Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Lihat air


__ADS_3

POV Author


Amsterdam, 1 minggu kemudian..


Lintang dan Lyra memilih terbang ke negeri kincir angin sebagai destinasi honeymoon. Memang dibanding negara lainnya yang memiliki berbagai tanah impian, Belanda bukanlah pilihan utama. Namun karena alasan itulah Lintang dan Lyra memilih untuk berangkat kesana. Mereka tidak terlalu berminat untuk kegiatan yang sifatnya hiruk-pikuk dan mengejar kesenangan semata. Ketenanganlah yang mereka cari. Seperti saat di danau tiga warna, Amsterdam memiliki jalur lalu lintas air yang menenangkan. Entah kenapa, keduanya begitu tertarik jika duduk dan memandang ketenangan air.


Tak ada rencana khusus bagi Lintang dan Lyra untuk melancong ke berbagai tempat wisata di Belanda. Setelah tiba di hotel, mungkin mereka hanya akan menghabiskan waktu menikmati aliran sungai dan beberapa tempat terdekat dari sana.


"Dua bos kita ini pasangan yang aneh. Bulan madu kok lihat air. Apa yang menarik dari sebuah air?!" Yosi menggeleng heran didepan kelima temannya.


Tim Khusus DZ yang terdiri dari Deo, Yosi, Sulton, Damar, Joni, dan juga Mukidi dengan dipimpin oleh Deo memiliki tugas menjaga Lintang dan Lyra selama melakukan honeymoon. 6 Orang tersebut menginap di hotel yang sama dengan Lintang. Kamar mereka juga saling berdekatan. Hanya saja mereka memberi jarak aman saat diluar agar tidak mengganggu privasi sepasang pengantin muda tersebut.


"Kita akan kemana besok, Sayang?" Lintang mendekap tubuh istrinya dari belakang.


Sore itu mereka baru tiba di Hotel Sun, salah satu hotel bintang lima terbaik di kota Amsterdam.


"Sebenarnya aku tak terlalu berminat untuk jalan-jalan. Aku ga suka kebisingan," Lyra menyandarkan punggung kepala ke dada bidang suaminya.


"Sama sih. Kau tau sendiri saat di rumah. Jangankan berwisata, datang ke klub malam saja aku tak tertarik sama sekali. Kecuali sekali itu ke danau tiga warna yang berujung huru-hara hehe," Lintang menyesap rambut belakang Lyra dengan lembut.


"Ya sudah mau gimana lagi. Kita habiskan waktu dikamar saja. Mungkin besok sore kita bisa keluar sebentar melihat transportasi air yang terkenal itu," Lyra dengan manja berbalik badan, kemudian memeluk erat tubuh Lintang hingga keke-nyalan dua fujiyama padat menekan dada suaminya.

__ADS_1


"Hehe sesuai rencana kalau begitu," Lintang tersenyum misterius.


"Rencana apaan?" Lyra mendongak karena penasaran.


"Rencana bikin cucu buat Papa dan Mama!"


CUPP


Lintang berinisiatif menggapai bibir Lyra menggunakan bibirnya. Keduanya kini hanyut dalam kemesraan. Lidah salit bertaut, bibir saling menarik dan mengu-lum. Mata Lyra terpejam sebagian, menyisakan satu garis putih khas pecinta sejati yang menikmati permainan tersebut. Tangan kekar Lintang sibuk mere-mas buah pantat Lyra yang bulat, besar, padat, dan menggoda.


Tanpa diminta, kedua tangan mereka mulai bergentayangan saling melucuti pakaian pasangan. Hanya dalam sekejap saja tubuh polos Lyra yang aduhai terpampang jelas. Begitu juga dengan nampaknya mercusuar besar dan tegak, yang membuat Lyra sangat ketagihan.


"Kita coba gaya baru.." bisikan Lintang seketika membuat bulu kudu Lyra merinding.


Lintang menggengam kedua sisi pinggul Lyra dari posisi belakang. Perlahan tapi pasti sang topi kapiten menggesek lembut pada area gerbang surgawi yang sudah membecek.


"Uuhh shhhahh," Lyra mende-sah lepas saat tubuh mercusuar terus didorong melesak hingga mentok kedalam.


"Gaya ini bhiiikin makin berasa penuhh, gedhee dann hmm mentokkh, Massh." Lyra tak segan berteriak karena yakin jika kamar hotel berkelas tersebut cukup kedap suara.


PLEPP

__ADS_1


PLOPPP


Lintang segera memacu kuda dengan penuh penghayatan.


"Uhhh Auhh, Mashh. Teruss kan, yangh cepethh. Enakkh.." Lyra semakin mera-cau tak jelas.


Punggung dan dada Lyra turun naik setiap kali Lintang menghentak dan menarik, membuat Lintang semakin bergelora melihat keindahan geliat tubuh wanita yang sedang ia tung-gangi.


"Auuh aku klluarhh.." kedua kalinya Lyra mencapai organisasi puncak.


Lelah dalam posisi seperti itu, Lintang menjatuhkan tubuhnya bertelentang di samping Lyra. Lyra mengambil alih permainan.


*Kita coba gaya baru yang iniih sekarrangh," desis Lyra seperti kepedasan.


Lyra merangkak diatas tubuh suaminya. Sekejap kemudian ia telah dalam posisi menduduki paha Lintang dan kembali melesakkan sang mercusuar muda ke dalam botol ber-kedut milik Lyra.


Berulangkali mereka melakukan aktifitas nikmat tersebut tanpa mengenal lelah. Mereka hanya sejenak beristirahat malam hari setelah memesan makanan dari resto hotel yang diantarkan ke kamar.


Dapat dipastikan, 1 pekan di Amsterdam akan menjadi hari-hari paling menjemukan bagi Deo Cs yang hanya bengong tanpa kegiatan, menunggu tuan-tuan mereka bermain dokter-dokteran.


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2