Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Membuang semua asa


__ADS_3

POV Author


Lyra bersama Rani sedang sibuk membahas tentang menu makanan yang rencananya akan digunakan sebagai hidangan saat pernikahan nanti. Ketika mereka sedang asyik ngobrol, tiba-tiba datang taksi bandara masuk kehalaman rumah.


"Mamaaa!, kok ga ngabari Rani jika akan datang?!" Rani terperangah saat tahu bahwa yang datang adalah Mama dari Rani yang otomatis adalah Neneknya Lintang.


Mama dari Rani yang bernama Riana selama ini tinggal di London mengikuti suaminya. Ayah Rani 10 tahun yang lalu telah meninggal dunia, kemudian Mama-nya menikah lagi dengan seorang bule berkebangsaan Inggris bernama John.


"Percuma saja aku mengabarkan akan datang. Pasti suamimu yang arogan itu tak akan setuju jika aku datang kesini," sinis Riana dengan wajah jutek.


Memang Bintang tak pernah bisa akur dengan Riana. Hal itu bermula saat Riana tak setuju jika Rani menikah dengan Bintang. Latar belakang orang kampung yang tak tak berada membuat Riana sangat merendahkan Bintang. Namun saat karir Bintang meroket, giliran Riana yang yang memuja-muja dan berusaha menjalin hubungan dekat dengan Bintang. Sayangnya, Bintang terlanjur sakit hati. Sejak menikah hingga kini, Bintang selalu berwajah dingin pada Riana.


Bukannya Bintang tak pernah setuju jika Riana menginap dirumahnya, justru Riana sendiri yang tidak betah berlama-lama tinggal dirumah Bintang karena wajah dingin yang disuguhkan Bintang setiap hari. Bagi Bintang, tak masalah jika ia dulu direndahkan, namun saat orangtua Bintang dihina begitu rupa seperti binatang, Bintang tak akan pernah melupakannya.


"Papanya Lintang tak pernah menolak jjka Mama datang. Cuma Mama sendiri aja yang angin-anginan," balas Rani tak mau suaminya disalahkan.


"Halahh, kamu itu sama saja dengan suamimu. Tidak pernah menghargai Mama. Sudahlah, kamarku yang mana?, Mama capek!" wajah jutek Riana yang sok benar sendiri kembali muncul.


"Apa pantas jika cucuku akan menikah, tapi aku tak datang?. Sedingin-dinginnya suamimu, anakmu kan keturunanku juga. Mana mungkin aku tak datang hanya karena arogansi suamimu saja?!" mulut Riana terus saja mengomel tiada henti saat berjalan mengikuti Rani menuju kamarnya.

__ADS_1


--


Satu jam berikutnya..


"Jadi kamu yang akan menikah dengan Lintang?" tanya Riana dengan tatapan menyelidik.


Mata Riana turun naik seolah menelanjangi tubuh Lyra.


*Iya, Nek. Benar." jawab Lyra sopan.


"Apa kau bilang?, Nek?. Sembarangan saja. Panggil aku Oma atau Grandma. Anak jaman sekarang sangat kurang sopan santunnya!" baru kalimat pertama yang terucap dari Lyra, namun sudah mendapat kritik pedas dari Riana.


"Coba jelaskan asal-usulmu, dari trah mana, anak dari orang kaya mana, pekerjaanmu, yahh semacam itulah," cecar Riana.


"Ibu saya sudah meninggal, Oma. Saya hanya tinggal dengan Bapak saya. Kami bukan orang asli kota ini, Bapak saya orang perantauan dari luar pulau," terang Lyra apa adanya.


"Apa pekerjaan Bapakmu dan juga kamu?" Riana memicingkan mata.


"Bapak adalah Tukang servis elektronik, dan saya dulunya kuli di perusahaan Mas Lintang, namun kemudian diangkat menjadi asisten."

__ADS_1


DUERRR


KEWERR KEWERR


"APAAA!!" Riana berteriak keras.


*Anak orang perantauan, cuma tukang serpis elektronik, dan kamu cuma kuli?!. Oh Yaa Tuhan. Raniii! apa anakmu itu sudah rabun? Atau jangan-jangan wanita ini sudah memberi guna-guna pada Lintang!" suara Riana begitu lantang hingga memancing perhatian para pembantu rumah.


"Astaghfirullah..Mama jangan bicara seperti itu!. Lyra gadis yang baik dan sholehah. Dia juga muslimah yang taat. Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang beriman dan bertaqwa, bukan berharta, bukan bertahta, bukan anak siapa. Apalagi Mama menuduh Lyra memakai guna-guna. Istighfar, Ma!" Rani tersulut oleh ucapan Riana yang memanaskan telinga.


"Hehh, Rani. Kau sudah tertipu oleh kedok kerudungnya itu!. Manusia hidup perlu realistis. Menikah itu seumur hidup hanya sekali, tak bisa hanya mengandalkan kerudung. Bagaimana keluarga kita bisa dihargai orang lain jika punya menantu gelandangan seperti dia?!. Jangan kau ulangi keburukan masa lalu Bintang!"


"Cukup!. Saya tak tahu anda siapa. Tapi ucapan anda mewakili penilaian saya terhadap anda. Ayo Lyra kita pergi dari tempat ini. Kau harus sadar diri, kita tak pernah diinginkan oleh keluarga ini!"


"Satu lagi Bu Rani, dengan ini rencana pernikahan Lyra dan Lintang, BATALLL!!" Pak Joko tiba-tiba muncul di ambang pintu ruang tamu dan menyalak marah begitu mendengar ucapan Riana.


Tanpa membawa apapun Lyra diseret pergi oleh Pak Joko meninggalkan rumah itu, membuang semua asa yang baru saja tercipta.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2