Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 63. BERAKHIRNYA HUBUNGAN


__ADS_3

Di sebuah pusat perbelanjaan elite di ibukota, laki-laki yang sejak sebulan lalu resmi menjadi seorang duda, mengepal erat tangannya serta tatapannya tak lepas menatap dua insan berbeda dari genus jenis kelamin yang terlihat sangat mesra serta menautkan tangan mereka sambil tertawa.


Wahyu yang berniat membeli sesuatu untuk mantan istrinya dan akan memberikannya saat dia pulang, mengurungkan niatnya karena di Mall tersebut dia malah melihat pemandangan yang seketika membuatnya begitu marah.


Bagaimana tidak, sang kekasih yang tidak pernah menghubunginya sejak sebulan lalu terlihat sangat mesra dengan laki-laki yang Wahyu kenal. Dan laki-laki itu adalah kakak sepupu dari mantan istrinya.


Andai saja laki-laki yang bersama Diandra itu bukanlah Noval, kakak sepupu Naura. Pasti Wahyu sudah menghampiri dan menghajar laki-laki yang sudah menggenggam erat tangan kekasihnya itu.


Merasa kesal dengan apa yang dilihatnya hari ini, Wahyu pun dengan langkah cepat keluar dari Mall tersebut. Setelah berada di dalam mobilnya, Wahyu dengan amarahnya menghubungi nomor Diandra. Sekali saja panggilan itu sudah terjawab.


"Temui Aku sekarang di luar! ujar Wahyu, lalu segera mematikan sambungan ponselnya.


Sementara Diandra yang tidak mengerti dengan ucapan Wahyu hanya menatap heran pada layar ponselnya.


"Siapa yang menelpon?" tanya Noval.


"Ah, bukan siapa-siapa." jawab Diandra lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas nya.


"Ya udah yuk kita ke atas." ajak Noval, kembali menggenggam tangan Diandra.


Namun, baru beberapa langkah ponsel Diandra kembali berdering.


"Aku bilang temui Aku sekarang di luar!" ucap Wahyu setelah panggilannya yang kedua kembali di angkat oleh Diandra.


Mendengar suara Wahyu yang sepertinya sedang marah, Diandra pun mematikan ponselnya lalu mengatakan pada Noval ingin pergi ke toilet.

__ADS_1


Setelah berada di dalam toilet, Diandra menelpon balik laki-laki yang masih berstatus kekasihnya itu.


"Ada menelpon ku? Aku pikir Kau sudah lupa denganku." ucap Diandra dengan nada jutek.


"Mobilku sekarang terparkir di depan Mall, temui Aku sekarang atau Aku akan masuk dan menyeretmu keluar!"


"Gila!" ucap Diandra, kemudian mematikan sambungan telepon itu.


Dengan langkah cepat Diandra keluar dari toilet menuju area parkiran Mall tersebut, saat sudah menemukan keberadaan mobil Wahyu, Diandra pun masuk tanpa permisi.


"Ada apa memanggilku kesinii?" ketus Diandra tanpa melihat kearah Wahyu yang menatapnya dengan tajam.


"Apa-apaan ini, Diandra! Kenapa Kau bisa bersama Noval dan terlihat sangat mesra, apa sekarang Kau mencoba menduakan Aku?" tanya wahyu, nampak jelas kilatan kemarahan dimatanya.


"Aku tidak merasa menduakan siapapun," jawab Diandra dengan santai.


"Hei, tidak perlu berteriak seperti itu." kata Diandra, dia menjentikkan jari-jarinya di depan wajah Wahyu. "Kenapa Kau terlihat marah sekali? Apa urusanmu Aku mau jalan dengan siapapun itu terserah Aku!" sarkas Diandra.


"Aku ini kekasihmu, Diandra. Apa kau lupa itu, huh?" Wahyu tak terima dengan ucapan Diandra barusan.


"Kekasih? Hahahah, Aku rasa sekarang tidak lagi, Wahyu!" ujar Diandra, kemudian membuka pintu mobil hendak keluar, namun Wahyu menarik tangannya dan mencengkeram nya dengan erat.


"Apa maksud ucapanmu itu, Diandra?"


"Apa kurang jelas yang aku katakan, Aku sudah tak ingin berhubungan lagi dengan laki-laki pecundang yang tidak punya pendirian sepertimu, Wahyu!" teriak Diandra serentak dengan menarik tangannya yang di genggam oleh Wahyu.

__ADS_1


"Apa? Huh, setelah Aku bercerai dengan Naura, dan sekarang Kau juga ingin memutuskan hubungan denganku? Dasar perempuan tidak tau diri!" hardik Wahyu, tak terima Diandra memutuskan hubungan degannya.


"Terserah Kau mau bilang Aku apa, yang jelas Aku sudah tidak sudi terus berharap pada laki-laki pecundang sepertimu. Noval lebih bisa memberikan kebahagiaan dari pada Kamu yang hanya bisa terus memberi janji." kata Diandra, dia menatap remeh Wahyu yang menatapnya tajam.


"Diandra, Kau... " Wahyu mengangkat sebelah tangannya.


"Apa? Mau tampar, ayo tampar! Jika Kau berani melakukan itu, itu akan membuktikan kalau Kau memang laki-laki pecundang yang tidak pantas untuk dipertahankan! Naura sudah mengmbil keputusan yang benar dengan menceraikan Kamu!" ujar Diandra, lalu turun dari mobil Wahyu.


"Aku rasa hubungan kita sudah berakhir." sambung Diandra, sebelum menutup pintu mobil Wahyu.


"Kau lihat saja, Diandra. Aku akan membawa Naura kembali padaku, dan Kau jangan sampai menyesal!'' ujar Wahyu menatap sinis Diandra.


"Silahkan, itupun kalau Naura mau kembali lagi dengan laki-laki pecundang sepertimu, kurasa itu tidak akan pernah terjadi." kata Diandra tak kalah sinis nya. Diandra pun menutup pintu mobil Wahyu dengan membanting nya.


Wahyu menatap langkah Diandra yang kembali memasuki Mall tersebut. Lihatlah, sekarang Wahyu benar-benar sudah kehilangan dua wanitanya sekaligus. Namun, itu tak akan membuat Wahyu merasa menjadi pecundang seperti yang dikatakan oleh Diandra, wanita yang beberapa saat lalu memutuskan hubungan dengannya.


"Lihat saja, Diandra. Aku pasti bisa membuat Naura kembali lagi padaku." ucapnya yakin.


Setelah Diandra sudah memasuki Mall itu, Wahyu pun melajukan mobilnya meninggalkan pelataran Mall.


Di dalam Mall, Diandra menghampiri Noval yang ternyata tengah menunggunya di depan toilet.


"Loh, Kamu kok dari luar?" tanya Noval, kebingungan melihat kedatangan Diandra yang berasal dari luar. Yang Noval tau, Diandra sedang berada di dalam toilet maka dari itu dia menunggu di depan toilet.


"Oh itu, tadi saat Aku baru keluar dari toilet ada temen Aku yang telepon, jadi Aku keluar sebentar. Terus, pas Aku samperin Kamu ditempat yang tadi tapi Kamu gak ada, Aku pikir Kamu pasti ada disini, dan tau beneran Kamu disini." ucap Diandra beralasan.

__ADS_1


"Oh gitu, yuk kita ke atas, udah lapar nih." ujar Noval, kemudian meraih tangan Diandra lalu menggandeng tangan Diandra sembari melangkah ke tempat tujuan mereka.


__ADS_2