Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Diujung tanduk


__ADS_3

POV Author


Beralih pada pertempuran Sang Master melawan komandan kulit hitam lawan. Pak Fuad meski telah menua, namun tak menunjukkan rasa gentar sedikitpun pada lawannya yang bertubuh tinggi gempal mirip The Rock.


"Pak tua, pulanglah. Kau sudah terlalu renta untuk ikut permainan seperti ini. Lebih baik kau menimang cucumu dirumah daripada mati konyol!" cibir Pria Gempal mencemooh.


"Terimakasih atas sarannya. Tapi ijinkan saya sedikit mencoba kemampuanmu dulu," Pak Fuad menunduk sopan.


Ketenangannya dalam menghadapi berbagai situasi sungguh sangat luar biasa. Pun begitu, ia juga masih sempat untuk berlaku sopan dan elegan.


"Jangan menangis jika kau akan merasakan sakit setelah ini!" ujar Pria Gempal masih dengan pongah.


"Silahkan anda maju dulu. Maaf jika saya melawan dengan sedikit keras," kembali Pak Fuad menunjukkan kerendahan hatinya.


"Terima ini, Pak Tua!!" Pria Gempal mengayunkan katana ke arah Perut dan Dada Pak Fuad.


Pak Fuad hanya diam dan tenang tanpa melakukan pergerakan sedikitpun meski katana sudah mengarah ke tubuhnya.


Namun sekian centimeter sebelum katana Pria Gempal menyentuh kulit Pak Fuad, tubuhnya melentur seketika menghindarkan serangan.


TAPP


TAPPP


Dalam beberapa langkah cepat tahu-tahu tubuh Pak Fuad sudah berpindah ke belakang Pria Gempal.


BUGHHH


Dua genggaman tangan kosong Pak Fuad menghentak kuat bagian tulang belakang lawan hingga terpaksa tersungkur mencium lantai dengan keras.


Kurang dari satu menit pertarungan, wajah Pria Gempal sudah bersimbah darah akibat hidup dan giginya yang membentur lantai.

__ADS_1


Susah payah lawan dari Pak Fuad bangkit untuk kembali menyusun pola serangan.


BAKKK


KRAKK


"Arghh..."


"Kuda-kudamu terlalu lemah!" Pak Fuad menendang keras tulang kering Pria Gempal hingga terdengar suara tulang bergerak patah.


Pria Gempal itu hanya mampu terduduk dengan mulut meringis kesakitan.


"Apa kau ingin menangis?" cibir Pak Fuad membalas perkataan lawannya.


"Kuingatkan kau, Anak muda. Diatas langit masih ada langit. Didalam tubuh ular yang berdaging, tersimpan racun yang mematikan. Kau terburu-buru berpuas diri!"


BAKKK


Satu tendangan keras di kepala Si Gempal mengakhiri pertarungan. Tubuhnya ambruk tanpa daya.


"Kondisi teratasi dengan baik. 10 Manusia kulit hitam sudah kami libas habis," jawab Lyra cepat.


"Aku bersama tim utama sedang terlibat baku tembak dilantai atas gedung. Broto berniat kabur menggunakan Helikopter yang terparkir diatas gedung ini.. Aahhh..." Lintang tiba-tiba berteriak dan menghentikan kalimatnya.


"Pak Lintang tertembak!" teriak salah satu anggota tim utama yang berada di dekat Lintang.


"Mas Lintaaangg!!" Lyra berlari cepat menaiki tangga diikuti semua komandan DZ.


Beberapa anak buah Broto yang berusaha menghadang Lyra di tangga terlihat bergelimpangan menerima amukan serangan Lyra yang masih terus berlari dan berlari dengan panik.


Para komandan DZ yang ikut berlari berusaha memberikan perlindungan pada Lyra agar lebih mudah mencapai lantai teratas secepat mungkin.

__ADS_1


"Masss..." Lyra menghambur ke arah Lintang yang terkapar di lantai.


"Aku tak apa-apa. Segera hentikan Broto sebelum berhasil kabur!" perintah Lintang pada Lyra.


"Vian, berikan pertolongan pada Mas Lintang. Tim runduk dan semua komandan, tembak semua penghalang!" teriak Lyra dengan wajah memerah.


Lyra menerobos barikade pertahanan lawan dan berlari memburu Broto. Pak Fuad dan Deo tak tinggal diam. Keduanya ikut berlari demi membantu dan melindungi Lyra.


DOORR


DORR


Desing peluru berterbangan memekakkan telinga. Lyra berhasil meraih bahu Broto, namun..


PLAKKK


BUGHH


Seorang pengawal utama menghalau lengan Lyra dan menendangnya hingga tersungkur.


BAAKKK


"Serahkan pria ini padaku. Pak Fuad bantu Lyra menghentikan Broto!" Deo membalas tendangan pengawal yang menjatuhkan Lyra.


Lyra kembali bangkit dan kembali mengejar Broto.


BRUKK


Tendangan melayang Lyra berhasil membuat Broto tersungkur. Namun saat Lyra melancarkan tendangan berikutnya, Broto sudah kembali bangkit dan mencengkeram pergelangan kaki Lyra.


"Boleh saja para pengawalku kalah. Tapi tidak denganku!" Broto mengayunkan lengannya dekat kuat berniat mematahkan kaki Lyra yang masih ia genggam.

__ADS_1


WUSSS..


..._-_-_...


__ADS_2