
Sudah lebih dari satu jam Lusi mencari Naura di sekitar toko, namun tak juga menemukan temannya itu. Bahkan ponselnya juga masih belum aktif. Tidak ingin terjadi hal yang buruk pada temannya, Lusi pun menghubungi kakaknya untuk meminta bantuan mencari Naura, tak lupa juga Lusi menghubungi Noval untuk membantu mencari Naura dan berpesan pada Noval untuk tidak memberitahu pada Ayah dan ibunya Naura dulu.
Sekitar 15 menit kemudian, Bayu pun sampai di toko tersebut dan tak berselang lama Noval pun juga tiba.
"Bagaimana Naura bisa hilang?" tanya Noval dengan wajah paniknya.
"Iya Lusi, gimana Naura bisa sampai gak ada?" tanya Bayu juga tak kalah paniknya dengan Noval.
"Aku juga gak tau, pas sampai di toko Aku dan Naura itu berpencar untuk mencari peralatan yang ingin kita beli. Tapi, setelah Aku selesai berbelanja Naura gak ada, Aku udah nyari ke sekeliling toko dan tanya semua orang tapi gak ada yang lihat Naura, handphonenya juga gak aktif." Lusi sudah hampir menangis karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada temannya itu.
"Apa di toko ini ada CCTV nya?" tanya Bayu kemudian dan membuat Noval segera berlari masuk ke dalam toko tanpa akan menunggu dan membuang waktu lagi Noval harus segera menemukan dimana adiknya itu karena kalau tidak paman dan bibinya akan syok jika tahu putri mereka hilang.
Bayu dan Lusi pun juga langsung berlari masuk ke dalam toko menyusul Noval yang kini sedang bertanya pada kasir laki-laki.
"Apa di toko ini ada CCTV-nya?" tanya Noval tak sabaran.
"Ada, Mas." jawab kasir tersebut.
"Kalau begitu saya ingin melihat rekaman sekitar satu jam yang lalu, adik saya hilang di toko ini." ucap Noval dan membuat kasir itu tercengang mendengarnya.
"Hei jangan menatap ku seperti itu!" Noval menarik kerah baju kasir itu karena merasa kesal kasir itu hanya menatapnya tanpa menghiraukan ucapannya. "Aku bilang Aku ingin melihat rekaman sekitar satu jam yang lalu, sekarang antarkan aku ke ruang CCTV!" tukasnya lalu melepaskan kerah baju kasir itu dengan sedikit menghempaskan nya.
"Ba-baik, Mas. Ayo saya antar." kasir itu tergagap, kemudian beranjak menuju ruang CCTV dan diikuti oleh Noval, Bayu dan juga Lusi di belakangnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah memeriksa CCTV di bagian dalam toko hingga ke luar toko sampai area parkiran.
Noval mengepalkan kedua tangannya sehingga terlihat buku-bukunya yang memutih.
"Brengsekk!!! Siapa yang sudah berani menculik Naura!"
Didalam rekaman CCTV itu memperlihatkan seorang wanita paruh baya menghampiri Naura yang tengah memilih beberapa macam bolpoin, dan beberapa saat juga terlihat Naura berbincang-bincang dengan wanita paruh baya itu lalu membawakan barang belanjaan ibu itu keluar dari toko. Dan saat di parkiran, seorang laki-laki muda turun dari sebuah mobil mengambil barang belanjaan yang dibawa Naura, dan tak berapa lama kemudian saat Naura berbalik akan kembali masuk ke toko laki-laki itu membekap mulut Naura dengan sapu tangan hingga tak sadarkan diri kemudian memasukkan Naura ke dalam mobil dengan dibantu oleh wanita paruh baya yang sebelumnya meminta tolong pada Naura untuk dibawakan barang belanjaannya.
"Lusi, apa Naura pernah bermasalah dengan seseorang atau punya musuh misalnya?" tanya Bayu pada adiknya.
"Gak mungkin Naura punya musuh, adiknya itu gadis baik-baik dan aku jamin dia tidak pernah membuat masalah dengan siapapun!" sahut Noval yakin.
"Iya, Kak Bayu. Setahu ku juga Naura itu gak pernah punya masalah pada siapapun sehingga memiliki musuh." jawab Lusi, dan membuat Bayu menundukkan kepalanya berpikir siapakah dalang di balik penculikan Naura ini, dan apa motifnya melakukan hal demikian.
Setelah mendapatkan salinan rekaman CCTV itu, Noval, Bayu dan juga Lusi segera meninggalkan toko itu dan akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan peristiwa penculikan yang dialami Naura dengan berbekal rekaman CCTV itu.
"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berani melakukan ini pada Naura!" sepanjang jalan menuju kantor polisi tak hentinya Noval menggeram marah.
Dan saat ini dia menaiki mobil Bayu dan Bayu sendiri yang mengemudikan nya. Bayu meminta Noval ikut dengan mobilnya karena khawatir akan terjadi sesuatu jika Noval mengemudi sendiri melihat saat ini emosi Noval yang memuncak. Sementara mobil Noval sendiri masih berada di parkiran toko.
"Sabar, Noval. Kita akan segera menemukan Naura dengan bantuan polisi, berdoalah semoga Naura baik-baik saja." ucap Bayu berusaha menenangkan Noval.
"Jika sedikit saja dia menyakiti adikku, aku tidak akan membiarkannya hidup dengan tenang!"
__ADS_1
Bayu pun menghela nafasnya mendengar kalimat ancaman itu, namun dalam hati Bayu senang ternyata Noval begitu menyayangi Naura, gadis kecilnya. Terbukti dengan sikap Noval yang saat ini terlihat sangat marah dan tidak akan mengampuni siapapun itu yang sudah berani menculik adiknya.
Sementara Lusi yang saat ini juga tengah mengemudikan mobilnya sendiri di belakang mobil Bayu, sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Lusi menangis dan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Naura, seandainya saja dia tidak meminta Naura untuk berpencar mungkin saat ini temannya itu masih bersamanya.
...********...
Setelah lebih dari satu jam tak sadarkan diri Naura pun mulai tersadar dan mengerjapkan kedua matanya, sebelah tangannya terangkat memijit kepalanya yang terasa pusing.
"Aku dimana?" lirih nya dengan masih memijat kepalanya.
Perlahan Naura membuka matanya dan seketika terkejut mendapati dirinya berada di dalam sebuah kamar yang asing baginya. Yang terakhir Naura ingat dia tengah membawakan barang belanjaan seorang wanita paruh baya, dan setelah itu mulutnya di bekap.
"I-ni ini kamar siapa? Oh tidak, apakah Aku di culik, tapi siap?" Naura panik, dengan cepat dia beranjak turun dari atas ranjang tempat berbaring saat ini, kemudian berlari ke arah pintu untuk membukanya, namun sayangnya ternyata pintu itu terkunci.
Dari balik pintu itu samar-samar Naura mendengar ada dua orang yang tengah berbincang-bincang, dan sepertinya suara itu suara laki-laki.
"Siapapun diluar tolong buka pintunya, keluarkan Aku dari sini!" teriak Naura sambil menggedor gedor pintu kamar itu.
Naura terus menggedor pintu kamar itu sembari berteriak, berharap orang yang berada di luar sana mendengarnya dan segera mengeluarkannya dari dalam kamar itu.
Cetttek...
Tak lama kemudian terdengar suara kunci yang dibuka dari luar, Naura pun dengan antusias menunggu pintu kamar itu terbuka.
__ADS_1
Namun, setelah pintu kamar itu terbuka Naura langsung memundurkan langkahnya melihat siapa yang membuka pintu itu.