Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Kamuflase Angsa Putih


__ADS_3

POV Author


"Berapa lama lagi bantuan dari DZ Badak datang?" bisik Pak Fuan dengan napas tersengal.


"Jika Dahlia dan Laras cukup tanggap menghubungi Alvian, maka paling cepat mereka akan datang dalam 30 menit." Terang Lintang kalut.


"Terlalu lama. Kita tak akan bisa bertahan selama itu!" desis Pak Fuad seolah putus asa.


BLARRR


Terasa letupan energi tak jauh dari letak Pak Fuad berdiri. Pak Fuad terperangah ditengah rasa putus aja, "Kultivasi basic Angsa putih 3, Aura putih 3. Ba-bagaimana mungkinnn?!" Pak Fuad terkesiap memandang Lyra dengan tatapan hampir tak percaya.


"Ka-kau memiliki kemampuan kultivasi, Nak?" sergah Pak Fuad kepada Lyra.


"Setelah kejadian Broto kala itu, saya diam-diam aktif berlatih dibawah bimbingan Tuan Albert," Lyra tersenyum malu-malu.


"Ja-jadi pamitmu ikut senam aerobik selama ini hanya kamuflase belaka?" tatap Lintang curiga.


"Hehe, maaf Mas. Aku tak ingin Mas Lintang berpikir yang tidak-tidak jika aku berhubungan dengan Tuan Albert. Tapi sejujurnya, ini semua hanya sebatas hubungan murid dan guru, tak lebih. Harap Mas tidak salah paham," ungkap Lyra tak enak hati.


"Apa yang kalian bicarakan, hah?!. Ini bukan acara gosip ibu-ibu arisan. Hadapi kami!!" West kembali memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.


WUSSS


DAMM

__ADS_1


DAM


DAMMM


Tak hanya terpental seperti perlakuan Pak Fuad menggunakan hentakan kultivasinya, lebih dari itu, belasan lawan terpental keras dan berakhir menyentuh lantai dengan mulut menyemburkan segumpal darah segar saat Lyra mengibaskan tangan penuh energinya.


Melihat peluang kembali terbuka, Lintang merangsek maju membantu serangan. Pak Fuad dengan sisa-sisa tenaganya juga masih mampu melakukan tembakan tenaga untuk menjatuhkan 2 hingga 3 lawan dalam sekali hembusan energi.


"Nak, gabungkan serangan!" teriak Pak Fuad memberi aba-aba terhadap Lyra.


Dari ujung telapak tangan Pak Fuad muncul sinar putih panjang seperti sinar laser. Lyra segera menekan kekuatannya dan menghasilkan gumpalan-gumpalan sinar berwarna putih.


Dua pancaran tenaga mereka bertemu diudara membentuk pijar bola-bola putih sebesar bola basket yang kemudian bergerak cepat menghantam sekumpulan tubuh-tubuh lawan.


BLAMMM


BLAMM


Lawan bergelimpangan. Tak kurang dari selusin anak buah West terkapar tanpa bisa bergerak lagi.


WUSSS


BLAMM


Pak Fuad dan Lyra kembali mengulang tembakan demi tembakan yang membuat kubu Hellfire kocar-kacir tak karuan.

__ADS_1


Disisi lain terlihat Lintang bergerak lincah dengan kemampuan beladirinya untuk menyapu bersih sisa muntahan pasukan lawan yang lolos dari setiap tembakan energi gabungan antara Lyran dan Pak Fuad.


Menggunakan sebuah tongkat yang diambil dari tangan lawan, Lintang semakin beringas mengobrak-abrik pertahanan lawan yang demikian terpecah konsentrasinya akibat perpaduan serangan antara Lyra, Pak Fuad, maupun Lintang sendiri.


"Meski bukan kultivasi, tapi beladiriku taknbisa diremehkan begitu saja, Bro!!" teriak Lintang sesaat sebelum ia mengirim satu pukulan mematikan menggunakan tongkatnya ke arah satu lawan yang berdiri bebas.


"Hati-hati, Mas. Jaga jarak aman. Jangan terlalu jauh dari jangkauan kami!" raung Lyra tak ingin terjadi sesuatu pada Lintang.


Namun kesibukan Lintang membuatnya tak bisa mendengar teriakan Lyra dengan jelas. Sebaliknya, Lintang justru bergerak semakin menjauh dari tempat dimana Lyra berada demi memburu setiap anggota lawan.


"Aku rasa, neraka juga tak akan sudi menerima arwah para pegundal seperti kalian!" cebik Lintang memancing emosi lawan.


Benar saja, West semakin kalap begitu mendengar perkataan Lintang. Dengan penuh amarah ia perintahkan para anggotanya untuk membekuk Lintang.


Tanpa disadari oleh siapapun, West meraih pistol dari balik jaket kulitnya dan mengarahkan pada tubuh Lintang.


DORRR


Waktu serasa berhenti beberapa detik saat nyalak suara senjata api milik West menyeruak diantara teriakan perkelahian. Baik Lyra maupun Pak Fuad hanya bisa tertegun memandang moncong senjata West yang telah memuntahkan pelurunya. Mereka sudah terlalu disibukkan dengan anak buah West hingga tak menyadari sebelumnya jika West akan menarik pelatuk pistolnya.


"Awas Tuann!!" dari balik dinding muncul Laras berlari kencang untuk memblokade tembakan West atas tubuh Lintang.


"Arghhh!!!"


"Larassss!!"

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2