
Swuuuungg! Tubuhnya bergetar hebat disaat kenaikan serta barengnya ledakan tubuh naga yang menelan Cao Zhen Xin. Perlahan matanya terbuka, aura dewa sejati tingkat tiga terpancar ditubuhnya.
"I-ini..." ucap Cao Zhen Xin merasa senang.
"Mo-monster." gumam pendekar Pulau Persik tak menyangka ranah Dewa sejati tingkat satu mampu membunuh hewan iblis yang ia sendiri pernah dibuat kabur saat bertempur melawan hewan tersebut.
Swuuuush! Tubuh Cao Zhen Xin menghilang, lalu muncul disamping pendekar Pulau Persik yang masih tak percaya setelah apa yang ia lihat.
"Senior, terimakasih telah membantuku. " ucap Cao Zhen Xin.
Sontak pendekar Pulau Persik terkejut, dan menatap tubuh Cao Zhen Xin dari atas hingga bawah.
"Bu-bukankah kamu yang membunuhnya, karena itu tak pantas kamu memberikan ucapan terimakasih padaku." ucap pendekar Pulau Persik.
Cao Zhen Xin tersenyum hangat.
"Senior, ini semua juga akibat keterlibatan senior, jika saja disaat aku bertempur melawan naga itu sendirian terus menerus, maka sudah dipastikan aku akan kalah. " ucap Cao Zhen Xin.
Pendekar Pulau Persik mengangguk menyetujui ucapan pemuda yang telah membunuh penguasa danau tersebut dengan raut wajah bingung.
"Tu-tuan muda, siapakah sebenarnya anda." ucap pendekar Pulau Persik.
"Senior, panggil saja namaku Zhen Xin. " ucap Cao Zhen Xin hangat.
Mereka berdua berbincang santai, setelah itu pendekar Pulau Persik yang bernama Song Ye mengajak Cao Zhen Xin ketempatnya atau Pulau Persik.
"Baiklah senior Ye. " jawab Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Swuuuush! Keduanya berkelebat cepat kearah pulau Persik, dan kepergian mereka berdua juga disambut rasa haru dan senang oleh warga pesisir danau tersebut.
Selang beberapa menit terbang menuju pulau Persik, akhirnya mereka berdua melihat sebuah pulau ditengah danau, pulau yang sangat indah terlihat karena banyaknya bunga persik yang berjejeran disetiap tempat.
"Indah sekali.." puji Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Mereka berdua menambah kecepatannya hingga benar benar menginjak tanah Pulau Persik yang dihiasi oleh ribuan bunga Persik.
__ADS_1
"Pulau ini dinamakan Pulau Persik dikarenakan banyaknya bunga Persik yang tumbuh subur. " penjelasan singkat Song Ye.
"Senior namun aku sepertinya tidak bisa berlama lama disini karena ada tugas yang harus aku selesaikan. " ucap Cao Zhen Xin.
Dua alis menyatu diperlihatkan Song Ye, walaupun baru kenal dengan Zhen Xin, namun keramahan pemuda tampan berjubah biru terang sedikit keemasan membuatnya begitu heran.
"Sepertinya tugas itu sangat penting. " balas Song Ye.
"Tentu senior, karena tugas ini menyangkut nyawa seseorang. " jawab Cao Zhen Xin.
"Lalu tugas apakah itu? " tanya Song Ye.
Sontak Cao Zhen Xin menjelaskan tujuannya saat ini, mencari pulau yang bernama Pulau Es, dan ia ingin mencari pertapa sakti Pulau Es untuk mengobati temannya yang terluka.
"Apa! Pertapa sakti Pulau Es! Apakah kamu ingin mengantar nyawamu pada pertapa yang sangat mengerikan itu! " ucap Song Ye terkejut setengah mati.
"Senior, apa yang membuat senior sangat terkeejut? Bukankah seorang pertapa tidak mungkin membunuh mereka yang tidak mengganggunya? " tanya Cao Zhen Xin.
Song Ye kemudian melirik sekitarnya dengan helaan nafas panjang.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu mengikuti Song Ye berjalan menuju kearah selatan. Hingga perjalanan sekitar sepuluh menit, mereka berdua akhirnya sampai disebuah bangunan berukir bunga persik.
"Ketua Ye! " ucap penjaga rumah.
"Hemm, kalian bertiga siapkan makanan, serta minuman untuk tamuku. " ucap Song Ye menatap ramah penjaga rumahnya.
"Baik ketua! " jawab mereka.
Dengan melihat kehormatan yang diberikan tiga orang didepannya, Cao Zhen Xin mengerti siapa Song Ye yang membantunya mengalahkan naga air.
"Menarik. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
"Mari. " ucqp Song Ye.
Cao Zhen Xin kembali mengikuti Song Ye memasuki rumahnya, setelah sampai diruang tamu yang ukurannya cukup luas, akhirnya Song Ye menghentikan langkahnya dan memberikan tempat duduk yang telah disiapkan.
__ADS_1
"Baiklah, aku ingin memberitahumu tentang pertapa sakti Pulau Es yang sangat melegenda. Dengan penjelasanku ini kuharap kamu dapat mengurungkan niatmu itu. " ucap Song Ye.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mendengarkan seluruh penjelasan Song Ye dengan baik.
"Tidak hanya para pendekar yang datang tidak bisa kembali, bahkan katanya pertapa sakti Pulau es kekuatannya hampir berimbang dengan biksu Wangyan, biksu terkuat nomor satu di benua ini. " ucap Song Ye menghentikan penjelasannya.
"Apakah kamu masih ingin pergi kesana? "
"Tentu. " jawab Cao Zhen Xin singkat.
Sontak mata Song Ye melotot dan tak percaya akan apa yang diucapkan pemuda yang bernama Zhen tersebut.
"Apakah kamu...."
"Senior maaf jika aku memotong ucapanmu, bagiku tidak ada yang lebih berharga dari pada nyawa temanku sendiri, apalagi aku...." ucap Cao Zhen Xin menghentikan ucapannya.
Song Ye mengangguk mengerti maksud ucapan Zhen Xin.
"Baiklah, aku akan mengantarkanmu ke Pulau Es, namun aku tidak bisa menemanimu mencari pertapa sakti Pulau Es. " ucap Song Ye.
Sontak Cao Zhen Xin berterimakasih atas bantuan yang sekali lagi diberikan oleh Song Ye.
"Senior terimakasih! " ucap Cao Zhen Xin menangkupkan tinjunya.
"Haiiissh tapi ingat berhati hatilah jika telah bertemu dengan pertapa es tersebut. " ucap Song Ye.
Cao Zhen Xin mengangguk, tak lama setelah perbincangan mereka, makanan serta minuman hadir dan mereka berdua menikmatinya hingga semuanya telah habis tanpa sisa.
"Mari Zhen biarkan aku mengantarkanmu sesuai janjiku. " ucap Song Ye.
Mereka berdua akhirnya keluar dari kediaman Song Ye dan menuju selatan pulau Persik untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Es, sesampainya disebuah dermaga kecil, Song Ye meminta pemilik kapal yang cukup besar untuk menemaninya pergi ke Pulau Es.
****
Maaff guyss dua hari sibuk dengan pekerjaan dunia nyata. Jadii aku ga update.
__ADS_1
Usahain nanti dua atau tiga episode lagi.