Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Cantik-cantik galak


__ADS_3

POV Author


Semua dalam kondisi tegang saat menunggu hasil operasi pada tubuh Linda dimana peluru panas bersarang disana.


Linda dibawa kerumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri. Bagian dada kirinya yang dipenuhi merah darah membuat semua berpikir yang tidak-tidak karena dibagian dada kiri adalah tempatnya organ jantung berada. Hampir keseluruhan korban tembakan pada area jantung akan berujung pada kematian.


Lintang juga dirawat pada rumah sakit yang sama dengan Linda. Hanya saja Lintang hanya mengalami luka luar, memar, dan luka gores yang tidak terlalu berbahaya.


Satu korban jiwa dari pihak tim khusus yakni Fion sebagai penembak runduk 2 juga telah disemayamkan dengan layak. Kompensasi besar telah diberikan oleh Bintang kepada pihak keluarga korban.


"Mas, aku takut jika sesuatu terjadi pada Linda," wajah Lyra merebak sedih tatkala ia duduk dikamar inap Lintang dengan ditemani Alvian dan Wulan.


"Kita doakan yang terbaik untuk Linda. Dia seorang wanita pemberani dan berjasa besar bagi Bintang Group dan Negara," Lintang menyambut ucapan Lyra dengan wajah yang tak kalah sedih.


Lebih terlihat kalut diantara mereka adalah Alvian. ia tak mampu menyembunyikan kegundahan hati akibat terlukanya Linda.


"Ini semua salahku. Aku tak memiliki pengalaman mengatur tim, tapi sok mengatur posisi sehingga keamanan Linda tak terjaga. Aku memang bodoh," rutuk Lyra menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kak Lyra tidak salah. Kemenangan tim hingga bisa membawa Bos Lintang pulang adalah sebuah prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Yang terjadi pada Linda adalah kecelakaan dan resiko. Tak akan ada skenario tanpa cacat kecuali skenario Sang Maha Pencipta," tegur Alvian meluruskan perkataan Lyra.


"Apa yang dikatakan Vian itu benar. Kamu hebat. Linda juga hebat. Fion hebat. Hanya saja Linda dan Fion tak seberuntung kamu. Tapi baiklah jika kau bersikeras bahwa ini adalah kesalahan, kedepan kita akan belajar bersama untuk mengatur tim dengan lebih baik. Sudah saatnya kau dan Linda bergabung secara resmi kedalam tubuh Double Zero," Lintang berucap dengan bijak.


"Yang terpenting, Linda selamat dulu." jawab Lyra singkat dengan wajah kuyu.


"Vian, perwakilanmu segera datang keruanganku. Operasi pada Linda Nirmala sudah selesai dilakukan," dokter Andrian menghubungi handphone Alvian secara langsung.


Tanpa menunggu lama Alvian dan Lyra segera berlari menuju ruangan Andrian.


"Yoaii, rebes sob!" Wulan mengacungkan jempol.


Tak lama kemudian, "Silahkan duduk," Andrian mempersilahkan Alvian dan Lyra duduk.


"Bagaimana kondisi Linda?" wajah Alvian tak bisa menyembunyikan kepanikannya.


"Lu tenang deh, Bro. Ga ada yang perlu dipanikkan!" Andrian tertawa lebar melihat kepanikan dua orang yang ada didepannya.

__ADS_1


"Maksudnya?" Alvian mengerutkan kening.


"Operasi telah selesai. Kami menemukan satu butir peluru di bahu kiri Linda," terang Andrian.


"Bahu?, bukan dada?" Lyra ikut bersuara.


"Iya, hanya dibahu. Tak perlu khawatir." Andrian menjawab.


"Syukurlah," Alvian hendak bergerak memeluk Lyra sebagai ungkapan rasa bahagia, namun kepalan tangan ahli beladiri tersebut memberi respon berbeda.


"Ga usah cari kesempatan ya!" mata Lyra melotot galak, meski hanya pura-pura.


Mata Alvian ikut melotot jengkel.


"Ish cantik-cantik galak!" desis Alvian.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2