
Hi Pembaca,
Maafkan Author karena kemarin tidak update. Author sedang sibuk pekerjaan real sehingga belum sempat update. Namun hari ini update kembali hadir demi semua pembaca agar tidak terlalu lama menunggu.
Author akan usahakan melakukan triple-up setiap hari. Namun jika ada kesibukannya yang over, mungkin Author hanya bisa up double ataupun single, atau bahkan kosong dihari tertentu. Mohon supportnya agar Author terus semangat menulis hingga kisah novel ini rampung.
Demikian sekilat info, kita lanjutnya kisah Lyra dan Lintang.
Selamat membaca dan semoga terhibur..
..._-_-_...
POV Author
Bintang tengah memimpin rapat penting didalam Markas DZ yang dihadiri seluruh anggota tim, termasuk Lyra dan Linda tanpa terkecuali.
__ADS_1
Sementara waktu persiapan pernikahan mereka tangguhkan karena Rani dan Lyra masih merasa shock setelah kejadian penculikan yang dialami Lintang. Begitu juga sambil menunggu kondisi kesehatan Linda kembali fit 100%. Khusus kondisi Linda, permintaan penundaan persiapan pernikahan datang dari Lyra sendiri. Lyra bersikeras menunggu sahabatnya sembuh total karena beban moral atas musibah yang dialami Linda.
Hari ini mereka datang dan berkumpul untuk membahas misi baru yang diterima dari negara. Linda menyempatkan untuk datang meski kondisinya belum terlalu pulih. Semangat dan etos kerja Linda sungguh besar seperti halnya semangat yang dimiliki oleh Lyra. Secara total Linda ditarik dari posisi sebelumnya yakni administrasi gudang dan dipindahkan sebagai spesialis administrasi DZ.
"Kita mendapatkan tugas cukup berbahaya kali ini. Ditemukan indikasi adanya distribusi bubuk haram secara besar-besaran antar negara melalui akses bisnis bawah tanah termasuk oknum-oknum dari negara kita," Bintang membuka rapat dengan sebuah bahasan yang serius.
"Kenapa aku menyebutnya berbahaya?, karena bukan rahasia lagi jika bisnis bawah tanah selalu didukung oleh kekuatan mafia kelas kakap. Tanpa ada backup yang kuat, mereka tak akan berani untuk bergerak sendiri. Dan tugas kita adalah menyelidiki kebenaran kasus ini, mendapatkan bukti dan tersangka, serta menanganinya hingga tuntas," lanjut Bintang.
"Mengapa tidak langsung ditangani oleh pihak berwajib sendiri, Pa?" wulan mencoba bertanya.
"Pertanyaan bagus. Ada oknum-oknum internal mereka yang terlibat. Untuk menghindari gesekan lebih besar dan kecurigaan para oknum itu, pihak berwajib melimpahkan kasus ini kepada kita," terang Bintang.
--
Deo dan Lyra tengah melakukan penyamaran untuk memasuki pasar gelap bawah tanah. Manipulasi rias wajah dan tambahan accessories membuat mereka kini tampil sebagai sosok yang berbeda.
__ADS_1
Keduanya tengah duduk disebuah club malam yang biasa digunakan sebagai tempat transaksi barang haram. Namun yang berbeda, ini bukan transaksi dengan end-user alias pembelian eceran. Transaksi yang dilakukan adalah dalam skala besar.
Deo dan Lyra menyelinap menuju lantai atas bangunan club malam karena disanalah transaksi biasa dilakukan. Kenapa tim DZ tahu jika disanalah tempatnya terjadi transaksi?, karena Bintang telah mengumpulkan berbagai informasi terperinci sebelum melakukan misi.
"Berjalan biasa saja, seolah kita sudah terbiasa menjadi pengunjung club ini. Jika ada yang bertanya, katakan saja bahwa kita anak buah Bos Neo," bisik Deo saat mereka melangkah menuju lantai 2.
"Siapa itu Bos Neo?" tanya Lyra penasaran.
"Dia adalah Pimpinan GLC atau Global club, yaitu sebuah kelompok mafia bayangan yang bertugas sebagai mata-mata. Bos Neo sepenuh berpihak pada kita karena memang dia sebenarnya adalah anggota DZ yang dipasang di dunia bawah tanah. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membuat Bos Neo dipercaya san diakui di dunia bawah tanah," terdengar suara Alvian pada earphone yang terselip ditelinga Lyra.
"Stop. Mau kemana, Bung?" seorang penjaga tinggi besar menghadang langkah Deo dan Lyra untuk memasuki ruang utama di lantai 2.
Deo segera menunjukkan kartu freepass warna hitam dengan logo kepala harimau di dalam dua lingkaran border yang berfungsi sebagai tanda pengenal atau pengganti undangan.
"Mau ikut rapat, Bang." Ucap Deo dengan akting meyakinkan.
__ADS_1
"Ok. Silahkan..." Sang penjaga langsung mrmberikan jalan.
..._-_-_...