Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Kalau ade sale-sale kate, maapin aje


__ADS_3

POV Author


Usai membuang mesiu, Alvian berniat kembali ketempat semula. Namun apa yang ia dapatkan?, Laras dan Lintang hilang dari pandangan. Alvian merasa kecolongan jadinya.


"Kemana tuh si perawan ganjen bawa bos gue?!. Dasar perawan ga laku, enak aja main bawa-bawa tanpa permisi!" Alvian uring-uringan.


Terpaksa Alvian berjalan tanpa arah untuk mencari keberadaan dua sejoli dadakan yang sedari awal sudah bikin Alvian ketar-ketir.


"Oh kalau tidak salah tadi si perawan ganjen bilang mau ke taman bunga. Sepertinya mereka disana," gumam Alvian sambil mengedarkan pandang mencari letak taman bunga.


Sesuai arahan Bapak Sekuriti yang baik hati, akhirnya Alvian menemukan letak taman bunga.


"Dimana sih mereka?!" sayangnya Alvian belum berhasil menemukan mereka meski sudah mengelilingi taman bunga 10 putaran.


"Hoshh..hosh. Kenapa gini banget sih nasib gue?. Niat mau jagain, malah harus jogging malam-malam. Aduh Lindaa..suamimu sedang menderitaaa!" Alvian meraung tak jelas.


Namun pandangan Alvian terhenti saat mendapati Lintang dan Laras sedang duduk-duduk di sebuah kedai mini.


"Eh kalian ya, disini rupanya. Enak-enakan makan es krim. Aku nyariin sampai baju basah kuyup keringetan!" Alvian mendelik sadis tatkala mendapati Lintang dan Laras sedang duduk manis di sebuah kedai es krim.

__ADS_1


"Lah, salah sendiri. Kenapa ga telpon?!" jawab Lintang terkekeh.


"Waduh iya ya. Kenapa tadi aku ga telpon aja?!. Yaa Allah..kacau pikiranku!" Alvian terduduk dengan lemas diatas rerumputan dengan wajah hampir menangis.


"Tuan Alvian kan sudah Laras saranin buat nunggu di mobil aja tadi!" keusilan inilah yang membedakan Laras dan Lyra.


"Siapa kamu ngatur-ngatur gue?!" Alvian berubah mode galak begitu jiwa arogansinya terpancing.


"Eh I-iya, maaf, Tuan.." sontak wajah Laras berubah ketakutan begitu sadar bahwa ia sedang berhadapan dengan CEO dan wakil CEO paling iyes se-Incon.


"Lagian ini si bos kenapa ga peka banget sih ah?!. Dia itu idola kaum hawa. Kenapa malah mau aja diajakin nongkrong ama si perawan ganjen?!" Alvian menatap Lintang dengan kesal.


"Tuan Lintang, maaf kalau terkesan saya mencari kesempatan untuk jalan bareng. Ini kan kondisi terbatas. Besok atau lusa juga Tuan bakal kembali ke ibukota. Jadi apa salahnya kalau kita sedikit akrab di sisa waktu yang hanya sedikit ini," Laras nekad berterus-terang tanpa mempedulikan kehadiran Alvian.


"Wajar dari Hongkong. Atau wajar dari Etiopia?. Maaf ya Laras. Jujur gue lebih protektif terhadap atasan gue. Dia tanggung jawab gue. Kita ke Suretown dalam urusan kerja. Jadi sepertinya tidak perlu melakukan hal-hal tak berguna seperti ini!" serobot Alvian to the point dengan level pedas maksimal.


"Vian!. Tolong hargai orang lain dan lebih sopan jika berkata-kata!" tegur Lintang terusik oleh kegalakan Alvian.


"Aduuhh si Bosss!!" Alvian membentur-benturkan wajahnya ke tanah berumput saking kesalnya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pamit saja, Tuan. Sepertinya Tuan Alvian tidak suka dengan kehadiran saya disini," Laras beranjak berdiri dari tempat duduknya.


"Jangan begitu, Laras. Maafkan ucapan Alvian yang mungkin menurutmu kasar. Ini hanya salah paham biasa. Jangan terlalu dimasukkan hati!" Lintang meraih tangan Laras yang sudah mulai melangkah.


"Adududuh..pegang tangannn. Oh Nooo!!" batin Alvian berteriak galau namun tak berani ia ucapkan karena khawatir Lintang semakin marah.


"Alvian. Cepat minta maaf!" sentak Lintang karena melihat Alvian hanya diam tanpa suara.


"Tapi itu..."


"Sudah buruan minta maaf!!"


"Kalau ade sale-sale kate, maapin aje!" ucap Alvian dengan tempo cepat.


"Permintaan maaf macam apa itu?!" mata Lintang melotot.


"Terserah deh. Penting gue udah minta maaf. Kalau diterima ya syukur, kalau ga mau ya udah. Capek saya Bosss!" Alvian bangkit dan ngeloyor pergi dengan penuh rasa kecewa.


"Eh mau kemana kamu??" teriak Lintang memanggil Alvian.

__ADS_1


"Bodo amat dah. Gue mo telepon Bos Lyra dulu. Daripada makan ati gue disini!" jawab Alvian sambil terus berjalan makin menjauh.


..._-_-_...


__ADS_2