
POV Author
Malam belum terlalu larut saat Laras menghampiri Lintang di Hotel Shirton. Ya, setelah penat seharian berdiskusi bersama All-In, Lintang memilih untuk melepas penat dengan berjalan-jalan bersama Laras untuk menikmati keindahan kota Suretown ketika malam hari sesuai yang ditawarkan Laras siang tadi.
Awalnya Alvian menatap dengan pandangan tak suka saat Laras mendatangi Lintang. Bagaimanapun juga Alvian adalah anggota keluarga yang wajib mengingatkan Lintang agar tidak terjadi prahara rumah tangga jika Lintang salah langkah.
Namun dari cara menanggapi dan tatapan Lintang, akhirnya Alvian bisa menyimpulkan bahwa Lintang tak ada niatan untuk menggoda gadis tersebut. Sejauh ini Alvian juga tahu bahwa Lintang adalah sosok pria yang lurus. Bahkan, Lyra-lah pacar pertama Lintang tanpa ia memiliki pengalaman memadu kasih dengan gadis lainnya.
"Ehmm, sori nih aku jadi ganggu acara kalian berdua.." sindir Alvian yang memaksa ikut.
"Ganggu apaan sih. Justru makin seru, kan kita niatnya emang refreshing. Betul ga Laras?" Lintang tersenyum lepas.
"Eh..i-iya ga papa kok," dalam hati Laras sebenarnya memang berniat ingin berduaan dengan Lintang bermaksud ingin lebih mendekatkan diri.
"Ini asisten ga asik banget sih. Mirip tuh sama Tuan Andrew. Sudah seperti pengawal pribadi saja," batin Laras menyayangkan keikutsertaan Alvian.
"Mikir apa, Neng?!. Kalau tidak berkenan, biar aku turun dari mobil saja!" cebik Alvian seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Laras.
__ADS_1
"O-oh Ti-tidak, Tuan. Tidak masalah kok," Laras menjadi tersipu malu karena Alvian mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.
"Eh, kita akan kemana nih sekarang?" melihat keadaan canggung, Lintang berinisial mengalihkan pembicaraan.
"Taman Brungkul, ramai sekali disana kalau malam gini.." terang Laras dan segera memberi instruksi pada driver hotel untuk mengarahkan mobil kesana.
"Dia lumayan cantik sih. Tapi Kak Lyra, tak ada lawan!" batin Alvian masih berusaha menjadi pengawal ikatan cinta.
"Kira-kira, Tuan Lintang ini sudah punya calon belum yah?. Siapa yang ga mau coba, aku mau banget malah hehe. Tapi Herder-nya galak banget ish!" Laras juga larut dalam pikirannya sendiri.
Ketika Laras dan Alvian sedang sibuk berpikir, Lintang justru santuy baday. Ia hanya mencari enjoy. Kepolosannya dalam urusan dunia percintaan tak memiliki kepekaan sedikitpun. Justru karena itulah Alvian bersikeras ikut karena khawatir CEO polos tersebut menjadi keblinger.
"Ish Tuan Herder, segitu amat sih mandangnya?!. Cakep-cakep tapi galak." Cebik Laras mengamati sosok Alvian.
Sibuk dalam lamunan masing-masing hingga tibalah mereka di Taman Brungkul. Sebuah taman luas tempat biasanya masyarakat bersantai bersama keluarga atau teman.
"Lihatlah disana, Tuan. Banyak ayunan, dan permainan lainnya. Berbagai pedagang juga ikut meramaikan suasana," Laras tertawa riang.
__ADS_1
"Heleh, taman apaan kayak gini?!. Kalau cuma tanaman, ayunan, banyak pedagang..di taman manapun juga ada. Apanya yang menarik!" gumam Alvian lirih.
"Kalau Tuan Alvian tidak tertarik, silahkan tunggu di mobil. Biar saya yang akan memandu Tuan Lintang," giliran Laras yang seolah bisa membaca pikiran Alvian.
"Eh hemm, suka kok. Bagus ya tempat ini," senyum palsu Alvian.
"Ayo Tuan Lintang, ikuti saya. Disana ada taman bunga yang indah.." ajak Laras tanpa mempedulikan mata sadis Alvian yang lebih menakutkan dari tatapan mantan.
"Aku ke toilet dulu deh," ucap Alvian dan berlari tanpa menunggu jawaban dari Lintang.
"Aku rasa dia itu cewek ganjen. Hahaha.. jadi kau sedang mencari mangsa ya?. Ok kitavlihat saja nanti, apakah kau bisa menggoda Bosku dibawah pengawasanku!" desis Alvian sembari menikmati sensasi semriwing saat membuang pepsi.
To be continued..
..._-_-_...
Pembaca,
__ADS_1
Maafkan Author yang telat-telat update karena kesibukan kerja real. Semoga kalian masih tetap setia dengan novel ini.
..._-_-_...