
POV Author
"Maafkan saya jika sebelumnya tidak sopan, Tuan Lin." Ucap Laras saat menepati janjinya untuk mentraktir makan siang Lintang.
"Laras, kita bukan atasan dan bawahan. Pimpinanmu adalah Tuan Julian dan Tuan Andrew. Jadi kau jangan sungkan berlebihan seperti itu. Kita adalah teman," jawab Lintang merasa tak enak hati jika harus diagung-agungkan.
Namun jawaban Lintang tersebut justru memantik pemahaman lain dari seorang Laras. Ia menganggap bahwa Lintang telah membuka peluang untuknya agar lebih dekat. Wanita mana yang tak akan tertarik melihat sosok tampan, muda, kaya-raya, dan baik hati seperti Lintang. Hanya saja Laras belum mengetahui bahwa Lintang bukanlah pria single seperti yang ada dalam pikirannya.
"Ta-tapi strata sosial kita berbeda," kelit Laras menjatuhkan harga dirinya.
"Hahaha, Larass, Laras. Pertemanan tidak mengenal strata sosial. Jangan merendahkan diri dan berpikiran terlalu picik!" Lintang tergelak melihat kepolosan hati Laras.
__ADS_1
Sosok Laras mengingatkan Lintang pada istrinya, Lyra. Mereka sama-sama lembut dan polos. Meski Lyra lebih cantik dengan balutan pakaian muslimahnya, namun Laras juga bukanlah gadis buruk rupa. Wajahnya tergolong cantik, hidungnya mancung, dan kulitnya yang putih. Yang membedakan dengan Lyra adalah cara berpakaian Laras yang tanpa hijab dan mempertontonkan rambut halus panjang seindah gadis shampoo.
"Haistt..kenapa pikiranku malah kemana-mana. Sadarlah Lintang, kau sudah beristri!" bisik hati Lintang.
"Tuan Lintang selama di kota Suretown tinggal dimana?" tanya Laras berusaha mengakrabkan diri.
"Aku tinggal di Hotel Shirton tak jauh dari sini," tukas Lintang.
"Kita bertukar nomor handphone saja dulu. Aku yak bisa janji nanti malam akan bisa atau tidak. Namun kau bisa memastikan melalui WhatsApp!" pungkas Lintang sambil menyelesaikan makan siangnya karena ia harus segera kembali ke ruangan Julian untuk melanjutkan pembicaraan.
Beberapa menit kemudian di ruangan Julian..
__ADS_1
"Seperti yang kita bicarakan tadi pagi, memang sangat perlu bagi kita memiliki ikatan kebersamaan. Dengan bersama, kita akan lebih kuat. Dengan bersama pula, kita akan mengeliminasi ketidakcocokan satu sama lain.." ucap Angga mewakili keluarga Naya.
"Kedepan, kita bisa merealisasikan kebersamaan itu melalui kegiatan nyata. Saya dengar kemampuan beladiri Tuan Angga dan timnya cukup tinggi, Tuan Albert juga memiliki keahlian khusus, kami pribadi juga sering didampingi DZ Agent, Kejeniusan Tuan Julian juga sangat menonjol. Maka daripada itu, sebaiknya kita tak menahan diri jika satu diantara kita mendapati gangguan dari pihak lain. Dalam artian, kita harus maju bersama, sukses bersama, aman bersama." Lintang menyambut usulan tersebut dengan antusias.
"Dengan kekuatan 2 keluarga di masing-masing kota Suretown dan Jackcity, saya rasa sangat berpeluang baik untuk pertumbuhan kita sendiri. Dua kota ini adalah kota terbaik di Incon. Kita akan sangat memegang kendali," imbuh Julian.
"Menyikapi peluang usaha baru yang memiliki kesamaan misi bagi beberapa dari kita, alangkah baiknya hal itu tidak menjadi pertentangan. Justru itu adalah peluang bagi kita untuk berkolaborasi dalam bisnis. Butuh adanya keterbukaan dan saling pengertian. Sebisa mungkin kita hilangkan segala kerikil kecil yang memantik perselisihan diantara kita," Naya juga ikut bersuara.
to be continued..
..._-_-_...
__ADS_1