
Swuuuush! Tiga pria paruh baya dan kakek tua kini berada didepan Cao Yuan. Cao Yuan tak terkejut, ataupun merasa takut, ia diam diam mengukur ranah kultivasi empat orang didepannya.
"Dewa tingkat tiga? Siapa mereka. " gumam Cao Yuan.
"Hei pemuda, apa yang kau lakukan di atas sekte tadi. " ucap salah satu pria paruh baya.
Cao Yuan terdiam, namun ia tidak merasakan aura jahat yang dimiliki empat orang didepannya. Berbeda dengan reaksi tiga pria paruh baya yang melihat Cao Yuan hanya diam.
"Jangan jangan kamu ingin membunuh mereka semua, namun sayangnya kamu kini harus tertangkap. " ucap salah Bao Tie.
"Apalagi dengan usiamu yang muda sudah dapat terbang dilangit. " ucap Bao Lu.
"Serang! " teriak Bao Tao.
Swuuush! ketiga pria paruh baya mengepung Cao Yuan dari berbagai sisi. Cao Yuan yang melihat keempatnya tidak memiliki aura jahat atau iblis ingin menjelaskan kesalah pahaman tersebut. Namun merasakan adanya bahaya dari belakang bahunya, dengan segera ia bersalto untuk menghindari.
Tidak hanya satu serangan, dua pria paruh baya lainnya juga sama, mulai menyerang Cao Yuan dari berbagai sisi. Sedangkan kakek tua yang entah siapa hanya diam menatap tiga muridnya melaawaan satu pemuda dengan hati bimbang. Karena ia tidak dapat merasakan ranah kultivasi pemuda tersebut.
Cao Yuan yang ingin menjelaskan kesalah pahaman, disetiap celah yang ditunjukan serangan ketiganya selalu mengurungkan niatnya. Karena serangan cepat lain selalu mengarah kearah titik vital tubuhnya.
"Susah sekali ingin menjelaskan kepada mereka. " gerutu didalam hati Cao Yuan.
"Hei pemuda! Jangan hanya bisa menghindar, apakah kau ragu mengeluarkan sisi iblimu pada tiga saudara kembar ini. " ucap Bao Tao mengumpulkan energi Qinya dan melepaskannya kearah Cao Yuan.
Swuuuuush! Baaaaaams! Ledakan yang cukup dahsyat saat energi yang diarahkan ketubuh Cao Yuan meleset dan menabrak tanah dibawah mereka. Ledakan tersebut terdengar hingga ke sekte, sehingga para ketua sekte dan murid langsung bergegas menuju arah suara ledakan.
Cao Yuan terus menghindar, hingga merasakan banyaknya aura yang mendekat kearahnya. Ia langsung mengeluarkan aura naganya, karena ia sendiri tak ingin melukai keempat lawannya. Seperempat aura naga yang keluar dari tubuh Cao Yuan berhasil membuat satu kakek tua dan tiga paruh baya jatuh dari atas langit, lalu turun dengan sikap berlutut karena terkena aura naga yang dikeluarkan Cao Yuan. Sama halnya dengan para ketua sekte dan murid mereka yang menuju kearah pertempuran, aura yang terasa sangat agung menindas mereka, sehingga mereka sama hanya bisa berlutut dan tidak mengerti siapa pelaku yang telah mengeluarkan aura naga tersebut.
__ADS_1
"Si-siapa kamu! " ucap kakek tua yang berlutut menahan penindasan yang sangat gila ditubuhnya .
Cao Yuan turun dari atas langit dan muncul didepan keempat orang tersebut, namun wajahnya yang tampan hanya terlihat senyuman manisnya saja. Senyuman yang dapat membuat semua wanita yang menatapnya akan menjadi tergila gila
"Maafkan kelancanganku senior! " ucap Cao Yuan memberi hormat kepada mereka ber empat.
Mereka berempat yang waspada menjadi terdiam, dan perlahan menurunkan kewaspadannya .
"Ini semua hanya salah paham, kedatanganku kesini hanya untuk mencari pelaku dibalik kekacauan ini. Aku harap kalian dapat berkerja sama. " ucap Cao Yuan.
"Apa jaminannya, walaupun kamu berkata manis namun tetap saja pasti kamu pelaku dibalik kekacauan ini. " ucap Bao Tao.
Namun berbeda dengan kakek tua entah mengapa ia langsung percaya begitu saja, sedangkan ke tiga pria paruh baya yang tidak mempercayai ucapan Cao Yuan.
"Maaf senior, sungguh bukan orang yang kalian pikirkan. " ucap Cao Yuan.
"Apakah kamu bernama Cao....." ucap Kakek tua mengingat ingat.
Cao Yuan hanya mengangguk, senyum manisnya yang dapat membius hati wanita terlihat kembali.
"Kek, maafkan kelancanganku, saat ini waktuku terbatas, sehingga aku harus pergi. " ucap Cao Yuan merasakan beberapa pasang mata mengawasinya dari langit.
Cao Yuan menghilang dengan hilangnya aura naga yang menekan mereka semua. Hingga mereka telah terbebas dari tekanan hanya bisa bengong.
"Hei Bao Tao, apakah kamu ingat kejadian satu tahun yang lalu? " tanya sang kakek tua kemudian bercerita singkat.
****
__ADS_1
Cao Yuan mengejar aura yang perlahan menjauh dari kejarannya. Hingga ia tiba diatas galaxy yang terdapat ribuan bintang bercahaya. Namun tiba tiba aura tersebut lenyap ditelan kehampaan membuat dirinya sendiri yang kesal karena tidak dapat mengejar sosok yang memata matainya.
"Arghhh! Siapa orang yang memata mataiku. " gumam Cao Yuan.
Namun tiba tiba ia tersadar bahwa ia telah berada di galaxy, tempat yang terlihat sangat indah. Dihiasi ribuan bintang, adanya bola matahari yang bersinar terang, hingga beberapa lingkaran yang ia sendiri ketahui.
"Indah sekali. " gumam Cao Yuan.
"Bukankah itu benua rendah, sedang dan tinggi." ucap Cao Yuan menunjuk bola yang berwarna hijau, ada yang berwarna biru dan lainnya.
"Semua bentuknya sama, namun yang membedakan ranah kultivasi dari setiap benua. " ucap Cao Yuan lagi.
Cao Yuan tiba tiba memiliki niat, setelah pernikahan dengan Lylia, ia ingin mengajak Lylia melihat alam semesta yang sangat indah tersebut. Tak lain ia ingin memberi hadiah kecil.
"Akkh! Kenapa aku melupakan tugasku. " gumam Cao Yuan kemudian membuat segel tangan dan kembali kebenua tengah.
Sesampainya, Cao Yuan kembali melanjutkan perjalanannya kesana kemari, hingga satu hari berlalu, ia juga selalu membuat perisai yang akan menutupi kota, atau kerajaan, bahkan kekaisaran, ia tak ingin ada korban lagi, sehingga saat terjadi penyerangan, pelaku harus menghancurkan segel perisai buatannya dahulu, dan tentunya Cao Yuan dapat merasakan segel yang ia buat akan terasa jika adanya orang yang menyerang segel tersebut.
"Heemm, setidaknya aku bisa beristirahat. " ucap Cao Yuan melesat mencari tempat peristirahatan.
Sesampainya di goa yang terlihat tidak pernah terjamah manusia, ia menggunakan kekuatannya untuk membersihkan tempat tersebut hingga benar benar rapi dan tidak ada semak yang menutupi mulut goa.
Cao Yuan beristirahat dengan cara meditasi, karena meditasi dapat menenangkan semua pikiran yang kacau, bahkan bisa untuk mengistirahatkan tubuhnya . Banyak sekali manfaat dari meditasi, sehingga para Kultivator kebanyakan memilih metode meditasi untuk beristirahat.
Tak terasa Cao Yuan bermeditasi selama satu hari, dan ia terbangun dari meditasinya karena merasakan segel buatannya sedang dihancurkan oleh orang lain.
"Heem, saatnya menangkap pelaku keji itu, aku pastikan kematian kalian tidak akan mudah! " ucap Cao Yuan dingin.
__ADS_1
Swuuuuush! Cao Yuan keluar dari goa dan melesat kearah kota yang ia lindungi dengan segel mantra formaasi yang rumit buatannya.