Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Kuberi satu permintaan


__ADS_3

Maafkan Author, Gaess. Beberapa hari ini sedang benar-benar sibuk real-life, sehingga menghambat update. Semoga pembaca dapat memahami.


Sekarang, mari kita lanjutkan kisah Lintang..


Hepi membaca.


--


POV Author


Laras telah kembali ke kota kecil dimana perusahaan gula Lyra berada. Meski ia tetap memiliki dedikasi tinggi dalam bekerja, namun tak dapat dipungkiri bahwa Laras terguncang juga menjalani kekacauan hatinya.


Laras sangat mencintai Lintang. Lyra dan Lintang bahkan telah membuka jalan untuk itu, namun Laras bukanlah dara cantik berjiwa pencopet. Ia cukup tahu diri untuk tidak masuk kedalam urusan rumah tangga Lintang juga Lyra. Tapi bagaimanapun juga, hati Laras bukanlah plat baja, melainkan segumpal daging yang terbentuk dari segumpal darah yang demikian rapuh dan lentur.


Bulan berikutnya, Lintang dan Lyra kembali berkunjung ke perusahaan gula untuk menerima laporan pekerjaan dari Dahlia, sekaligus melakukan beberapa pembenahan.


Meski perusahaan tersebut termasuk perusahaan terkecil dari semua yang dimiliki Lintang, namun keberadaan sang istri sebagai CEO membuat perusahaan tersebut mendapatkan perhatian yang lebih.


Sore itu di kantor sudah sedikit sepi. Sebagian besar karyawan telah pulang bekerja. Disana hanya tersisa Lintang, Lyra, Laras, Dahlia, dan juga beberapa anggota penasehat di ruangan lainnya.

__ADS_1


"Meski kecil, Perusahaan kita jangan sampai kalah dalam kiprah dibandingkan perusahaan milik para kompetitor. Sudah dikenal umum bahwa produk dan kemasan kita jauh lebih unggul. Kita harus mempertahankan itu alih-alih meningkatkannya!" ucap Lintang memberikan support positif.


"Memang haruslah begitu. Tak ada yang tak mungkin. Perjuangan tak akan mengkhianati hasil." Sambut Lyra setuju.


"Dahlia, lakukan monitoring ke berbagai toko, toserba, dan pasar kecil di daerah-daerah terpencil. Jika kompetitor umumnya adalah meminimalisir suplay ke area pelosok, sebaliknya kita akan menggunakan itu sebagai peluang. Sekian banyak lokasi terpencil akan menjadi pendukung produk kita jika perusahaan ini mampu menerobos kesana," ungkap Lyra serius.


"Bisalah saya meminta tambahan sumberdaya untuk tugas tambahan ini?" Dahlia melemparkan pertanyaan yang tak kalah serius.


"Apa yang kau katakan?!. Kamu adalah Asisten utama CEO disini. Hal seperti itu apakah perlu meminta persetujuanku?. Ambillah langkah kongkrit, tumbuhkan sumberdaya baru, mari kita besarkan perusahaan ini!" jawab Lyra berapi-api.


"Ba-baik, Bu." Dahlia tergagap menerima pernyataan tegas dari Lyra.


"Dari lubuh hati yang paling dalam, saya sangat berterimakasih atas segala ilmu dan pelajaran yang telah diberikan Bu Lyra dan Tuan Lintang," Laras menunduk menahan haru.


"Aku paham, maksudmu lebih luas daripada itu. Tapi aku simpatik dan bangga padamu, Laras. Kau layak menjadi wanita sukses kelak di kemudian hari," Lyra tersenyum simpul mencari wajah Laras yang mulai dibanjiri air mata.


"Aku paham kau berterima kasih atas pengajaranku tentang ilmu hati. Semoga kau beruntung kelak menemukan pria yang tak kalah baik daripada Mas Lintang," batin Lyra.


"B-buu. Bolehkah saya mengajukan satu permintaan?" Laras berkata dengan sedikit takut.

__ADS_1


"Kuberi satu permintaan, Monggo.." gurau Lyra mencairkan suasana.


"Saya ingin resign dari perusahaan Tuan Julian dan fokus melanjutkan kerja disini," pinta Laras.


Lyra dan Lintang terhenyak. Inilah hal yang dikhawatirkan dari kehadiran Laras. Bukan menyangkut masalah hati dan cinta, namun lebih dari itu, hubungan baik dengan Tuan Julian dikhawatirkan retak.


Mereka tak ingin dianggap merebut karyawan orang. Yah, memang efek jika bekerja bersama adalah timbulnya kenyamanan. Namun bagaimana mereka akan menjelaskan pada Tuan Julian?.


"Permintaan ini tidak bisa serta merta kami setujui. Perlu dibahas lebih lanjut, sekaligus dibicarakan secara terbuka dengan Tuan Julian agar tidak terjadi gesekan. Aku harap kau bisa mengerti," ucap Lintang bijaksana.


"Ba-baik, Tuan."


BLARRRR


BLARR


Baru saja Laras mengakhiri kalimatnya, mendadak terdengar suara ledakan di lobi kantor. Ruangan CEO ikut bergetar dengan beberapa plafon dan lapisan dinding yang sedikit rontok.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2