Kuli Idaman CEO

Kuli Idaman CEO
Laras


__ADS_3

POV Author


Waktu terus berjalan. Tak terasa kini Lyra dan Linda sudah memasuki bulan terakhir masa kehamilan. Keduanya bersyukur tidak menghadapi kendala serius pada kehamilan mereka seperti yang pernah dialami Linda saat diserang Broto kala itu.


Lintang dan Alvian sedang melakukan meeting saat terdengar nada panggil pada handphone Lintang. Awalnya Lintang mengacuhkan panggilan tersebut karena masih fokus membahas proyek namun panggilan telepon terus saja diulangi hingga beberapa kali.


"Ya, Halo. Aku sedang meeting!" potong Lintang tanpa mau mendengarkan perkataan lawan bicaranya.


"Lyra akan melahirkan, bodohh!!" teriak Rani kesal.


"Ma-ma. Aku sedang meeting. Apa tidak bisa ditunda nanti sore saja nunggu aku pulang kerja?" ucap Lintang tanpa mau menyimak apa yang dikatakan Mamanya.


"Hei monyet sialan. Istrimu akan melahirkan. Ingin kututup perusahaanmu, Hahh?!" Bintang merebut handphone yang dipegang Rani dan menghardik Lintang dengan penuh emosi.


"Lho, Pa. Mau melahirkan?. Ke-kenapa tidak bilang dari tadi?!. Aduh aduh, gimana ini. Posisi dimana sekarang?" Lintang mendadak gemetaran tak karuan setelah mendengar semburan kalimat dari Bintang.


"Ga bilang dati tadi kau bilang?!. Kuping mu itu yang minta dicolok pakai bor listrik. Ahh buruan, kami sudah di Rumah Sakit Bintang Group!" Bintang semakin naik pitam mendengar kebodohan anaknya.


Setelah melimpahkan meeting pada Alvian, Lintang berlari tunggang langgang menuju parkiran mobil.


Di kamar persalinan Lyra sudah tak tahan lagi. Asisten dokter kandungan yang sedang bertugas telah memeriksa dan dinyatakan bahwa sudah pembukaan 10.


BRAKKK

__ADS_1


"Suster, tunggu..!!" Lintang mendorong pintu dengan keras hingga membuat para suster yang sedang mempersiapkan persalinan Lyra menjadi tersentak kaget.


"Bertahanlah, Sayang. prediksiku mengatakan bahwa bayi kita akan lahir nanti malam!" ucap Lintang sambil menatap jam dinding ruangan yang menunjukkan pukul 9 pagi.


"Adududuhh..."


Telinga Lintang terasa sakit berlanjut kebas saat sebuah tangan menjewernya, "Dasar anak bodohnya kebangetan. Ini sudah pembukaan 10, sudah siap melahirkan!" Rani yang sedang menemani Lyra menjadi uring-uringan.


"Apa itu pembukaan 10, Ma?. Apa pintu rumah sakit sudah dibuka 10 kali gitu?!" Lintang menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal tapi banyak kutunya.


Para Suster hanya bisa menahan senyum melihat pemilik rumah sakit mereka yang begitu polos.


--


OEEKK


AUWOO


Bayi Lyra lahir dengan selamat dan mudah. Kebiasaan beladiri membuatnya memiliki pernapasan yang panjang dan kuat.


Disudut ruangan, Lintang menangis haru tanpa berani mendekati ranjang persalinan karena dihukum berdiri oleh Rani.


"Selamat Bu, Tuan. Bayinya perempuan dengan berat 3,5kg dan panjang 50 centimeter." ucap salah satu suster yang bertugas membersihkan tubuh bayi yang baru lahir.

__ADS_1


"Alhamdulillah Yaa Allah," Lintang segera melakukan sujud syukur diiringi derai airmata bahagia.


--


3 Minggu kemudian..


Atas permintaan Lyra, bayi perempuan yang baru dilahirkan akan diberi nama LARAS SETIAHATI. Menurut Lyra, ini sebagai bentuk penghormatan pada sosok Laras yang rela berkorban nyawa demi keluarga ini.


"Sayangnya Papa, Setia band. Yuk kita lihat Adik kamu," meski bernama depan Laras, Lintang bersikeras tak mau memanggil dengan sebutan itu karena masih merasa ambigu jika menyematkan kata 'sayang' berhimpitan dengan nama Laras.


Lintang menggendong penuh sayang anaknya menuju kamar Alvian. Yah, kemarin baru saja Linda juga melahirkan. Seorang bayi laki-laki yang montok dan diberi nama DAVI BINTANG PUTRA. Davi diambil dari gabungan nama Linda dan Alvian, sedangkan nama Bintang ikut disematkan sebagai bentuk rasa terimakasih Alvian yang tak terhingga karena telah dirawat dan disayangi keluarga Bintang sejak kecil.


"Halo Davi, udah punya cewek belum?" goda Lintang mengecilkan suara seolah itu adalah perkataan Laras yang tengah ia gendong.


"Hai cewek, godain kita dong. Davi masih single, bebs!" jawab Alvian ikut mengecilkan suaranya.


"Adududuh.."


Lyra mendadak datang dan menjewer telinga suaminya dengan keras, "jangan ngawur, anak belum juga umur satu bulan udah main pacar-pacaran!" Lyra mendelik sadis.


"Yaelah, becanda doang, Sayang. Kaku banget sih kayak kanebo belum kena air!" cerca Lintang.


"Apaan becanda. Jodoh bukan buat bahan becandaan!" Linda juga datang ikut menjewer Alvian.

__ADS_1


"Haduhh, kenapa kita dapat istri pada galak-galak banget sih Boss?!" keluh Alvian sambil meringis kesakitan.


..._-_-_...


__ADS_2