
POV Author
"Tim akan dibagi menjadi 5. Tim inti akan kupimpin sendiri melalui jalur belakang setelah kita mulai bentrok. Alvian akan menyamar sebagai aku untuk menemui Broto. Selama ini Broto belum pernah bertemu muka denganku. Jadi, kecil kemungkinan jika ia sudah mengenali wajahku. Yang bertindak sebagai sopir adalah Pak Fuad. Tim ke 2 dipimpin oleh Deo dari jalur udara, gunakan Helikopter. Tim ke 3 adalah tim badak yang akan bergabung dengan Alvian dan Pak Fuad sebagai tim sapu bersih. Tim ke 4 adalah penembak runduk yang dipimpin oleh Wulan menggantikannya posisi Linda. Tim ke 5 adalah tim yang dipimpin Lyra dengan tugas khusus. Tim dari Amsterdam akan masuk ke dalam tim yang dipimpin Lyra. Sampai disini ada pertanyaan?" Lintang dengan tegas mengatur komposisi tim yang akan berangkat.
"Bagaimana kita mengatur jarak dengan Alvian agar Broto tak curiga?" tanya Deo.
"Itu tugasmu mulai malam ini untuk meretas semua jalur komunikasi. Pastikan maksimal besok sore sudah bisa kau tentukan titik koordinat yang akan digunakan sebagai lokasi. Segera berangkat dan bersiaga disekitar lokasi sebelum Alvian memasuki area!" pola pemikiran Lintang yang begitu taktis semakin nampak dari setiap pengaturan yang ia lakukan.
"Jika kita telah tahu koordinatnya, kenapa kita tidak langsung menyerang saja tanpa harus bertemu muka dengan Broto?" Pak Fuad ikut bertanya.
"Akan sangat riskan bagi sandera jika kita terlalu dini memberikan kejutan." Lintang menatap Pak Fuad dengan serius.
"Bapaknya yang tentara, kenapa anaknya yang bukan tentara malah lebih pinter gini.." Pak Fuad menggaruk jenggotnya.
"Tugas khusus apa yang dilakukan Kak Lyra?" Alvian penasaran.
"Penyusup. Jadi jangan melakukan serangan apapun sebelum menerima sinyal kesiagaan dari Lyra. Sayang, sinyal apa yang akan kau gunakan besok malam?" Lintang menatap lembut gadis cantik yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Tak ada sinyal suara atau semacamnya. Cukup fokus pada wireless earphone masing-masing untuk mendengarkan instruksiku." Tegas Lyra tak kalah serius.
"Bagaimana dengan pemeriksaan gudang senjata?" Lintang bergantian menatap Alvian dan Wulan.
"Lebih dari cukup. Kita juga menerima sumbangan senjata modern dalam jumlah besar dari tim Badak. Ini akan sangat meriah.. hehe," Alvian sengaja menyelipkan sedikit candaan untuk mencairkan suasana tegang.
"Yee..apaan meriah?!. Kamu kira ini pesta kembang api?, atau pesta pernikahan?" cebik Lintang jengkel.
"Selow baby.." Alvian terkekeh.
"Selow, selow. Sekarang aja bilang selow. Kemarenan galon tingkat dewa," Lintang geleng-geleng melihat mood Alvian yang naik turun mirip rollercoaster.
"bacod lu!"
"Boss.. Jimmy dan Ronald datang," teriak Deo dari depan pintu.
"Ajak mereka segera masuk!" sambut Lintang gembira.
__ADS_1
"Apa kabar boss?" sapa Jimmy yang dulu sempat melihat kemesraan Lintang dan Lyra saat naik mobil yang dikemudikannya.
"Hi, boss.." Ronald ikut menyapa.
"Hi. Baik, bro. Ayo duduk. Kondisi cukup rumit. Tentu kalian sudah dijelaskan garis besarnya oleh Deo kan?" Lintang mencoba memastikan.
"Sudah. Tinggal koordinasi untuk tim penyerangan." Jawab Ronald.
"Baiklah. Kalian berdua bersama separuh tim Amsterdam akan dipimpin oleh istriku di tim 5. Sisa separuh tim Amsterdam lainnya disimpan sebagai tim bantuan dan cadangan dengan memantau dari jarak aman. Apa kalian mengerti?" Lintang terbiasa menjelaskan dengan lugas dan tidak bertele-tele.
"Jelas." sambut Jimmy dan Ronald hampir bersamaan.
"Baiklah. Setelah ini silahkan berdiskusi bersama Lyra untuk pengaturan tim 5. Setelah itu biar Deo mengantarkan kalian ke Hotel. Tentu kalian cukup lelah setelah melakukan perjalanan jauh.." sambung Lintang.
"Oya, ada tambahan. Lyra, Alvian, Deo, Pak Fuad, Jimmy, Ronald, Yosi, Damar, Mukidi, dan Wulan tolong siapkan diri. Informasi dari Papa, ada 10 pengawal berkulit hitam dengan kemampuan diatas rata-rata. Aku harap kalian bisa mengatasinya jika harus berduel satu lawan satu. Untuk Broto, biar aku yang menghadapinya. Ini adalah pertempuran besar. Kita akan mati-matian demi membekuk Broto dan kawanannya." Tandas Lintang.
"Bintang Group, Are you here?!" teriak Lyra memberi semangat.
__ADS_1
"Yes, We are here!" jawab semua serempak.
..._-_-_...