Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
017 Operation 3


__ADS_3

POV Author


"Oh utusan dari Master Neo. Khusus untuk Master Neo mungkin saya hanya bisa memberikan maksimal 5 dus dengan harga dipotong 10%. Bagaimana?" Frans memicingkan mata.


"6," tawar Lyra.


"Ok. 6 dus mari kita periksa bersama. Untuk anda lainnya tetap berlaku maksimal 3 dus," Frans melangkah menuju tumpukan dus diikuti Lyra dan Deo.


salah satu pengawal membukakan sebuah dus dan mengeluarkan beberapa tumpukan tepung terigu kemasan 1 kilogram. Pada pertengahan tumpukan tersembut satu tepung kemasan kecil, namun dengan warna yang serupa.


"Tepung kemasan kecil inilah barang yang akan kita transaksikan. Anda tentu bisa membedakan mana tepung asli, dan mana tepung kamuflase," Frans menunjuk barang yang dimaksud sedang satu sudut bibir tersungging.


"Bisa anda mengambilnya dan menunjukkan langsung pada kami?" pinta Lyra penuh strategi.


"Never mind, tak masalah." sambut Frans dan langsung mengambil kemasan kecil yang dimaksud.


"Ok, dokumentasi completed!" bisik Yosi ada semua anggota DZ.


BLAKKK


Dengan kecepatan yang sulit diamati menggunakan mata telanjang, Lyra bergerak menjatuhkan Frans dengan teknik membanting dan menguncinya.

__ADS_1


"Mundur semua, atau saya ledakkan kepalanya!" Lyra memaksa Frans berdiri dengan belati tepat menghadap jantungnya.


Deo juga bergerak mengeluarkan pistol dan mrnodongkan ke sisi kanan pelipis Frans John.


"Tolong jangan impulsif. Kita bisa bicarakan ini baik-baik," Frans berusaha menunjukkan reaksi setenang mungkin meski sebenarnya ia cukup tertekan dalam kondisi dua senjata mengarah ketubuh.


Beberapa pengawal hendak membantu, namun bentakan Frans membuat mereka mengurungkan niat, "Kalian ingin membunuhku?, cepat mundur!!" Frans mulai terlihat gemetar.


"Apakah anda menginginkan pembagian hasil dari transaksi ini?. Tolong tariklah senjata kalian dan kita akan membahasnya," Frans mencoba bernegosiasi.


"Shut up!. Kami yang pantas memberikan penawaran. Anda tak berhak untuk bernegosiasi." Mata Deo menyorot tajam.


"Shut up itu apaan sih?. Bahasa umum aja, Bang Bro!" bisik Lyra melalui wireless earphone sontak membuat semua anggota tim DZ terkekeh sesaat.


"Baiklah, Sayang!" Alvian menggoda. "Tetap santai, jangan tegang, ini hanya sebuah permainan. Fokus dan tersenyumlah!", Alvian sengaja membuat gurauan untuk mengurangi tensi ketegangan tim.


"Ayo ikut. Dan kalian, jangan ada yang bergerak selangkahpun!" Lyra menggelandang Frans keluar dari pintu gudang.


DORR


Seorang pengawal ingin mengambil kesempatan peluang menyelamatkan Frans. Namun satu penembak runduk yang sudah naik ke atap gudang langsung menembakkan satu peluru panas.

__ADS_1


Seketika wajah pasukan lawan juga para tamu menjadi menegang setelah melihat satu pengawal mati tanpa tahu siapa yang menembaknya.


"Semua tamu, ikut bergerak keluar bersama kami!" teriak Deo memberi perintah.


Dalam waktu kurang dari satu menit, tim Lyra, tim Yosi, Frans, dan semua tamu sudah berada di halaman gudang.


DORR


DOR


DORR


Terjadi pergerakan lagi didalam sana. 2 Orang penembak runduk yang berada di atap menjadi kuwalahan mengatasi lawan di dalam gudang yang jumlahnya hampir 100 orang.


Tim Yosi berbalik badan dan kembali merapat ke pintu gudang untuk membantu menahan serangan. Baku tembakpun tak terelakkan lagi. Pasukan lawan cukup sulit dilumpuhkan karena mereka telah menyebar di semua penjuru gudang dan bersembunyi diantara kardus serta barang-barang lainnya.


"Semua bergerak mundur dan pancing lawan agar keluar dari gudang!" perintah Lintang.


Lyra dan Deo mendorong Frans semakin menjauhi gedung bersama dengan para tamu, diikuti tim Yosi yang bergerak mundur secara bertahap.


"Hahaha..kalian pikir aku bodoh?!. Pria tua yang kalian bawa itu hanyalah peran pengecoh. Aku tahu kemungkinan bisa saja terjadi seperti ini. Akulah Frans John yang asli. Jemput tubuhku jika kalian mampu! Hahaha.." suara Frans menggema melalui pengeras suara gudang.

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2