinya sendiri yang mengetahuinya.
Bayu memang sudah lama mengetahui jika kamu dirinya mengidap penyakit jantung, sejak masih berada di luar Negeri. Saat istrinya Andi menyarankan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, Bayu mengatakan bahwa itu hanya gejala dari asam lambung namun ternyata itu adalah penyakit jantung.
Dan yang Bayu tidak ketahui akibat dari mendiami penyakitnya itu kini berakibat sangat fatal, bahkan sewaktu-waktu bisa merenggut nyawanya.
"Sembuh bagaimana, Kak?" tanya Naura dengan kesal, air matanya kembali menetes.
Bisa bisanya Bayu berkata seperti itu, sementara dokter sendiri mengatakan bahwa Bayu membutuhkan transplantasi jantung.
"Naura, kenapa kamu marah? Bener kok bentar lagi Aku bakal sembuh." ucap Bayu namun Naura menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
"Kak Bayu akan sembuh setelah mendapatkan transplantasi jantung." ucap Naura dengan lirih.
"Ap-a? Transplantasi jan-tung...?" Bayu terkejut mendengar kata transplantasi jantung yang baru saja diucapkan oleh Naura, segitu parahnya kah penyakitnya sampai-sampai membutuhkan transplantasi jantung.
"Akhhh... Sa-kit..." desisnya sembari memegangi dadanya.
Naura pun panik, dia merutuki dirinya sendiri karena sudah kelepasan bicara, dan membuat Bayu syok dan merasakan sakit lagi di dadanya.
Begitupun dengan Renita dan Noval yang masih berada di ruangan itu ikut panik melihat Bayu kesakitan.
"Aku akan memangil Dokter." ucap Renita lalu segera berlari keluar dari ruang rawat itu menuju ruangan dokter.
Sementara Noval menghampiri Naura dan Bayu, menenangkan Naura yang sangat panik melihat kondisi Bayu.
"Kak, Kak Bayu gak apa-apa kan?" tanya Naura dengan panik.
Namun Bayu tak menjawabnya, melainkan terus mendesis kesakitan.
Tak lama kemudian, Renita pun kembali ke ruangan itu bersama dokter dan dua orang perawat.
"Maaf semuanya, silahkan tunggu di luar, kami akan memeriksanya dulu." ucap dokter itu lalu memasang stetoskop nya kemudian memeriksa Bayu.
Di luar ruangan, Naura terus mondar-mandir menunggu dokter selesai memeriksa Bayu sesekali dia menempelkan telinganya di pintu namun tak bisa mendengar apa-apa dari dalam ruangan itu, begitupun dengan Noval dan Renita yang tak bisa duduk dengan tenang.
Tak lama pintu ruang rawat itupun terbuka, Naura segera menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Dok, bagaimana keadaan Kak Bayu?" tanya Naura tak sabaran.
"Kami sudah memberikannya obat penenang, dan tolong setelah Bayu sadar nanti jangan mengatakan sesuatu yang bisa memicu jantungnya sakit kembali, karena itu akan sangat fatal akibatnya." ucap dokter itu kemudian pergi dari sana bersama dua suster yang ikut memeriksa Bayu.