Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
017 Operation 2


__ADS_3

Tim yang dikomando oleh Lintang sudah bergerak menyebar dalam persembunyian masing-masing. Sekian menit berikutnya bus mini yang mereka tunggu-tunggu sudah mulai terlihat di tikungan jalan dan segera memasuki area halaman gudang.


"Bos, gimana caranya tahu bahwa gudang itulah tujuan mereka?" Alvian berbisik melalui wireless earphone.


"Sekarang bukan waktunya untuk membahas itu. Kita fokuskan dulu pada misi!" potong Lintang tak mau terpengaruh oleh pertanyaan Alvian.


BLEPP


BEPP


Ketika semua orang telah berkumpul di sisi bus, tim Yosi bertindak lincah dengan membekap 5 orang yang berdiri paling belakang. Tanpa suara mereka melumpuhkannya dan membawa masuk diantara ilalang tinggi. Sekian detik berikutnya Tim Yosi sudah bergabung dengan kumpulan orang-orang yang mulai berjalan memasuki gudang.


"Selamat datang untuk para tamu yang terhormat. Maaf sedikit merubah agenda sehingga mengganggu kenyamanan anda semua. Didalam dus-dus itu sudah kami selipkan barang yang anda perlukan. Masing-masing dus akan terselip sekitar 1 ons barang. Berapa yang anda butuhkan, silahkan ajukan dengan Bos besar langsung setelah ini. Tapi sebelumnya mohon maaf, per orang hanya boleh membawa maksimal 3 dus agar aman dari pemeriksaan. Lagipula sisa stok masih diperlukan untuk dikirim ke luar negeri," seorang pria berkulit hitam menyambut.


Deo dan Lyra seketika terhenyak tatkala melihat logo BTT pada setiap dus tersebut. Tak terkecuali Tim Yosi juga ikut terkejut.


"Tepat sasaran!" Yosi segera membuat foto dus-dus yang ada disana menggunakan gagang bolpennya dan mengirim ke monitor Lintang.

__ADS_1


"Sekarang mari kita sambut Bos besar kita, Mr. Frans John!" pria kulit hitam melambaikan tangan ke arah sebuah pintu yang perlahan terbuka menampakkan seorang pria bule paruh baya.


"F-frans John.." Lyra berbisik dan terbata.


"Jangan gegabah. Usahakan untuk terjadi transaksi terlebih dahulu. Dokumentasikan transaksi yang terjadi. Setelah itu baru kita bekuk!" instruksi Lintang via wireless earphone kepada semua anggota tim.


"Well, saya akan menggunakan bahasa kalian karena saya yakin anda tak cukup fasih menggunakan bahasa internasional," dengan pongah Frans mengawali pembicaraan.


"Jangan menunda waktu. Berbarislah dengan rapi, ucapkan berapa yang akan anda beli, periksa barangnya, lakukan pembayaran via transfer, dan selesai. Anda bisa tidur nyenyak setelah ini!" Frans melanjutkan perkataannya.


Usai memberikan penjelasan tentang tata cara transaksi, tiba-tiba datang puluhan pengawal mengamankan tumpukan kardus yang akan ditransaksikan.


"Ok. Jangan ada yang menyerang tanpa aba-aba. Lyra dan Deo, persempit jarak kalian dengan Frans. Lumpuhkan kepalanya, maka tubuhnya akan mengikuti. Kalian paham maksudku?" Lintang kembali memberikan instruksi.


"Ok." Jawab Deo dan Lyra bersamaan.


"Sebaiknya kalian berbaris dibelakang wanita itu. Dia wanita satu-satunya disini, sebaiknya mendahulukan wanita. Bukan begitu?" Frans melemparkan sebuah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

__ADS_1


Dengan cepat para tamu membuat barisan memanjang dibelakang Lyra dan Deo. Tim Yosi juga mengambil barisan yang tidak terlalu jauh dari Lyra untuk mengantisipasi segala kemungkinan.


ZAPP


ZAPPP


ZAPP


Diluar sana, tim Linda menggunakan senapan berperedam berhasil melumpuhkan semua penembak runduk lawan yang memang memiliki tugas mengamankan gudang dari persembunyian.


"Baiklah, Nona. Kau utusan dari mana dan berapa yang kau inginkan?" ucap Frans tanpa basa-basi.


"Saya keponakan Master Neo. Apakah saya bisa mengambil 10 dus?" ucap Lyra yang memang berniat mengulur waktu untuk menunggu kelengahan lawan.


"Oh utusan dari Master Neo. Khusus untuk Master Neo mungkin saya hanya bisa memberikan maksimal 5 dus dengan harga dipotong 10%. Bagaimana?" Frans memicingkan mata.


"6," tawar Lyra.

__ADS_1


"Ok. 6 dus mari kita periksa bersama," Frans melangkah menuju tumpukan dus diikuti Lyra dan Deo.


..._-_-_...


__ADS_2