
POV Author
"Selamat Siang, Pak."
"Linda!" Lyra tertegun mendapati Linda yang tiba-tiba datang ke ruang kerja di rumah Lintang.
"Bapak ga ngantor?. Tuh Pak Vian bosen katanya ga ada Pak Lintang disana," tanya Linda jahil.
"Ngapain ke kantor, disini ditemani cewek cakep kok," seloroh Lintang.
"Bapak. Apaan sih ah," lirik Lyra tak suka.
"Iya sori, hanya becanda.."
"Serius juga boleh kok, Pak." Goda Linda lagi.
"Kamu nih ada-ada saja. Ini aku sedang mengajarkan pekerjaan yang harus dihandle Lyra kedepannya," wajah Lintang kembali serius.
"Lin, ada perlu apa kamu kesini?" tanya Lyra penasaran.
"Biar aku yang menjawab," potong Lintang cepat.
"Kamu akan mendapatkan tugas hari pertama setelah ini. Dan Linda bertugas mendampingi," ucap Lintang.
"Tugas apa Pak ya, kok sama Linda?. Apa hubungannya?" kening Lyra berkerut.
"Linda, makeover dia menjadi wanita karir tanpa merubah prinsip hijabnya. Bawa dia ke butik dan salon milik perusahaan kita. Ajak juga dia makan dan ajarkan etika makan padanya. Lyra harus benar-benar siap berhadapan dengan klien dan rekanan dari berbagai kelas nantinya." Instruksi Lintang pada Linda.
"Siapp, Pak Bos," Linda mengangkat tangannya didepan kepala dan menunjukkan gaya hormat ala upacara bendera.
"Harus ya, Pak?" tanya Lyra ragu.
"Apa kamu yakin akan menemui klien dengan kaos kuli seperti itu?" Lintang balik bertanya.
"Itu tugas pertama hari ini. Saya harap kau tidak mengecewakanku. Setelah selesai, saya tunggu kalian di kantor pusat," ucap Lintang sembari memberikan selembar kartu tebal pada Linda.
__ADS_1
--
Di tempat lain..
"Dia sudah keluar dari rumah sakit. Tapi dimana dia?. kemarin dan hari ini dia tak terlihat di gudang 3. Rumah kontrakan milik Bapaknya juga terlihat lengang," ucap si A dengan gusar.
"Lebih baik dia tak ada kan?. Apa lagi yang kau risaukan. Target utama kita adalah Lintang, bukan kuli itu. Dengan perginya dia, jalan kita kembali terbuka," si B menanggapi.
"Ya benar. Tapi aku khawatir dia kembali merusak rencana kita. Sudah kuduga, sejak dia interview memang sudah menyita perhatianku. Wajah dan perilakunya bisa menjadi magnet bagi Lintang, dan itu rintangan untuk kita," lanjut si A.
"Tenang saja. Semoga dia memang benar-benar berhenti bekerja. Dan kita semakin leluasa bergerak lebih cepat untuk menguasai Lintang," si B kembali menanggapi.
"Jangan senang dulu, lolos dari Lintang masih ada Bintang yang menjadi pemberi keputusan. Jadi kita harus benar-benar membuat Lintang takluk agar Bintang ikut takluk, hahaha." Tawa si A meledak.
--
Kasak-kusuk beberapa karyawan membuat kuping Lyra gatal. Sejak memasuki lobi kantor, hingga keluar dari lift, ia menjadi buah bibir banyak orang.
Meski semuanya rata-rata memuji, namun tetap saja Lyra merasa tidak nyaman.
Bagaimana tidak, Lyra melenggang bersama Linda bagai bidadari surga. Kecantikannya nampak bersinar dalam balutan pakaian religi. Hasil makeover Linda membuahkan hasil yang memuaskan. Para karyawan yang berkomentar adalah juri paling jujur tanpa paksaan.
"Vian!. Awas nanti jatuh cinta!" ledek Lintang dari bagian dalam ruangan membalas perkataan Alvian tempo hari.
"Kerja yang bagus, Linda." Puji Lintang saat menatap keindahan sosok Lyra didepan mata.
"Kau sekarang siap untuk mulai bekerja sebagai asisten, Lyra?"
"Siap, Pak. Tapi saya merasa tidak nyaman dengan penampilan seperti ini," jawab Lyra polos.
"Nanti kau akan terbiasa. Bangkitlah menjadi Lyra yang hebat. Angkat derajat orangtuamu, buatlah Pak Joko bangga. Tatap masa depanmu dengan tersenyum!" Lintang memompa semangat Lyra yang terbiasa minder.
"Aku mendukungmu," ucap Linda sambil tersenyum.
"Aku juga," Alvian ikut-ikutan.
__ADS_1
"Haisstt..kenapa Kak Vian ikut aja sih?" cebik Linda.
"Kak Vian?" Lintang dan Lyra kompak saling memandang dengan curiga.
..._-_-_...
Hi.. pembaca,
Alhamdulillah hari ini sudah selesai bab ke 3 dari marathon triple-up. Sejak kemarin Author menghadirkan triple-up setiap harinya dengan jeda waktu pagi - siang - sore.
Jika keadaan sedang sibuk-sibuknya, mungkin tidak bisa mencapai triple-up dihari tertentu. Namun Author akan tetap berusaha setidaknya tetap update meski 1-2 bab dalam sehari.
Semoga pembaca merasa nyaman membaca cerita yang Author hadirkan. Mohon dukungannya agar novel ini semakin berkembang.
Beli micin naiknya angkot,
Hari senin waktunya nge-vote.
🔹
Mampir kebumen sambil belanja baju batik,
Mari komen meski hanya satu titik.
🔹
Buncis dipotong pake gergaji gede,
Plis dong like sampai akhir episode.
🔹
Perut melilit karena kebanyakan terasi,
Yuk difavorit agar mendapatkan notifikasi.
__ADS_1
Semoga harimu menyenangkan.
..._-_-_...