
POV Author
1 Minggu setelah pernikahan..
Pabrik beraktifitas seperti biasa dengan pengelolaan sementara oleh Pak Fuad sambil menunggu masa transisi kepengurusan baru sekaligus legalitas yang masih digodok oleh Notaris.
Hari ini, masa transisi dan legalitas usai dilaksanakan. Lintang memimpin rapat didampingi oleh sang istri tercinta.
"Syukurlah Akta perubahan pabrik menjadi pemroduksi berskala besar telah resmi diterbitkan Notaris dan telah disetujui pula oleh Menhumham. Atas permintaan istri saya, perusahaan akan berubah nama menjadi 'Bintang Joko Gulakita' atau disingkat menjadi BJG. Sesuai rencana sebelumnya, Lyranova akan menduduki posisi CEO dengan dibantu karyawan baru bernama Dahlia sebagai asisten pribadinya. Linda akan ditempatkan sebagai Direktur yang kedepannya akan bergantian dengan Lyra untuk menjalankan perusahaan. Posisi Wakil Direktur berikut Divisi lainnya juga sudah terbentuk dan dapat dipelajari pada company profile perusahaan. Sedangkan dewan penasehat akan diserahkan pada Bapak Fuad, Bapak Zul, dan Ibu Dasri. Sampai disini apakah ada pertanyaan?" Lintang menatap wajah-wajah ceria yang seolah memiliki semangat baru untuk menjalankan pabrik tua yang kini sudah dikembangkan.
__ADS_1
"Mengenai rencana peremajaan gedung, Pak?" Pak Fuad angkat bicara.
"Saya sudah menghubungi divisi kontraktor Bintang Group dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan kesini. Mengenai denah, perubahan tampak depan, perubahan instalasi listrik dan sanitasi, serta gambar detailnya juga sudah saya berikan kepada mereka. Lebih lanjutnya silahkan divisi umum untuk menindak lanjuti," kata demi kata, kalimat demi kalimat terlontar dari mulut Lintang dengan begitu jelas dan gamblang.
"Jika tak ada pertanyaan lagi, silahkan Lyranova sebagai CEO baru untuk memberikan satu dua patah kata," Lintang melirik gadis cantik disebelahnya yang tak lain adalah istrinya sendiri.
"Alhamdulillah. Saya ikut senang pabrik ini bisa dikembangkan sedemikian rupa. Terus terang saja, saya masih hijau dalam kemampuan memimpin perusahaan. Mohon bimbingan dari semuanya. Mengenai bagaimana menyiasati kehadiran saya terkait jarak tempuh dari ibukota yang cukup jauh, hal itu tidak akan menjadi soal. Secara on-time asisten saya akan bersiaga di perusahaan ini untuk membantu pengelolaan. Sedangkan saya dan Linda akan bergantian hadir dengan cepat karena adanya transportasi Helikopter akan sangat membantu pekerjaan ini. Disamping itu, kepentingan saya di ibukota adalah bersosialisasi, mencari rekanan baru, menarik klien, sekaligus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah melalui dinas perdagangan, dinas koperasi, hingga pada rencana export-impor." Sang mantan kuli terlihat begitu terampil dan cerdas memberikan penyampaian.
Tak salah bila Lintang memilih Lyra sebagai CEO. Meski hanya mantan kuli, kapasitas seorang Lyra ternyata mampu mengungguli Alvian sekalipun. Tidak hanya tegas, ia juga cerdas dan memiliki proyeksi jauh kedepan.
__ADS_1
Jika sedikit mundur kebelakang mengingat kembali kepergian Lyra dari rumah Lintang kala itu, semuanya membawa hikmah. Perusahaan Gula dapat terbentuk dengan baik karena kehadiran Lyra. Masa depan rumah tangga juga terangkai dari kepergiannya bermula. Tak ada yang mustahil bagi Sang Maha Pencipta. Sebaik-baiknya rencana kita, lebih indah Rencana-Nya.
Dilain tempat, Pak Bintang menfokuskan diri untuk membantu Wulan mengembangkan Double Zero Agent. Keberadaan DZ yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk mendukung segala pekerjaan yang dijalankan oleh Lintang, Lyra, Alvian, dan juga Linda.
"Apapun keadaannya, prioritas DZ adalah memastikan keamanan dan keselamatan Bintang Group secara menyeluruh. Terlepas ada atau tidaknya project dari negara, kita tetap beraktifitas karena keberlangsungan semua Perusahaan dibawah Bintang Group bertumpu pada kondisi kondusif yang diciptakan oleh DZ," terang Bintang.
"Saya memaklumi kesibukan mereka berempat. Oleh karena itu, saya dan Wulan secara khusus akan mengelola perkembangan DZ akan menjadi kelompok bayangan seperti yang diharapkan," lanjut Bintang penuh penekanan.
"Deo, saya tunjuk kamu sebagai koordinator utama di lapangan membantu Wulan. Namun tidak menutup kemungkinan Lintang, Lyra, Alvian, dan Linda akan sesekali bergabung dengan tim DZ pada waktu dan kondisi tertentu." Pungkas Bintang mengakhiri pertemuan tim DZ.
__ADS_1
..._-_-_...