Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Teylishan tewas


__ADS_3

Teylishan menatap ayahnya dengan perasaan bingung, namun jika ia berbohong tentunya ia akan merasakan siksaan yang menurutnya sungguh kejam oleh wanita yang kini tengah menyeringai padanya.


Melihat Teylishan dan murid lainnya hanya diam, para Ketua Sekte serta rombongan raja Xin menjadi geram. Namun mereka semua teralihkan dengan prajurit Raja Xin yang ditugaskan untuk mengecek anaknya di penjara sekte kini mulai berdatangan, tak hanya satu wanita bahkan puluhan wanita kini memasuki aula sekte.


"Anakku! " ucap Raja Xin langsung memeluk anaknya.


Anak dari Raja Xin yang bisa dikatakan cantik namun tidak lebih dari Cantik Su Yue dan Lylia kini menatap tajam dua lelaki yang kini berwajah Cao Yuan.


"Ayah lelaki yang berwajah sama itulah yang menculiku dan ingin memperk*sa ku! " ucap anak dari Raja Xin menunjuk Cao Yuan asli dan palsu.


Raja Xin kemudian melepas pelukan anaknya dan menatap Cao Yuan yang asli untuk mendengar penjelasannya kembali.


"...." Cao Yuan diam, namun dirinya sedikit kesal ditunjuk oleh anak raja Xin yang sepertinya membenci wajahnya itu. Namun karena dirinya harus segera menyelesaikan masalah akhirnya kembali menatap Teylishan yang kini sedang ketakutan saat melihat Luo Luo telah berada dihadapannya dan mengelus elus paha Teylishan.


"Katakanlah! aku yakin tuan muda akan memberi kematian yang cepat pada kalian. " ucap Luo Luo sambil tersenyum.


Sekali lagi Teylishan memandangi para Tetua sektenya dan ayahnya.


"Maafkan aku ayah! aku adalah orang yang menyamar sebagai Cao Yuan, aku juga yang telah membuat semua kekacauan selama lima tahun belakangan ini. " ucap Teylishan terus menjelaskan kepada semua orang.


Raja Xin, beserta ketua yang mendengar penjelasan Teylishan menjadi sangat marah dan hendak langsung membunuhnya, namun mereka semua mengurungkan niat mereka setelah Cao Yuan melepaskan aura Naga dari tubuhnya.


"Lanjutkan!!" ucap Cao Yuan dingin menatap semua ketua yang ada.


Teylishan kembali menjelaskan semua yang telah ia lakukan, semua orang yang mendengar kembali penjelasan tersebut hanya diam dan menahan tubuh mereka yang kini bergetar akibat aura Naga yang masih keluar dari tubuh Cao Yuan kearah Ketua sekte dan juga rombongan raja Xin.

__ADS_1


"Ayaah! maafkan aku! " ucap terakhir Teylishan.


Slaaaashh! Slaaaash! Slaaaash! Theylishan beserta murid yang terikat oleh Qi Cao Yuan tiba tiba leher mereka terlepas hanya dengan tebasan pedang milik ayahnya Cao Yuan yang telah ia keluarkan dari Cincin ruang.


"Shaner! " ucap Teyling yang dari tadi diam, karena dirinya tak dapat keluar dari kurungan mantra formasi buatan Cao Yuan.


Setelah itu Cao Yuan menatap semua rombongan yang telah hadir.


"Benar bukan? aku tidak salah? semua ini hanya salah paham saja! dan kalian harus pergi karena masalah telah selesai. " ucap Cao Yuan menatap semua orang.


"Apaaa! " ucap mereka semua kompak.


"Bagaimana selesai? sekte Pedang Naga Langit trah kedua harus menanggung jawabi dengan memberikan kami semua sebuah kompensasi yang besar. Dan jika tidak maka kami akan menghancurkan semua yang ada di sekte ini bahkan membunuh para murid dan tetua yang berada disini." ucap salah satu ketua sekte yang merasa dirugikan.


Cao Yuan yang mendengar perkataan itu langsung menatap tajam ketua yang ingin menghancurkan sekte trah kedua, karena Cao Yuan sendiri masih keluarga sekte trah kedua, dan untuk kompensasi tentunya ia yang akan memberikan, namun setelah mendengar perkataan yang menurutnya akan membunuh murid sekte Pedang Naga Langit adalah tindakan yang diluar batas menurutnya.


"Apakah kau lupa aku berasal dari sekte mana? " tanya Cao Yuan, nadanya menjadi dingin.


Gleek! semua orang menelan ludah saat merasakan aura Naga yang bertambah mengerikan yang mereka rasakan.


"Tap-iii bukankah seharusnya kalian akan memberikan kompensasi pada kami! " ucap Ketua tersebut memberanikan diri.


"Luo! Niu! kalian carilah harta milik sekte diseluruh ruangan ini! setelah itu bagikan pada mereka semuanya dengan rata. " ucap Cao Yuan, Niu serta Luo Luo segera menghilang dari pandangan yang membuat mereka semua terkejut setelah mendengar perintah Cao Yuan.


"Sekarang kalian tunggulah dua sahabatku diluar! dan masalah mereka semua adalah masalahku. " ucap Cao Yuan kemudian menatap tetua serta Teyling yang kini tatapannya kosong menatap kepala anaknya yang telah memejamkan mata.

__ADS_1


Tak ingin tertindas oleh aura yang terus keluar dari tubuh pemuda yang bernama Cao Yuan, membuat mereka segera bergantian keluar dari aula sekte seperti yang diperintahkan pemuda yang telah menggemparkan Benua Rendah dengan sepak terjangnya.


Setelah melihat semua orang keluar Cao Yuan menghilangkan semua mantra formasi yang melindungi seluruh tempat yang ia pasang. Para tetua trah kedua yang kini melihat perisai yang membatasi mereka menghilang kemudian saling berpandangan dan menatap Cao Yuan.


Swuuush! Swuuuush! Swuuuush! sepuluh tetua trah kedua yang tersisa langsung melesat kearah Cao Yuan, mereka semua yang memiliki ranah alam tiga membuat kecepatan mereka bagaikan siput dimata Cao Yuan.


"Lambat! " gumam Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya.


Swuuush! Swuuush! Swuuush.


Baaams! Baaams! Baaaams! Kraaataakk! Jdaaaar!


Sepuluh tubuh tetua yang melesat kearah Cao Yuan hanya dengan kibasan tangan tubuh mereka langsung terpental dan menabrak dinding aula sekte, aula sekte yang perlahan akan runtuh membuat Cao Yuan membuat segel pelindung untuk melindungi dirinya sendiri.


Perisai yang melindungi tubuhnya membuat puing puing bangunan aula sekte yang telah hancur tak membuatnya terluka, berbeda dengan tetua yang telah menabrak dinding, mereka tidak akan tewas jika tubuh mereka tidak ditimpa oleh puing puing bangunan aula sekte.


Semua rombongan raja Xin, serta ketua sekte yang telah keluar mendengar sebuah ledakan yang keras dan menyebabkan hancurnya aula sekte segera menjauh dan melihat apa yang terjadi, para tetua yang berada dikediaman sekte serta para murid yang juga mendengar ledakan tersebut juga melihat apa yang telah terjadi.


Namun keterkejutan mereka teralihkan saat melihat dari puing puing bangunan, terlihat Teyling yang kini telah sadar dari tatapan kosongnya dan langsung mengeluarkan seluruh aura membunuh serta ranah Kultivasinya di puncak alam lima. Cao Yuan yang melihat Teyling marah hanya menyunggingkan senyumnya dan menghilangkan perisai pelindung yang melindunginya.


"Marah? hahahaha! apa yang kau tabur pasti akan kamu tuai. Jadi jangan menyalahkan ku yang telah membunuh tetua serta anakmu itu. " ucap Cao Yuan dingin.


Para tetua trah kedua yang tersisa juga segera melesat begitu juga para murid sekte, namun sebelum mereka berada didekat Cao Yuan sebuah perisai pelindung kembali muncul dan membuat mereka terpental kearah yang berbeda.


"Kenapa diam? apakah kamu takut, dan hanya ingin menakut nakuti semua orang dengan aura serta kultivasimu itu. " ucap Cao Yuan dingin.

__ADS_1


__ADS_2