
POV Author
Kebaya putih panjang menjuntai, berpadu hijab dengan warna senada membuat Lyra pagi itu tampil bak bidadari surga. Lintang dibuat melongo melihat kecantikan Lyra yang meningkat berkali-kali lipat setelah di rias.
Lintang mengenakan setelan jas warna putih yang terlihat serasi saat berdampingan dengan Lyra. Tak beda dengan Lintang, Lyra juga nampak terpukau melihat penampilan Lintang yang membuatnya meleleh. Belum lagi saat memandang senyum Lintang yang menjadi sesuatu yang candu bagi Lyra sejak dulu.
"Saudara Lintang Fanani bin Bintang Fanani, saya nikahkan dan kawinkan anda dengan Lyranova binti Joko Zubaidi, dengan mas kawin berupa uang senilai 1 milyar rupiah dan 2 Helikopter, dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Lyranova binti Joko Zubaidi dengan mas kawin tersebut diatas, dibayar tunai!"
"Sah,"
"Sahh,"
"Sah."
"Alhamdulillah.."
Semua tersenyum bahagia menyaksikan bersatunya dua insan dalam satu ikatan pernikahan. Tak sedikit pula keluarga yang menangis haru mengingat bagaimana rumitnya perjalanan cinta Lintang dan Lyra.
Disamping Lintang, terlihat Lyra berurai airmata. Ia teringat Almarhum Bapaknya yang baru saja tiada. Lintang dengan penuh kasih sayang membelai punggung istrinya untuk menenangkan.
Acara berlanjut pada rangkaian prosesi pernikahan selanjutnya. Lintang dan Lyra mengikuti semua prosesi dengan khikmat. Ramah tamah menjadi ujung akhir dari semua rangkaian acara pagi itu.
__ADS_1
"Selamat ya, Nak. Papa bangga dengan perjuanganmu!" Bintang merangkul hangat anak tertuanya.
"Selamat ya, sayang. Akhirnya jadi juga kamu nikah," Rani juga bergantian memeluk Lintang dan Lyra.
"Selamat, Sob. Kalau butuh obat kuat buat belah duren, hubungi aku!" kelakar Alvian sontak membuat wajah Lyra memerah.
"Belah duren orang kamu ributin. Tuh urus burung kasuari yang gatot berkicau saat di vila!" balas Lintang pedas.
"Yaelah, to the poin banget kamu nonjoknya!" wajah Alvian berubah masam.
"Selamat ya, Pak. Semoga Samawa," Linda tak ketinggalan memberikan ucapan selamat.
Secara bergantian semua tamu bersalaman dengan mempelai untuk memberikan selamat. Acara ditutup dengan sholat dhuhur berjamaah di Mushola pabrik.
Usai acara, Helikopter membawa mempelai berikut keluarganya menuju hotel tempat mereka menginap. Wajah-wajah letih terlihat di rona muka mereka.
"Mas, terimakasih atas semuanya. Aku sangat bahagia.." senyum terkembang di bibir Lyra.
"Ini semua demi kamu, Sayang. Mulai sekarang kamu jangan merasa sendiri lagi. Ada aku yang bisa menjadi tempat berkeluh kesah. Ada Papa dan Mama yang bisa menjadi orangtuamu. Ada Wulan yang menjadi adikmu. Kita sekarang satu keluarga," Lintang memandang kecantikan bidadari dihadapannya.
"Penat, letih, dan kesedihan menjalani semua ini akhirnya terbayar sudah. Tak ada lagi sekarang kuli bernama Lyra. Tak ada lagi yang namanya asisten pribadi CEO di rumah. Yang ada sekarang adalah Nyonya Lintang yang cantik menawan hati," imbuh Lintang yang tak pernah bosan memandang wajah cantik istrinya.
"Hemm mulai deh gombalannya," Lyra tersenyum geli.
__ADS_1
"Goyang Semangkanya mau sekarang apa nanti malam aja, Sayang?" otak polos Lintang mulai terkontaminasi hasrat menggebu.
"Ishh apaan sih, Mas." bibir Lyra mengerucut imut.
"Ditanyain kok malah manyun gitu sih?" tegur Lintang bingung.
"Lagian sih. Kebiasaan, To the poin banget sih ngomongnya, persis seperti kata mbak-mbak yang kasih komentar. Dan lagi Mas ya. Urusan begitu mah ga usah ditanya. Pakai bahasa isyarat aja udah paham aku-nya. Heran deh, bikin malu aja!" Lyra semakin cemberut.
"Ya udah ganti baju dulu ya sayang, aku bantuin. Abis itu mandi, trus makan yang banyak biar bisa kuat mende-sahnya nanti, hahaha. Setelah ini kita turun dulu yah. Kita jalan-jalan cari udara segar. Urusan goyang semangka nanti nunggu bab berikutnya aja!" Lintang seperti hilang urat malunya jika membicarakan seputar keme-suman.
"Kuat mende-sah apaan!. Aku ini jago bertarung. Urusan mudah kalau hanya bertarung di ranjang!"
HEPP
EHMMH
Tak meladeni ucapan Lyra, Lintang langsung melu-mat bibir mungil istrinya. Kecipak saliva menjadi musik pengiring kemesraan kedua insan yang benar-benar sangat dahaga untuk menyatukan rasa. Sebuah rasa yang terpendam lama.
..._-_-_...
Readers,
Hari ini cukup 2 bab dulu ya up-nya. Author perlu melanjutkan pekerjaan lain yang belum beres, (Hehehe niat banget ngerjain pembaca yang lagi adem panas menunggu goyang semangka).
__ADS_1
Semoga harimu menyenangkan..
..._-_-_...