Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Amarah Nyi Pelet


__ADS_3

POV Author


"Ohh dilihat dari logo di saku kanan, kalian pasti para staff manajemen gedung!" Desis Naya terpancing begitu melihat para staff plaza miliknya sendiri telah berulah bejad.


Naya memang jarang muncul di kantor plaza. Angga dan Tuan Leo yang lebih banyak mengambil peran dalam berbagai pekerjaan dan meminta Naya untuk lebih fokus berkegiatan di kantor utama.


"Iya, kami memang staff disini. Tapi aku tahu yang kalian inginkan untuk tutup mulut. Ini kan?!" Johan dengan pongahnya mengeluarkan segepok uang berwarna biru.


"Mau kalian apa?" Lyra maju satu langkah didepan Linda dan Naya.


"Lyra, jangan aneh-aneh kamu!" Naya yang belum mengetahui kemampuan beladiri Lyra jelas khawatir.


"Kamu tenang saja, bebs. Ini kecil buat Lyra," Linda justru membawa Naya mengambil beberapa langkah mundur untuk memberi ruang gerak lebih leluasa bagi Lyra.


"Oh yang berhijab justru nepsong duluan gitu?" Johan mengangkat kedua alisnya berikut menyunggingkan senyum sinis meremehkan.


Pikiran Naya sudah berkecamuk karena khawatir terjadi sesuatu pada Lyra. Namun baru saja Naya akan menghubungi Suaminya untuk meminta bantuan, tiba-tiba..


BAKKK


Kaki berbalut celana panjang Lyra sudah terangkat tinggi menerjang mulut Johan.


"Auhhh," Johan mengaduh kesakitan saat mengetahui bahwa 2 gigi depannya langsung tanggal dan darah yang mengalir di bibirnya.


"Mulut kotormu memang paling cocok dilayani pakai kaki!" sentak Lyra garang.


"Eh brengsek lu wanita ja-lang. Mau dibelai-belai malah minta dihajar. Kurang ajar!" 5 pria lainnya serempak maju mendekati tubuh Lyra.


WUZZZ

__ADS_1


Satu pukulan lawan menerpa ruang kosong saat Lyra menggeser sedikit tibuhnya dengan mudah.


WUSSS


WUSS


Dua tendangan susulan juga tak berarti apa-apa bagi Lyra.


BLAMM


BLAMM


Justru pukulan kuat Lyra cepat melesak tepat ke ulu hati dua orang sekaligus. Mereka terpental dan roboh kesakitan sambil memegangi bagian dada.


"Masih 3 lagi, mau mundur atau hancur?!" cebik Lyra memanaskan telinga.


"Sun-dall!!" pria ketiga kembali maju mengirimkan pukulan beruntun yang sayangnya masih terlaluudah bagi Lyra untuk menghindar.


KRAKK!!


"Arghhh!!"


Tangan pria tersebut dipatahkan Lyra tepat di sikunya.


"Jangan mudah mengumpat kotor. Nikmati saja hadiah ditanganmu itu karena mulut bejadmu!" Lyra melotot galak membuat sisa 2 orang yang belum tumbang menjadi mengkeret takut.


Mendengar keributan tersebut, orang-orang dari gedung bioskop menjadi berdatangan. Menyusul beberapa sekuriti diikuti seorang supervisor juga ikut berlari mendekat.


"Lyra, Itu K-kamu?" mulut Naya ternganga lebar melihat aksi brilian Lyra.

__ADS_1


"Gue bilang juga apah. Orang-orang bodoh yang salah cari lawan!" ketus Linda sambil menatap sadis ke arah 2 pria yang kini diamankan oleh para sekuriti.


"Ada apa ini?" ucap Supervisi gedung angkat bicara.


"Pak Indra kenal mereka siapa?" Naya muncul dari balik punggung Lyra dan sontak membuat supervisor tersebut terkejut.


"B-bu Naya. I-ya Bu, saya kenal. Mereka Staff Managemen gedung." supervisor bernama Indra itu ketakutan setengah mati.


"Ohh bagus. Staffku sendiri dan hampir melecehkanku!" sorot mata Naya seolah bagai mata Nyi Pelet yang sangat mengerikan bagi Indra.


"Di-dilecehkan?!. Kurang ajar kalian!!. Sekuriti, cepat ringkus mereka dan bawa ke ruang interview!" Indra jelas murka.


"Ngapain malah belain mereka, Bos?" protes Johan tak suka karena telah mengalami luka di mulutnya.


"Matamu rabun, Hah?!. Beliau itu pemilik Plaza ini. Dan kalian cari mati!" bentakan Indra terdengar bagai petir yang menggelar bagi Johan Cs.


"Am-ampuni saya, Bu.." Johan spontan bersimpuh dilantai begitu tahu bahwa ia bakal dipecat karena kejadian tersebut.


BAKKK


Linda yang masih emosi malah mengirimkan tendangan keras ke wajah Johan.


"Orang-orang macam ini bukan hanya harus dipecat, tapi harus dibunuh. Maaf gue jika lancang," desis Linda berusaha meredam gejolak emosinya sendiri.


"Kamu tenang saja, Linda. Pak Indra, bawa mereka ke ruang kantor. Biarkan Tuan Angga, suami saya yang akan menghabisi mereka setelah ini. Dan pastikan mereka tak ada yang kabur satupun, atau Pak Indra yang akan menjadi gantinya!" Naya yang terbiasa lembut akhirnya menunjukkan sisi ketegasannya.


"Mampuss dah. Bos sendiri mau dilecehkan. Dasar pegawai bodohh!!" bisik-bisik pengunjung yang melihat kejadian tersebut.


"Alamat, masa depan suram!" imbuh yang lainnya.

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2