Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Fatamorgana diatas Fana


__ADS_3

POV Author


1 bulan kemudian..


Lintang memang diminta menjalin hubungan dengan Laras dibawah lisensi istrinya sendiri, Lyra. Apakah Lyra memang berniat benar-benar berbagi?. Jauh didalam bilik hati Lyra, ia seolah merasakan sesuatu yang ganjil dari diri Laras. Ada hal yang susah ia ungkapkan dan sulit dicerna akal manusia biasa. Ada sesuatu yang sulit digapai oleh akal dan perasaan. Fatamorgana diatas Fana. Bahkan Lyra juga masih ragu dengan apa yang ia rasakan.


Hari ini Lyra dan Lintang khusus berangkat menggunakan Helikopter menuju kota kecil dimana perusahaan gula mereka berada. Mereka ingin menemui Laras.


"Laras, kau dipanggil Pak Lintang dan Bu Lyra di ruang CEO," ucap Dahlia pada Laras yang tengah sibuk didepan meja kerjanya.


"Apa lagi nih skenario dua sejoli itu?. Makin kesini kenapa aku makin ngeri dengan kebaikan mereka," Laras membatin sambil tersenyum getir.


TOK


TOKK


"Ya, silahkan masuk."


"Pak, Bu. Kalian memanggilku?" Laras muncul dari balik pintu.


"Duduklah," Lyra menunjuk ke arah kursi sofa disudut ruangan.

__ADS_1


"Kau tahu apa kesalahanmu?" lanjut Lyra begitu Laras menghempaskan buah pantat sekalnya ke atas sofa yang empuk.


"Ma-aafkan saya, Bu." Laras memucat.


"Berulangkali kusampaikan. Jangan panggil kami dengan sebutan Bu, atau Pak. Panggil saja Kak, atau apapun panggilan yang lebih manusiawi. Bagaimanapun juga kau akan menjadi bagian dari keluarga kami!" sergah Lyra.


"I-iya, Kak." Laras gemetar melihat ketegasan dan keanggunan seorang Lyra berpadu menjadi satu.


"Kembali pada kesalahanmu, aku sangat kecewa padamu. Mengapa kesempatan yang kuberikan untukmu tidak kau gunakan dengan baik?!. Sekian banyak wanita diluar sana bersaing untuk mendapatkan cinta seorang Lintang Fanani, bahkan tanpa mempedulikan statusnya sebagai suami orang. Tapi kamu, malah sudah kupersilahkan lho, kenapa masih saja tak mengindahkanku?!" nada suara Lyra meninggi.


"Sa-saya tidak berani, Kak. Saya bukan pengemis cinta. Apalagi perebut suami orang, maafkan saya.." Laras tertunduk.


Lyra menyunggingkan senyumnya tanpa diketahui Lintang maupun Laras.


"Tapi jujur, meski aku sudah merasa berhasil menaklukkan Laras tanpa perlawanan dan pertikaian. Tapi kenapa hatiku masih berasa gundah?!. Ada apa dengan Laras?, atau adakah rencana Laras yang tidak aku ketahui?" kembali suara hati Lyra menggema memenuhi rongga jiwanya.


"Lalu apa rencanamu dengan segala ketidakberanianmu itu?!" kejar Lyra.


"Saya menyerah, Kak. Saya menyerah. Cinta itu pilihan, tak bisa dipaksakan. Lebih baik saya mundur terhormat, daripada seumur hidup dihinggapi rasa bersalah," ungkap Laras memberanikan diri.


"Kau yakin?. Kesempatan tidak datang dua kali lho," sarkas Lyra.

__ADS_1


Lintang yang menyaksikan pembicaraan Lyra dan Laras akhirnya paham dengan langkah yang dilakukan Lyra selama ini. Tak pernah sedikitpun ada dipikiran Lyra untuk berbagi suami. Namun ia mengambil langkah dengan resiko besar untuk bermain-main sugesti. Dan nyatanya Lyra berhasil dengan gemilang.


Tak dapat dipungkiri, pemahaman dan wawasan Lyra telah berkembang demikian pesat sejak ia resmi menjadi istri Lintang. Tak ada sedikitpun ciri bekas kuli yang tersisa dari diri Lyra. Ia telah menjelma menjadi bidadari agung dengan segala kelebihannya.


"Saya hanya ingin menyampaikan satu permintaan, Bu." Ucap Laras kembali menggunakan panggilan 'Bu' untuk menempatkan jarak nyata.


"Apa itu?" tanya Lyra.


"Perbolehkan saya tetap berteman dengan kalian," lanjut Laras tulus.


"Itu saja?" Lyra mengerutkan kening.


"Iya, itu sja. Bu."


"With pleasure.." Lyra tersenyum anggun mempertontonkan indah bibir mungilnya yang melengkung memukau setiap pandang.


"Ada yang aneh. Dari tatapannya memang terlihat bahwa dia tulus ingin tetap berteman. Tapi perasaan ini?.. ini perasaan apa?. Kenapa masih juga mengganjal dan tak mau pergi?!" Lyra mengerutkan keningnya.


Tak jauh dari Lyra, terlihat Lintang mengamati semua perubahan pada wajah istrinya.


"Apa lagi yang akan kau rencanakan, Sayang?!. Kau penuh strategi berbahaya. Sebaiknya Deo lebih banyak sharing dengan Lyra untuk kemajuan DZ Badak!" batin Lintang, masih menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh keingintahuan.

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2