Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Kesedihan Lyra


__ADS_3

Sudah 4 bulan dari peristiwa penangkapan Broto. Permasalahan internal BTT juga sudah diatasi dengan baik sehingga kini perusahaan milik keluarga nomer 1 satu tersebut kembali berjalan normal.


Namun ada sebagian keresahan yang dirasakan Lyra. Sudah berbulan-bulan sejak ia menikah dengan Lintang, namun hingga detik ini ia tak kunjung mendapatkan kehamilan. Begitu juga dengan Linda yang sempat keguguran saat disekap anak buah Broto. Linda belum juga hamil lagi.


"Aku tuh sedih, Mas. Aku belum bisa memberikan kebahagiaan untuk Mas Lintang dan Papa Mama seutuhnya. Memiliki momongan adalah harapan dari dilangsungkannya sebuah pernikahan. Sejujurnya, harga diriku serasa jatuh." Rajuk Lyra saat mereka sedang duduk santai bersama Linda dan Alvian.


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu, Sayang. Kehamilan adalah kehendak-Nya. Kita tidak bisa memaksakan untuk hamil jika belum waktunya hamil," tegur Lintang.


"Tapi aku minder, Mas. Aku malu pada semua orang!" Lyra yang biasanya tegar dan pemberani, kini terlihat sendu dengan airmata menggenang di pelupuk mata.


"Lyra, dengarkan aku. Allah Maha Tahu tentang apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Keinginanmu untuk hamil memang bagus. Tapi kita tidak tahu Rencana indah Allah untukmu akan seperti apa!" Linda ikut menasehati.

__ADS_1


"Aku sih berpikir simpel aja," potong Alvian dengan santai yang spontan membuat semua mata memandang ke arahnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Simpel bagaimana sih, Sayang?" Linda mengerutkan kening.


"Kak Lyra dan Kamu adalah orang-orang hebat dibalik Lintang Group yang sebelumnya bernama Bintang Group. Tidak menutup mata jika campur tangan kalian di dunia bisnis keluarga besar kita cukup mengambil peran. Diluar itu, DZ Badak juga sedikit banyak mengandalkan kemampuan bertempur kalian. Mungkin Allah menunda kehamilan kalian karena tenaga dan pikiran kalian masih sangat dibutuhkan Lintang Group. Mungkin saja nanti akan bisa hamil saat kondisi perusahaan dan DZ sudah benar-benar stabil," terkadang pemikiran Alvian memang sangat berbeda dengan yang lain, namun memang ada benarnya.


"Kita jalani saja apa yang ada. Pada dasarnya aku, Mama, dan Papa tidak pernah menuntut kamu untuk wajib hamil. Apapaun keadaannya kita syukuri yah. Sebaiknya kita segera bersiap karena sebentar lagi kita akan segera terbang menghadiri undangan sosialisasi bisnis di kota Suretown. Disana ada 3 keluarga besar paling berpengaruh di negara ini sedang menunggu kita!" Lintang beranjak berdiri diikuti Lyra dan yang lainnya.


--


"Selamat datang, Tuan Lin." Seorang pria seumuran Bintang menyalami Lintang dan Alvian penuh kehangatan.

__ADS_1


"Terimakasih, Tuan Leo. Sudah cukup lama saya tidak datang ke kota ini," Lintang menyunggingkan senyum ramah.


"Ahh Tuan Lin orang yang sibuk. Sebagai keluarga besar nomer 1 di negara Incon tentu sangat padat kegiatannya. Kami sangat memahami. Jadi jangan sungkan-sungkan," seorang pria lain yang juga seumuran dengan Tuan Leo ikut menyalami Lintang.


"Haha, Tuan Billy bisa saja. Bukan karena sibuk, tapi akhir-akhir ini keluarga besar kami didera beberapa permasalahan tindak kriminal dari pihak lain yang tidak suka dengan kami. Jadi sementara waktu kemarin kami fokus menanganinya." Terang Lintang apa adanya.


"Aku dengar ada agen rahasia dari pihak lain yang membantu anda mengatasi masalah tersebut, Tuan Lin?!" Albert muncul dengan menyunggingkan senyum sindiran.


Lintang segera paham jika Albert tak ingin namanya diangkat ke permukaan karena telah membantu mengatasi Broto.


"Alhamdulillah banyak pihak yang menyelamatkan kami," jawab Lintang diplomatis tanpa harus menyinggung nama Albert.

__ADS_1


"Oh maafkan kami, Tuan Lin. Silahkan anda dan keluarga duduk di kursi khusus yang sudah kami sediakan. Acara akan segera dimulai!" Julian Lincoln sebagai pemilik media massa Earth & Sun menjabat erat tangan Lintang dan membawanya menuju area khusus yang hanya diperuntukkan bagi 4 keluarga besar.


..._-_-_...


__ADS_2