Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kembali berlatih.


__ADS_3

Mereka semua keluar dari istana, dan berdiri didepan istana dengan berbaris rapi. Sesaat setelah itu Cao Yuan berteriak dengan menggunakan energi Qinya.


"Seluruh pasukan berkumpulah kedepan istana. " ucap Cao Yuan.


Swuuuush! Mereka yang sedang berlatih, ada juga yang berkultivasi langsung menuju kedepan istana setelah mendengar suara Cao Yuan yang menggema. Selang beberapa menit menunggu mereka berbaris dengan rapi. Cao Yuan menatap tetua Lu Ye yang terlihat gugup.


"Paman? Apakah anda baik baik saja. " ledek Cao Yuan.


"A-aku baik- baik saja tuan muda. " ucap Tetua Lu Ye wajahnya sedikit memerah.


Kaisar Langit hanya menggelengkan kepalanya dengan yang lain, setelah melihat semua pasukan telah berbaris, Cao Yuan melangkahkan kakinya mengedepani semua dewa baru.


"Hormat pada tuan muda! " ucap mereka semua kompak.


Cao Yuan memperlihatkan senyumnya, setelah itu ia segera mengungkapkan tujuannya, mengapa mereka semua dikumpulkan kembali.


"Aku mengumpulkan kalian karena ingin membahas tentang penyerangan yang akan kita lakukan dialam dewa. " ucap Cao Yuan menatap semuanya.


Semuanya diam tanpa ada yang berani berbicara sepatah katapun.


" Kita akan melakukan penyerangan dalam waktu satu bulan nanti. Dan tentunya terkait penyerangan, aku akan melatih kalian sesuai rencana yang telah kami buat untuk meminimalisir kerugian pada pihak kita. " ucap Cao Yuan menjeda kata katanya.


"Karena sebuah organisasi atau pasukan membutuhkan seorang pemimpin, maka kami mengusulkan satu orang pemimpin yang akan memimpin pasukan sekte Abadi ini, apa ada yang keberatan? " tanya Cao Yuan.


"Siap tidak ada yang keberatan tuan muda! " ucap mereka kompak.


Cao Yuan kembali tersenyum, kemudian ia menatap Tetua Lu Ye yang sepertinya bertembah gugup.


"Paman Lu Ye, silahkan maju. " ucap Cao Yuan.


Tetua Lu Ye maju dengan perlahan melangkahkan kakinya, hingga tepat disamping Cao Yuan. Jantungnya berdebar keras, tak mungkin baginya tidak bisa gugup, karena didepannya adalah pasukan yang sangat luar biasa, pasukan yang akan ia pimpin untuk menyerang alam dewa. Hal tersebut tidak pernah terpikirkan selama hidupnya.


"Dia adalah pamanku yang berjasa pada sekte ayah angkat ku." ucap Cao Yuan menjelaskan dengan detail siapa Tetua Lu Ye, dan identitasnya.


Bahkan ia kembali menanyakan apakah ada yang keberatan tetua Lu Ye akan memimpin pasukan.


"Tidak tuan muda! Hormat pada pemimpin Lu Ye! " ucap mereka semua memberikan hormat pada tetua Lu Ye.

__ADS_1


Tetua Lu Ye terdiam, terkejut, terharu, rasa tidak percayanya muncul terus menerus. Hingga Cao Yuan yang melihat terdiamnya tetua Lu Ye hanya bisa menahan tawanya.


"Eheem! Paman. " ucap Cao Yuan.


"Ehh! Hormat kalian aku terima, aku harap kita bisa bekerjasama dengan baik. " ucap Tetua Lu Ye.


"Terakhir, nama pasukan ini akan aku ganti dengan nama pasukan Abadi, kalian kini bukan sekte lagi, tapi pelindung seluruh alam semesta." ucap Cao Yuan.


"Baik tuan muda! " ucap mereka.


Cao Yuan mengangguk senang, kemudian ia menatap ayahnya, Shen Huo An, dan lainnya secara bergantian.


"Kini kalian akan melakukan pelatihan kembali. Maka aku harap kalian akan memanfaatkan pelatihan dalam waktu sebulan ini, karena lawan kita kali ini bukanlah perkara yang mudah. Sehingga aku tidak mau kerugian ada dipihak kita, maka dari itu berlatihlah fengan keras." ucap Cao Yuan.


"Baik tuan muda! " jawab mereka semua.


Setelah itu mereka membubarkan diri, Cao Yuan meminta ayahnya, Shen Huo An dan lainnya untuk melatih mereka sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Cao Yuan kemudian menghampiri Lylia yang sejak tadi hanya diam menatap punggung Cao Yuan yang sedang berpidato.


"Eheem. " deheman Cao Yuan.


"Lier, sebentar lagi perang akan berlangsung, apakah kau..." ucap Cao Yuan dihentikan karena jari Lylia menempel di mulut Cao Yuan.


"Aku tentu akan ikut berperang. " ucap Lylia.


Cao Yuan tak mengharapkan ucapan itu keluar dari mulut Lylia, bagaimana pun ia tidak ingin melihat Lylia terluka. Namun Lylia seolah olah mengerti apa yang akan diucapkan Cao Yuan, sehingga ia masih menempelkan jarinya dimulut Cao Yuan saat ia akan kembali membuka mulutnya.


"Huuhh! Baiklah!" ucap Cao Yuan menghela napas.


Setelah itu mereka semua melakukan tugas mereka masing masing. Pelatihan keras mulai berlangsung setelah mereka dikumpulkan. Cao Yuan juga melatih pasukan dengan sungguh sungguh. Walaupun berat pelatihan yang diberikan, namun tidak ada yang berani Perotes bahkan kini mereka terlihat sangat bersemangat padahal keringat membasahi tubuh mereka. Beberapa nasesat juga diberikan setelah memberikan pelatihan.


Hingga tak terasa waktu telah berlalu seminggu dengan pelatihan keras, semuanya masih bersemangat hingga akhir pelatihan. Hari terus berganti tepatnya sebulan kurang tiga hari dimana penyerangan akan dilakukan.


"Aku umumkan hari ini adalah hari terakhir pelatihan kalian, karena itu aku meminta kalian segera beristirahat, karena tiga hari lagi kita akan menyerang alam dewa. " ucap Cao Yuan membubarkan pasukannya.


Setelah semuanya bubar dan menuju kediaman masing-masing yang telah dibangun oleh mereka sendiri, Cao Yuan mencari Lylia yang sedang bersama orang tuanya di aula istana.


"Yuaner kemari. " ucap Kaisar Langit tersenyum melihat kehadiran anaknya.

__ADS_1


"Ayah, ibu, Lier." ucap Cao Yuan tersenyum.


"Bagaimana? Apakah pasukan telah siap? " tanya Kaisar Langit.


"Pasukan telah siap ayah. " ucap Cao Yuan hormat.


"Baguslah, kita tinggal menunggu waktu saja. " ucap Kaisar Langit.


Setelah itu mereka berempat berbincang bincang santai, hingga tak terasa malam telah terjadi. Cao Yuan meminta izin pada ayahnya, karena ia ingin mengajak Lylia kesuatu tempat.


Kaisar Langit dan Dewi Lianhua yang mengerti ucapan anaknya hanya menyetujuinya. Berbeda dengan Lylia yang masih bingung.


"Gege, memang Gege akan membawaku kemana? " tanya Lylia.


"Rahasia. " ucap Cao Yuan tersenyum.


Lylia cemberut mendengar Cao Yuan


merahasiakan hal yang ia sendiri ingin mengetahuinya.


"Ayah, ibu Yuan pamit. " ucap Cao Yuan menggandeng tangan Lylia dan menghilang dari kehampaan.


Swuuush! Mereka muncul di galaxy yang sangat indah, tempat yang hampa, hanya terlihat ribuan bintang yang bersinar terang. Beberapa lingkaran atau terlihat seperti bola dengan warna yang berbeda terlihat.


"Gege ini indah sekali. " ucap Lylia berdecak kagum.


"Maafkan aku karena selama ini tidak bisa membawamu bahkan memberikan hadiah untukmu, karena itu aku ingin memberikan hadiah kecil ini. " ucap Cao Yuan tersenyum kecut.


"Gege, selalu ada di sampingmu saja aku sudah sangat bahagia." ucap Lylia.


"Lier, lihatlah seluruh alam semesta ini, semuanya saling melengkapi, ada hitam ada putih, ada api ada air. Dan seterusnya, namun hal yang membahagiakan bagiku dialam semesta ini apakah kamu mengetahuinya? " tanya Cao Yuan menatap Lylia.


"Emm.." Lylia berpikir.


"Bertemu denganmu, dan tentunya aku bisa memilikimu seutuhnya." ucap Cao Yuan lirih namun terdengar jelas ditelinga Lylia .


Mereka berpelukan mesra dengan roman roman penuh cinta, kisah cinta yang tidak terlalu romantis seperti author namun endingnya akan bahagia. Laaa author jomblo mulu wkaoakwoakaoaka.

__ADS_1


__ADS_2