
POV Author
Lyra dan semua anggota tim DZ tersentak oleh kelicikan Frans John. Satu yang mereka lupa, memeriksa ruang kamar dimana tadi Frans gadungan keluar dari sana.
"Deo, amankan tamu kedalam bus, lalu bergabunglah bersama Lyra dan tim Yosi. Tim Alvian serang dari sisi kiri dan kanan. Linda, kawal semua tim. Aku dan tim akan berputar ke belakang gudang untuk membekuk Frans. Semangat, berdoa, dan semoga kita selamat sampai akhir!" teriak Lintang berapi-api melakukan perubahan cepat mengikuti kondisi lawan.
Baku tembak kembali terjadi. Pasukan lawan yang telah berada diluar gedung langsung berhadapan dengan tim DZ. Kemampuan tim DZ yang sudah benar-benar terlatih dan teruji segera terbukti dengan unggul dalam pertempuran. Terlebih, pakaian tempur yang mereka gunakan lengkap dengan rompi anti peluru membuat mereka semakin leluasa bergerak dan menyerang.
Tak menunggu lama, bantuan pasukan dari Bintang dan Wulan juga mulai berdatangan. Desing peluru seperti pesta kembang api di pagi buta.
Melihat kondisi tim yang telah mulai menguasai keadaan, Lyra, Deo, dan Wulan bergerak masuk kembali ke gudang membantu tim Lintang yang sedang menyisir lokasi untuk menemukan Frans John.
"Well, tak semudah itu!" tiga orang pengawal khusus dengan pakaian serba hitam menghadang.
Deo bergerak menyongsong satu orang pembawa tongkat. Deo segera mengeluarkan katana untuk mengimbangi lawan.
Pukulan tongkat penuh ambisi berulang kali melesat mengejar tubuh Deo. Hingga pada satu sudut buta, tongkat itu mampu menghantam punggung Deo dengan keras.
BUUUGHH
"Mas Deoo!!" teriak Wulan melihat Deo yang terlempar menghantam tumbukan kardus BTT hingga berserakan.
"Hahaha, lawan lemah, nubie!" teriak lawan mengejek.
Deo sejenak menggeliat merasakan sakit dan panas yang menjalari area punggungnya. Tak mau menunda, Deo segera bangkit dan kembali menerjang.
TRAANG
WUSSS
__ADS_1
WUSS
Katana Deo kian menari memainkan beberapa jurus yang kesemuanya mampu ditepis tongkat lawan dengan akurat.
Namun lawan tak sadar jika itu hanya serangan tipuan Deo.
PAKKK
BANGG
Mengelabuhi dengan asyiknya permainan pedang, tiba-tiba gagang katana Deo berbalik arah dan menerjang pipi kiri lawan dengan telak. Tak berhenti disitu, tendangan kuat Deo menyambut pipi kanan lawan yang masih terhuyung akibat hentakan gagang katana sebelumnya.
Lawan terpelanting. Mulutnya mengeluarkan darah segar.
Tak mau menunggu, Deo melompat tinggi dengan mengayunkan katana ke tubuh lawan yang masih terkapar.
WUSSS
BAKKK
"Aaarghh!!"
Lawan berteriak pilu saat tendangan Deo tepat melesak ke bagian senjata berharga diantara dua paha lawan.
BLASHHH
Deo mengakhiri serangan dengan menghujamkan katana tepat ke perut lawan yang masih pecah konsentrasinya akibat rasa ngilu yang teramat sangat pada dua telur naga miliknya.
Disisi lain terlihat Wulan juga sedang menghadapi seorang lawan berpakaian serba hitam yang bersenjatakan pedang.
__ADS_1
CETARRR
Senjata Wulan yang berupa cambuk panjang terlihat menggelar-gelepar seolah ular beracun yang sedang mencari mangsa.
"Kesini kamu, sialannn. Jangan hanya berani bersembunyi dibalik pedang karatanmu itu!" teriak Wulan memprovokasi.
Lawan terpancing dan berlari ke arah Wulan. Pedang lawan berayun-ayun mencari korban.
WUSS
WUSSS
Wulan bukanlah Deo yang secara terang-terangan menghadapi serangan lawan. Sebaliknya, Wulan justru terlihat gemulai menari-nari indah menghindari setiap tebasan pedang yang hanya menerpa ruang kosong.
HAP
HAPP
Wulan melakukan salto kebelakang beberapa kali untuk memperlebar jarak dengan lawannya. Ketika jarak yang ia inginkan sudah terpenuhi..
CETARRR
TARR
TAR DULU,
BERSAMBUNG YESS :)
..._-_-_...
__ADS_1