Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Serang!!


__ADS_3

POV Author


Satu keuntungan lebih bagi tim Double Zero (DZ), lawan belum menyadari jika posisi mereka telah dikunci oleh Lyra Cs. Dengan begitu, DZ menjadi lebih leluasa mengatur persiapan dan posisi terbaik tanpa khawatir musuh kabur. Walaupun begitu, Lyra mewanti-wanti timnya untuk tetap waspada dan berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan sekecil mungkin yang akan memicu diketahui pergerakan mereka oleh lawan.


"Kak Vian, kasihan Lyra dan Pak iyang harus menjalani keadaan seperti disaat mereka sedang dalam persiapan pernikahan," ucap Linda melalui wireless sambil mencoba membidik target menggunakan teropong senapannya.


"Jangan membahas hal pribadi. Kita fokus menjalankan misi terlebih dahulu!" tegur Alvian yang merasa tak enak hati saat obrolan mereka didengar seluruh anggota tim melalui jaringan wireless, begitu juga dengan Lyra yang tentu mendengarnya.


"Maafkan aku. Lapor, posisi lawan dapat terlihat jelas dalam area bidik," Linda meminta maaf kemudian mengalihkan pembicara pada laporan Runduk 1.


"Ok team, posisi siaga. Kami akan mulai masuk. Tim 1, kita bagi tim menjadi 2 kelompok. Aku akan memimpin separuh tim dan masuk dari sisi depan, dan Dek Vian bersama kelompok kedua akan masuk dari sisi belakang markas lawan," Lyra bergerak cepat dan senyap mengendap mendekati sebuah gedung dimana van hitam terparkir.


Alvian juga bergerak cepat bersama kelompoknya menuju posisi yang sudah ditentukan.


"Serang!" sentak Lyra menghambur masuk.


ZLAPP


ZLAPPP.


Gerakan Lyra begitu lincah melumpuhkan dua penjaga gedung sekaligus. Bergegas ia bersama kelompoknya merangsek masuk kedalam gedung.


TAPP.


TAP


"Hei..siapa kalian?!"


BUKK

__ADS_1


BUKK


ZAPPP


SPLASSHH


Lyra dan kelompoknya segera berhadapan dengan puluhan pengawal yang berada di ruang utama gedung. Pertarungan jarak dekat tak terelakkan sudah. Lawan tak sempat melakukan tembakan karena tim Lyra dengan cepat sudah memangkas jarak pertempuran. Mau tak mau para oengawal tersebut harus melayani pertarungan sengit.


Mendengar keributan diruang utama, Pimpinan musuh yang berada di ruang penyekapan segera meminta para pengawal untuk bersiap membawa Lintang ke pelataran belakang gedung.


"Mau kemana kalian?" sayangnya pergerakan menuju pelataran belakang gedung terhadang oleh kelompok Alvian yang memang berada disana.


"Hahaha..asisten goblook datang. Habisi mereka!" perintah Pimpinan lawan kepada para pengawalnya.


"Kurang ajar, ternyata kau, Lianaaa!" Alvian terkejut melihat siapa Pimpinan penculik tersebut.


BAKK


BAMM


BLETAKK


Pertempuran sengit terjadi. Keahlian DZ dengan kemampuan terlatih membuat lawan seketika kuwalahan.


Dalam satu kesempatan, Alvian berhasil meraih tubuh Lintang dan menariknya. Anggota lain segera menempatkan Lintang ditempat yang terlindung.


"Brengsekk kalian!!" mata Liana membelalak marah saat tahu jika Lintang sudah berpindah tangan.


Liana segera memanggil dua pendampingnya yang sedari tadi mengawal Liana dengan ketat.

__ADS_1


Dua orang kulit hitam maju mendekati posisi Alvian yang masih bertarung dengan pengawal lainnya.


BUKKKK


Alvian tersungkur menerima dua tendangan di punggungnya.


"Mayde..bantu Pak Vian dibelakang!" Deo menghubungi semua anggota tim melalui wireless.


Lyra berlari menerobos kebagian belakang gedung untuk membantu Alvian.


"B-Bu Liana?!" Lyra terbelalak kaget saat tahu Liana-lah biang kerok penculikan.


"Hahaha. Habisi pria dan wanita itu!" teriak Liana sambil menunjuk kearah Alvian dan Lyra.


BLAPPP


BLAPP


BLAPP


Dibelakang gedung terdengar suara baling-baling Helikopter mendekat. Liana cepat berlari pergi menuju belakang gedung.


Lyra cepat menghindar dan berlari pula mengejar kearah Liana berlari. Satu pengawal kulit hitam ikut mengejar Lyra.


Liana bergerak cepat menaiki Helikopter yang sudah menunggu. Dibelakangnya terlihat Lyra dan Orang kulit hitam berlari mengejar.


Merasa tak bisa mendahului Lyra, orang kulit hitam berhenti dan siap menembak Lyra.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2