Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Kepincut


__ADS_3

POV Lintang


"Menurutku, kau tak perlu sibuk mencari pendamping. Jodoh akan datang dengan sendirinya. Jika kau hanya butuh seseorang untuk mendengarkan keluh kesahmu, memijit pundakmu, sandaran disaat kau sedih, teman disaat kau bahagia, teman nongkrong dan berwisata kuliner, teman main ayunan ditaman, dan semacamnya, ada aku yang bisa jadi teman terbaikmu selain Linda sambil menunggu jodohmu itu tiba. Lagipula aku juga tidak punya kekasih. Jadi takkan ada yang bakal marah atau yang semisalnya." Kusodorkan diri ini untuk menemaninya.


Sudah kupastikan, aku memang kepincut dengan makhluk indah yang satu ini. Aku sudah mengamatinya sejak jaman interview kerja. Bukan pria normal jika radarku tak bergeming saat melihat Ciptaan Tuhan yang satu ini. Dia limited edition dengan kualitas original. Dia bukan kelas KW ataupun produk bajakan yang tersebar luas dipasaran.


Tapi aku memang payah. Pengalaman Pedekate tak ada, kekasih tak pernah punya, pun tak pernah mengenal cinta selain kepada orangtuaku sendiri. Dibilang amatir alias nubie pun masih belum pantas. Harusnya aku banyak bertanya dan belajar pada Alvian yang playboy cap karung itu. Kenapa kusebut cap karung?, yah karena karungnya tak pernah penuh untuk menampung wanita. Dia sudah level legend diusianya yang masih belia wkwkwk. Namun gengsi dong jika harus berguru pada manusia songong seperti Alvian. Bisa-bisa aku di bully sampai tua.


Wajah cantik nan imut itu. Hidung mancung mempertegas wajah putih mulusnya. Relief wajah yang sungguh nyaman dipandang mata. Ohh aku mabuk dibuatnya, dan bisa berujung gila jika tak ada obatnya. Terkadang aku berpikir, Lyra seorang kuli, bagaimana dia bisa tetap menjaga kemulusan wajah itu?. Ahh entahlah, semakin berpikir tentang dia, aku semakin menggila.


Dan sekarang aku tak memiliki cara untuk mendapatkan hatinya. Dengan karakter kaku ini, aku hanya bisa memaksanya untuk sekedar bersama dan merubah panggilan agar aku melayang karenanya. Tapi bagaimana cara nembaknya ya?. Aku justru menawarkan diri untuk menjadi pendengar setianya. Ahh saat nanti diambil pria lain, aku bisa gigit jari. Bagaimana ini?.


"Saya malu, Mas. Bagaimana saya bisa terbuka menceritakan masalah saya pada pimpinan. Itu namanya mencampuradukkan urusan kerja dan urusan pribadi. Saya malah akan menambah beban pikiran Mas Lintang," Lyra merasa tak enak hati.


"Dijalani saja dulu seperti ini. Toh tidak ada ruginya untuk mencoba. Biarkan mengalir apa adanya. Yang pasti kamu mulai sekarang biasakan untuk lebih terbuka padaku melebihi keterbukaanmu pada Linda," upaya pemaksaan semoga membuahkan hasil.

__ADS_1


"Iya, Mas. Akan saya coba." Yes dia mau, ye ye ye ye, la la la la.


"Kata 'saya' terlalu baku. Hanya menjadi penghambat keterbukaan. ubah jadi 'aku'," paksa lagi deh.


"Iya, Mas. Aku mengerti." Pinterrr.


"Setelah ini kamu mau ngajak jalan kemana, Dek?. Kita kosongkan kerja hari ini. Cobalah belajar santai dan terbuka agar kamu terbiasa." trik pemaksaan sepertinya tidak buruk juga, hehe.


"Ehmm, aku, anuu.." dia memikirkan sesuatu.


"Aku seumur-umur belum pernah lihat bioskop," nah dia mulai terbuka.


Yaa Allah kasihan banget kan dia. Sudah hampir kunikahi (hahaha), tapi bioskop saja tidak tahu.


"Kamu suka film jenis apa?. Romantis, drama, action, horor, komedi?" tanyaku.

__ADS_1


"Dicoba aja satu-satu mas. Kan aku belum pernah lihat semua.." dia tersenyum malu-malu dan lugu, aku suka cewek model begini.


"Ok. Hari ini kita akan lihat satu film. Bertahap besok-besok kita akan coba genre lainnya," ucapku dengan gembira.


"Iya, Mas. Aku nurut saja," calon istri kuli yang penurut tuh idaman CEO, hahaha.


"Ya sudah, yuk habiskan makannya dulu. Setelah ini kita langsung berangkat ke bioskop sesuai keinginanmu," ujarku dengan tenang, padahal aslinya sok tenang, dag dig dug dwerrr ini sebenarnya hatiku.


..._-_-_...


Sampai disini, bagaimana menurut pembaca semua? Apa kalian ikut berbunga-bunga?. Rame-rame tulis dong di kolom komentar..


Semoga harimu menyenangkan..


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2