Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Mr. John


__ADS_3

POV Author


"Apakah kau masih penasaran tentang hubungan kami dengan Liana?. Silahkan tanya pada Tuhanmu setelah kami kirim kalian sebentar lagi!" Wiwik ikut angkat bicara.


"Oma tega ingin membunuh cucu keponakan sendiri?" Lyra angkat bicara dengan wajah semakin menegang serius.


"No no no. Dia bukan cucuku. Sejak kecil aku tak pernah menganggap Ambarwati sebagai saudara. Mereka semua pilih kasih dan hanya menyayangi Ambarwati. Oleh karena itu, aku bertekad menjadi anak tunggal dan menyingkirkan Ambarwati!" wajah Ambarsari terlihat sedih mengenang masa-masa dimana ia dinomorduakan dibanding saudara kembarnya sendiri.


"Kakek dan Nenek buyut tentu memiliki alasan sehingga lebih menyayangi Oma Ambarwati. Sangat tidak logis jika wajah yang sama tapi menerima perlakuan yang berbeda, kecuali karena kondisi tertentu!" sanggah Lintang tak suka.


"Lebih baik kau tanyakan langsung pada Ambarwati saat di akhirat nanti!" teriakan Ambarsari demikian mengiris hati Lintang.

__ADS_1


"Ja-jadi kau juga yang membunuh Oma Ambarwati?" Wajah Lintang semakin memerah marah.


"Kalau dia tak segera mati, bagaimana aku bisa merebut hak waris dari Ayahnya Rani?!. Tolong sedikit lebih cerdas kalau bertanya itu!" sebuah kenyataan pahit, seorang wanita rela membunuh saudara kembarnya sendiri demi kekuasaan dan harta duniawi.


"Dasar wanita ibliss!!. Jahannam kau!. Dan sekarang bersekongkol dengan wanita iblis lainnya yang baru dikenal hanya demi harta, harta, dan harta. Terkutukk!!" Lintang menyalak marah demi mendapati kenyataan pahit tentang leluhurnya.


"Wah sepertinya sedikit klarifikasi sebelum kalian mampus itu diperlukan. Baiklah, buka lebar-lebar telinga kalian!. Kalian tahu John, suami Ambarsari?. Kami berdua adalah istri John, atau lebih lengkapnya Frans John, orang yang mengaku calon klien kalian dari Amsterdam. Apakah kau mengingatnya Lintang?" pikiran Lintang segera menerawang mengingat apa yang diucapkan Wiwik.


"Tunggu dulu, belum selesai dongengnya. Kau tahu Broto, Ayah dari Liana?. Dia anakku!" kalimat berikutnya dari Wiwik sungguh membuat Lintang tercengang.


"Ya ya ya. Aku paham sekarang. Keluarga besar Frans John adalah dalang dari semua ini!" Lintang menggeleng karena kerakusan dari keluarga Frans John.

__ADS_1


"Ok. Dan sekarang, karena kau masih bisa kuharapkan menjadi pangeranku, maka kuberikan 2 pilihan. Mati berdua bersama istri ja-langmu itu, atau datang kepelukanku dan kita akan menguasai dunia bisnis bersama-sama!" giliran Liana tersenyum liar.


"Ciih. Aku takkan sudi berada didalam lingkup keluarga terkutuk seperti kalian!. Dan perlu kau tahu, meski kami mati disini, semangat dan cinta kami tak akan pernah mati. Kebenaran akan selalu bisa ditegakkan!" Lintang membuang saliva dengan wajah jijik.


"Uluhh uluhh, so sweet banget. Mati berdua, tapi cinta tak akan pernah mati. Omong Kosong!!" tentu saja Liana tak akan suka melihat kemesraan Lintang dan Lyra.


"Hahaha, 3 perempuan tak laku mana tahu tentang cinta?! Hahh!. Kalian hanya tahu cara menjadi kaya dengan licik. Oh bukan licik juga sih, tapi lebih dari itu, kalian biadab!" sengaja Lintang mengulur waktu, berharap tim Deo segera menyusul dan membantu mereka.


Wiwik memutar wajahnya, kemudian menyalak, "Thor!. Kau niat memanjangkan bab ini hanya dengan adu mulut ya?. Capek ini mulut ngomel terus. Kapan perkelahiannya?. Dasar Author gemblung, suka banget ngerjain para pemainnya!"


Author tersenyum, "As you wish. Bersambung!"

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2