Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Bingo!


__ADS_3

POV Author


"Tugasmu secara terperinci bisa dilihat di bagian HRD. Secara garis besar, Ibu Dahlia sebagai asisten pribadiku akan memberikan pengarahan dan pembimbingan. Aku harap kau bisa bekerja dengan baik dan betah disini," kecantikan seorang Lyra begitu terpancar dalam keanggunannya saat ia berbicara.


"Siap, Bu. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan belajar yang diberikan Tuan Julian dan Tuan Lin," jawab Laras dengan sepenuhnya kesungguhan.


Awalnya Laras memang sempat mengalami kegamangan saat harus ditempatkan di kota Bogypark. Namun setelah ia merenungkannya, justru ia menjadi menyesal karena hampir mengabaikan kesempatan berharga tersebut.


Tak ditampik oleh Laras bahwa ia memiliki ketertarikan yang mendalam pada sosok Lintang. Namun, Laras selama ini bekerja di perusahaan Tuan Julian juga bukan untuk sekedar tebar pesona dan mencari gebetan semata. Laras adalah satu karyawan berdedikasi tinggi. Oleh karena itulah Laras sedikit banyak mampu menekan perasaannya sendiri karena pekerjaan baginya juga merupakan suatu yang penting.


"Kau disini tinggal dimana?" tanya Lyra lembut.


"Saya kos dibelakang perusahaan ini, Bu." Ujar Laras sopan.


Lyra sebenarnya sedikit merasa canggung jika dipanggil dengan sebutan 'Bu' di lingkungan kerja. Apalagi jika dilihat, Laras masih seumuran dengan Lyra. Namun Lyra sadar akan posisinya. Bagaimanapun juga ia kini adalah seorang CEO yang secara otomatis menuntut orang-orang untuk menghargainya.


"Tak jauh dari sini ada Vila milikku sebagai rumah singgah saat bekerja disini. Sesekali juga ada wakil CEO bernama Linda yang bergantian denganku melakukan kunjungan dan menempati Vila tersebut. Disana hanya ditempati oleh kami sesekali waktu. Jika kami tak datang, setiap harinya hanya ada Bu Suratmi yang tinggal disana. Beliau adalah salah satu dari dewan penasehat perusahaan ini. Jadi menurutku, kau tinggallah disana. Selain untuk menemani Bu Suratmi, kau juga bisa menimba ilmu lebih banyak dari pertemuan intensif dengan kami bertiga!" tawar Lyra pada Laras yang sontak membuat gadis tersebut terkejut.

__ADS_1


"B-Bu. Ini tidak sopan. Saya hanya karyawan magang. Tidak pantas tinggal satu rumah dengan srikandi-srikandi hebat seperti anda bertiga," Laras menundukkan wajah karena merasa minder.


"Kalau begitu biar aku hubungi Tuan Lin dan Tuan Julian agar membatalkan penugasanmu!" Lyra tersenyum penuh arti.


"Ja-jangan, Bu. Waduh kenapa jadi begini. Ya-ya sudah saya ikut apa kata Bu Lyra saja," mau tak mau Laras mengalah untuk menuruti permintaan CEO-nya.


"Aku tidak bodoh, Sayang. Aku telah mengendus niatmu untuk mendekati suamiku. Tapi aku juga sangat mengapresiasi semangat kerja yang kau miliki. Jadi, biarkan aku membuat sebuah permainan asyik dan cantik!" bisik hati Lyra tanpa diketahui oleh Laras.


"Yah, memang bukan salahmu juga mendekati Mas Lintang yang tak pernah menjelaskan padamu tentang statusnya. Mas Lintang yang kelewat tidak peka melahirkan kesalahpahaman ini. Sebenarnya mudah saja bagiku mengatakan bahwa aku istrinya, tapi itu jelas akan melukai perasaanmu. Aku wanita sepertimu. Aku akan melakukan perawatan yang lebih baik untuk kebaikan semua," lanjut Lyra masih dalam bahasa kalbunya.


"Tidak digantipun saya tidak masalah, Bu. Bagi saya, sebuah kebahagiaan tersendiri karena telah dilirik oleh wanita sehebat Ibu Lyra. Mohon bimbingannya," kemampuan berpikir dan pemahaman Laras cukup membuat Lyra semakin tertarik untuk mendekatinya.


"Harusnya Mas Lintang memiliki istri smart seperti Laras ini, bukan malah memperistri seorang kuli yang tak pernah mengenal bangku kuliah sepertiku, hahaha.." Lyra tergelak dalam hati teringat masa-masa sedihnya saat bersama Pak Joko dulu.


"Untuk urusan tempat tinggal aku anggap selesai. sekarang melangkah pada pembahasan kerja. Jika dipikir-pikir, aktifitas administrasi di perusahaan tempatmu bekerja dan disini tidak terlalu berbeda. Rata-rata kegiatan administrasi ya seperti itu. Yang membedakan mungkin hanya touching-nya. Berbeda tangan akan berbeda hasilnya. Seperti seorang chef masakan, beda tangan beda rasanya." Lyra melipat tangannya dibawah dagu sambil mengamati apa yang akan diucapkan oleh Laras untuk menanggapinya.


"Sama namun berbeda. Apapun itu, saya jenis manusia yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan haus ilmu. Saya tak memikirkan bagaimana Bu Lyra melakukan touching-nya. Saya hanya berpikir pada hasil touching Bu Lyra yang kemudian akan saya resume menjadi sekumpulan wawasan baru," ucap Laras dengan sangat meyakinkan.

__ADS_1


"Bingo!. Ini dia wanita hebat yang aku cari. Sayangnya dia milik Earth & Sun. Kalau saja Lintang Group memiliki wanita dengan bakat menonjol seperti ini, mungkin akan menambah jajaran wanita tangguh untuk perusahaan gula yang sekarang sudah memiliki 3 wanita andalan, yakni aku, Linda, dan Dahlia." Lyra membatin dengan kagum pada sosok Laras.


TOK


TOKK


TOK


"Permisi, Bu Lyra.." seorang pria muncul diambang pintu ruang CEO.


"Iya Pak, ada apa?" Lyra angkat bicara.


"Alangkah baiknya jika kita lanjutkan ke episode berikutnya, Bu. Saya sebagai Author sudah pegel ngetik dari tadi,"


"Helleh!!" Lyra, Laras, dan Dahlia kompak menjawab.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2