
POV Author
Malam penantian pun tiba. Pukul 19.00 tepat, mobil sedan milik Lintang yang dikendarai Alvian dan Pak Fuad telah berada di Jalan Belanda sesuai permintaan Broto. Sengaja Lintang dan Alvian bertukar Simcard agar Broto lebih mudah menghubungi Lintang gadungan.
Bagaimana dengan semua berkas yang diminta Broto?, tentu Alvian telah menyiapkan berkas aspal, asli tapi palsu, sebagai bentuk manipulasi jika terjadi X-Factor tak terduga. Alvian menggunakan teknik manipulasi mirip yang dilakukan para pesulap terkenal.
KRINGG..
Handphone dalam genggaman Avian berbunyi. Alvian mengambil sebuah sapu tangan untuk ditempelkan pada speakerphone sebelum menerima panggilan.
"Ya, Hallo.." ucap Alvian mengawali pembicaraan via telepon.
"Apakah anda sudah di Jalan Belanda?" tanya Broto dari seberang sana.
"Ya."
"Ok. Sekarang jalankan mobil ke arah Selatan sekitar 1 kilometer. Jika anda sudah melihat tugu berwarna biru, putar kemudi ke kanan menyusuri jalan aspal. Temukan bangunan gedung bernomor 12, kemudian bunyikan klakson 3 kali didepan gerbang sebagai tanda." Broto menjelaskan.
Tanpa menjawab telepon, Alvian alias Lintang gadungan segera meluncur ke lokasi yang dimaksudkan oleh Broto. Hanya butuh waktu kurang dari 15 menit untuk menemukan tempat yang dimaksud.
TIN
TINNN
__ADS_1
TINN
Pagar gerbang dari sebuah gedung berlantai 4 nampak terbuka dengan sendirinya saat Pak Fuad menekan tombol klakson. Mobil perlahan memasuki pelataran gedung yang dikelilingi barikade kawat berduri mirip Camp militer.
Mobil Lintang gadungan berhenti didepan beberapa pria saat berjarak sekitar 10 meter dari gerbang.
"Selamat datang tuan Lintang. Terimakasih karena telah datang sendiri dengan gentle," ucap seorang pria paruh baya yang sepertinya adalah orang yang bernama Broto.
"Mama, Linda!" pekik suara Alvian tertahan di tenggorokan saat melihat kedua wanita yang ia sangat sayangi sedang berdiri dalam genggaman para penjaga dengan tubuh terikat dan mulut yang tertutup plaster.
Dari sorot mata Rani dan Linda seolah terkejut saat mengetahui bahwa yang datang adalah Alvian, bukan Lintang. Namun dengan cerdas mereka mampu segera memahami situasi dan bertindak untuk kembali biasa.
"Apa sudah anda siapkan semua berkasnya, Tuan muda?!" Broto menyipitkan mata.
"Ambillah!" perintah Broto sok Bossy.
"Lepaskan dulu ikatan mereka dan berikan kepadaku. Kurasa kau cukup cerdas untuk tak berpikir bahwa aku akan melarikan diri dalam kondisi terkepung pagar seperti ini!" pinta Alvian tak mengindahkan perintah Broto.
"Hahaha, aku suka keteguhanmu. Billy, siagakan pasukan!" usai Broto mengakhiri kalimatnya, puluhan pengawal berpakaian serba hitam dengan penutup kepala terlihat mulai berbaris rapi di belakang Broto.
Puluhan pengawal lainnya juga nampak bersiaga di bibir gedung untuk mengamankan situasi.
"Berikan dua wanita itu padanya!" perintah Broto pada dua pengawal yang menjaga Rani dan juga Linda.
__ADS_1
"Kalian baik-baik saja?" Alvian dan Pak Fuad membuka ikatan berikut plaster yang melekat sambil sedikit memberikan isyarat kedipan mata tanpa diketahui oleh Broto maupun anak buahnya.
"Tuan Lintang, jangan mengulur waktu. Segera ambil berkasnya!" bentak Broto tak sabar.
Alvian segera memberikan tumpukan berkas yang dibawa Pak Fuad dan kemudian kembali mundur mendekati mobil mereka.
"Buka gerbangnya!" sentak Alvian.
"Hohoho, kenapa terburu-buru?. Biarkan aku memeriksa berkasnya dulu!" Broto tertawa mengejek sambil membuka lembar demi lembar kertas yang ia pegang.
Sedikit lama Alvian menunggu Broto yang kelewat teliti memeriksa berkas hingga membuat Alvian jenuh.
"Arghhh kelamaan!!" bentak Alvian keras dan disusul teriakan kesakitan dari mulut Broto.
Tanpa diduga sebelumnya, tumpukan kertas di tangan Broto tiba-tiba mengeluarkan asap dan terbakar dengan cepat.
"Aaaahh..panas!!" Broto berteriak kesakitan ketika api itu membuat melepuh sebagian tangannya.
"Kurang ajar!!. Bajingann kau Lintang!!" geram Broto marah.
"All teams in position. Jangan ada yang menyerang sebelum aku memberi aba-aba!" terdengar suara Lyra disetiap wireless earphone yang terpasang di telinga semua anggota tim DZ Badak.
..._-_-_...
__ADS_1