Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Masalah Perusahaan


__ADS_3

POV Author


"Masalah ini harus segera kita atasi, sebelum semakin berlarut dan menghancurkan perusahaan kita!" ucap Lintang saat melakukan pertemuan tertutup bersama Alvian, Linda, dan juga Lyra.


"Betul. Kita harus segera bertindak dan menyelidikinya. Aku curiga ada beberapa oknum karyawan yang sengaja mencari keuntungan sendiri melalui jalur kotor," Lyra menanggapi.


"Tak kusangka, masih saja ada binatang pengerat di perusahaan ini." desis Alvian kesal.


"Lyra benar. Kita harus bekerja keras agar segera menemukan biang permasalahannya," imbuh Linda ikut berpikir keras.


"Alvian, segera periksa catatan keuangan dan semua jalur transaksi perusahaan. Ajak Deo, kemampuan IT nya mungkin akan bermanfaat. Sayang, kamu coba membaur dengan para karyawan yang berencana demo. Rata-rata yang sudah mogok kerja adalah karyawan level paling bawah. Aku rasa kamu cukup memiliki nama bagi para kuli, tukang, dan sejenisnya." Lintang memberikan instruksi.


"Aku akan menghandle bagian HRD menggantikan Linda. Sebaiknya Linda beristirahat dirumah. Usia kehamilanmu masih rentan. Apalagi ini ada kehamilan pertama," Lintang mengalihkan pandangan pada Linda.

__ADS_1


"Tapi aku masih kuat kok. Aku ingin terlibat dalam menangani masalah perusahaan.." Linda bersikeras.


"Sayang, nasehat Bos Lintang itu bener. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan calon bayi kita. Memang secara fisik kamu masih kuat. Tapi kau akan lelah pikiran!" Alvian ikut menasehati istrinya.


"Ish kalian para pria, tak akan bisa memahami betapa bosennya luntang-lantung dirumah dalam kondisi hamil!" dengus Linda tak suka.


"Sudahlah, Lin. Kamu sayang kan sama janin di perut kamu?!. Berikan yang terbaik buatnya." Lyra mengelus bagian perut Linda yang sudah sedikit membulat.


Semua segera bergerak sesuai tugas masing-masing. Tak terkecuali Lintang yang langsung berjibaku dengan data karyawan, memilahnya, mencari korelasi dengan masalah yang terjadi, sekaligus bersiap jika Deo sewaktu-waktu membutuhkan umpan data karyawan.


Wulan ikut bergabung membantu dan menemani Lyra untuk turun menemui bekas teman-teman kerja Lyra. Wulan bersikeras dilibatkan karena khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan jika Lyra hanya bergerak seorang diri.


Butuh waktu beberapa hari bagi Alvian dan Deo untuk melakukan audit secara menyeluruh dan sedetail mungkin. Memang ditemukan beberapa pembelanjaan dengan menggunakan dana perusahaan dalam jumlah yang cukup besar. Data stok juga menunjukkan kesenjangan antara stok riil, jumlah terjual, dan pembayaran diterima. Deo berhasil meretas beberapa transaksi penjualan yang sengaja disembunyikan menggunakan kata sandi.

__ADS_1


Ditempat lain, Lyra bersama dengan Wulan sedang melakukan komunikasi dengan Pak Zein, Kepala Gudang yang dulu pernah menjadi pimpinan Lyra. Disamping Pak Zein juga hadir beberapa perwakilan dari bidang Konstruksi, Pergudangan, Kebersihan, Transportasi, Keamanan, dan beberapa bidang lainnya.


"Dari informasi yang masuk, telah terjadi aksi mogok kerja besar-besaran yang akan disusul oleh rencana demonstrasi. Apa yang menjadi kendala teman-teman sehingga memilih langkah tersebut?. Apakah ada pihak lain yang memprovokasi kalian?" Lyra yang dulu duduk disana sebagai kuli, kini telah menjelma menjadi wanita muda yang bijaksana, anggun, dan kharismatik.


"Sebelumnya mohon maaf Ibu Lyra.." Pak Zein belum menyelesaikan kalimatnya, namun segera dipotong Lyra.


"Kalian adalah teman-teman seperjuanganku dulu. Cukup panggil nama, tak perlu sungkan!" ucap Lyra merasa canggung.


"Bagaimanapun juga kamu sekarang adalah istri dari pemilik perusahaan. Sangat tidak sopan jika kami tak tahu cara menghormati orang lain," disudut ruangan terlihat Pak Dirun angkat bicara dengan ditemani oleh Pak Hendro dan Pak Karjo, para tukang senior yang pernah menolong Lyra saat terjadi kecelakaan kerja.


"Biarkanlah mereka, Kak. Selama komunikasi bisa berjalan dengan baik, apapun panggilannya, sepertinya tidak masalah. Mereka hanya ingin menghargai Kakak," sergah Wulan yang merasa harus memberikan sedikit sentuhan bijak pada Kakak iparnya yang polos itu.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2