
Jika di jalanan kota Palembang terdapat dua insan yang berada di dalam mobil yang melaju dengan kencang setelah satu jam terjebak macet, terus tertawa sepanjang jalan. Berbeda dengan laki-laki yang juga sedang berada di dalam mobilnya yang melaju di jalanan Ibukota.
Sepanjang perjalanan pulang kerumah, Wahyu dengan wajah datarnya fokus menatap jalanan di depannya. Ingatan kejadian tadi pagi saat di Mall, membuatnya mendengus kesal serta menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar.
Wahyu benar-benar sendiri saat ini, dia kehilangan dua sekaligus wanitanya. Setelah bercerai dengan Naura, dan sekarang kekasihnya memutuskan begitu saja hubungan yang sudah terjalin selama tujuh tahun lamanya.
Beberapa saat kemudian, Wahyu pun telah sampai di rumahnya. Baru saja Wahyu akan mengetuk pintu sembari mengucap salam. Pintu itu sudah terbuka lebih dulu dan terlihat adiknya yang berkaca-kaca menatapnya
"Kak Wahyu, Mama demam, Kak. Badannya panas banget!" ujar Tasya dengan panik.
"Apa? Mama demam? Kok bisa, padahal tadi pagi Mama gak kenapa-kenapa, " ucap Wahyu sembari melangkah masuk ke dalam rumah.
"Dari semalam Mama emang udah gak enak badan, Kak. Cuma Mama gak bilang." jawab Tasya yang mengekor dibelakang kakaknya.
Sesampainya di depan pintu kamar Mama nya, Wahyu menoleh pada adiknya.
"Sya, apa Mama gak ada bilang apapun sama Kamu?" tanya Wahyu dan mendapat gelengan kepala dari adiknya.
Wahyu pun masuk ke dalam kamar Mama nya. Didalam kamar, Bu Winda menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya karena merasa kedinginan.
__ADS_1
"Ya ampun, Ma... " pekik Wahyu melihat Mama nya yang tengah menggigil. Wahyu pun langsung memeluk Mama nya itu.
"Mama kenapa gak bilang kalau lagi sakit? Kan Aku bisa mengantarkan Mama ke dokter tadi pagi." ucap Wahyu begitu khawatir dengan keadaan Mama nya.
"Gak usah, mending Kamu telepon Naura aja, Mama kangen banget sama Dia. Udah lama Naura gak pernah kesini," ujar Bu Winda dengan nada yang gemetar karena menggigil.
'Apa Mama sakit karena lagi kangen ya sama Naura. Aku juga udah lama gak pernah hubungi Dia, gimana kabarnya sekarang? Apa dia juga baik-baik saja. Naura juga gak pernah menghubungi Aku bahkan melalui pesan singkat pun.' Kata wahyu dalam hati.
"Iya, Ma. Aku telpon Naura sekarang ya," Wahyu pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya.
Sementara di kota Palembang, Naura dan Bayu kini telah sampai di apartemen nya. Baru saja mobil Bayu terparkir, Naura bergegas turun dari mobil dan segera berlari masuk ke dalam apartemen karena tiba-tiba perutnya mules ingin buang besar.
"Naura... " teriak Bayu, dia kebingungan melihat Naura yang sangat buru-buru masuk kedalam apartemen.
"Ya ampun, tas nya Naura ketinggalan," Bayu pun mengambil tas itu. Namun, Bayu merasa ragu untuk membuka tas itu, tapi ponsel Naura yang terus berdering membuatnya penasaran siapakah yang menelpon gadis kecilnya itu.
"Mungkin dari Lusi, atau dari Pak Agung. Ah, Aku angkat aja deh," Bayu pun perlahan membuka tas itu, namun ponsel Naura berhenti berdering. Bayu pun menutup kembali tas itu, dan segera turun dari mobilnya membawa tas Naura masuk kedalam apartemen.
Saat sudah berada di dalam apartemen, ponsel Naura kembali berdering. Bayu ingin membuka tas itu tapi tak jadi karena tiba-tiba Naura sudah berada di belakangnya dan mengagetkan nya.
__ADS_1
"Kak Bayu...
"Ah Naura, bikin kaget aja, nih handphone Kamu dari tadi berdering terus." Bayu pun memberikan tas itu kepada Naura.
Naura pun membuka tas nya, dan seketika menautkan kedua alisnya melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.
"Kak Bayu, Aku angkat telepon dulu ya," Bayu pun menganggukkan kepalanya.
Naura melangkah masuk kedalam kamarnya, setelah berada di dalam kamar barulah dia mengangkat panggilan itu.
"Ya, Mas ada apa?" tanya Naura setelah menjawab panggilan itu.
"Naura, Mama sakit. Mama kangen sama Kamu,"
"Apa, Mama sakit? Dimana Mama, Aku mau ngomong, " disana, Wahyu pun memberikan ponselnya pada Mama Winda.
Hampir satu jam Naura berbicara dengan Mama Winda melalui sambungan telepon. Naura pun menyudahinya karena merasa lapar.
Di Ibukota, bu Winda pun merasa baikan setelah berbicara dengan Naura. Ternyata bu Winda memang sedang merindukan mantan menantunya itu.
__ADS_1
Wahyu pun merasa bersalah dan merutuki kebodohannya sendiri setelah melihat keadaan Mama nya yang sedikit membaik setelah berbicara dengan Naura.
'Maafkan Aku, Ma. Gara-gara Aku, Mama harus terpisah dengan Naura. Tapi Aku janji, Aku akan berusaha membawa Naura kemabli lagi kerumah ini.' ucap Wahyu dalam hati begitu yakin.