
POV Author
Setelah 1 minggu dari saat gagal menonton bioskop, Wulan baru bisa bertemu dengan Lyra. Dalam 6 hari sebelumnya, mereka selalu berada pada timing yang tidak tepat. Lyra selalu sibuk mengurus perusahaan setiap kali Wulan mencarinya. Sedangkan handphone Lyra juga sedang rusak dan belum sempat membeli handphone pengganti.
"Sebel tau ga. Susah banget nyariin Kak Lyra!" Wulan akhirnya nekad datang ke kantor BTT untuk menemui kakak iparnya tersebut.
"Wulan, kan Kakak sedang sibuk. Perusahaan kita segitu banyaknya lho. Kami hanya berempat, dan harus mendampingi semua perusahaan secara adil. Maaf ya, sayang.." Lyra merasa tak enak hati karena tak memiliki waktu luang yang cukup untuk keluarga.
"Ga masalah, Kak. Aku tuh hanya penasaran," Wulan kembali teringat tentang alasannya untuk bertemu dengan Lyra.
"Penasaran apa hayoo?" Lyra merangkul Adik iparnya dengan sepenuh ketulusan.
"Kok Kakak bilang ada Power Ranger sih di bioskop?!. Aku tuh sudah kesana sama Mas Deo, mau nonton. Tapi ternyata tidak ada rilis film baru itu!" Wulan menumpahkan uneg-unegnya.
"Ooh jadi begitu. Sekarang sudah suka jalan sama Deo.." goda Lyra menahan senyum.
"Ish Kakak. Jangan alihkan pembicaraan. Alasan Kakak apa sih sampai bohongin Wulan tentang film itu?!" rajuk Wulan dengan manja.
__ADS_1
"Lho..Kakak jujur kok. Emang ga ada ya filmnya?. Kakak velum lihat sih.." Lyra mengerutkan kening heran.
"Udah dibilang dari tadi juga. Power Ranger ga pernah rilis film layar lebar baru dalam 1 tahun ini. Kakak dari mana infonya?" Wulan jadi ikit heran.
"Tuh.." dagu Lyra bergerak maju memberi isyarat ke arah Lintang yang sedang duduk di belakang meja kerja.
"Aduh Wulan. Bahasan tidak penting banget. Kakak sedang kerja. Tidak ada waktu bahas film bocil macam itu!" omel Lintang mencari alibi.
"Dasar informan tidak bertanggungjawab. Biang gosip tak berlisensi. Bikin desas-desus palsu tanpa dasar!" Wulan bukannya mereda saat melihat kesibukan Lintang, justru ia menceramahi Lintang tanpa ampun.
"Heh bocah ingusan. Peka sedikit dong. Lihat situasi kalau ngomong. Nih lihat, BTT sedang menghadapi masalah internal, karyawan banyak yang mogok kerja dan berencana demo. Belum lagi urusan keuangan
"Adododoh. Iya iya maaf. Adohhh sakit tau. Lagian gitu aja kok marah. Dasar Ababil!" Wulan mengaduh kesakitan.
"Apa kamu bilang? Ababil?. Minta dihapus uang jajan bulanannya, hahh?!" Lintang memberikan ancaman serius, meski sebenarnya tak sepenuhnya serius karena ia memang sangat menyayangi adiknya tersebut.
"Iya, Kak. Maafin Wulan. Tapi boleh ga Wulan bertanya, satuuu aja.." Wulan bergelayut manja pada bahu sang Kakak.
__ADS_1
"Mau tanya apa?" lirik Lintang dengan perasaan tak enak.
"Info Power Ranger itu Kakak dapat dari siapa?. Atau jangan-jangan Kakak sengaja membohongi Kak Lyra ya?!" skakmat, senjata makan tuan Lintang.
"Tanya Alvian, Noohh!" Lintang melirik Alvian bermaksud melempar bola panas pada musuh adu mulut bebuyutannya tersebut.
"A-aku ga ngomong apa-apa. Hanya bilang pernah baca di FB," Alvian tergagap.
"Nah itu dia pelakunya ngaku, hahaha.." tawa kejam Lintang.
"Emang di FB ada postingan gitu?" Wulan memicingkan mata.
"Ada kok." jawab Alvian cepat.
"Coba, akun siapa yang nyebarkan.." Wulan segera membuka aplikasi dalam handphonenya.
"Akun, Kak Lintang." Alvian kabur ke kamar mandi.
__ADS_1
..._-_-_...