
"Apa maumu! " ucap tetua tersebut sambil menatap tajam Cao Yuan.
Cao Yuan kemudian tersenyum mendengar pertanyaan tetua itu.
"Mauku yaa? emm baiklah.. jika kamu memberitahu lokasi sekte kalian, maka aku akan membunuh kalian dengan cepat. " ucap Cao Yuan tenang.
Mereka bertiga benar benar terkejut mendengar keinginan Cao Yuan, jika mereka memberi keinginan pemuda itu, maka mereka tetap akan mati.
"Jika begitu lebih baik mati dari pada harus berkhianat pada sekte! " ucap tetua tersebut masih tetap bersikukuh.
"Oowhh begitu ya, Luo Luo! kemari! bukankah kamu menyukai penyiksaan pada orang orang seperti mereka? " ucap Cao Yuan menatap Luo Luo.
"Hehehe, serahkan saja padaku tuan muda! " ucap Luo Luo senang sambil memainkan pergelangan tangannya.
Luo Luo pun menghampiri tiga tawanan itu, dan kukunya yang tajam serta seringaian mengerikan dari Luo Luo membuat tiga tawanan tersebut benar benar ketakutan. Setelah sampai didepan tahanan mereka Luo Luo kemudian secara perlahan meraba Paha tetua tersebut.
"Jika kamu tak memberi keinginan tuan muda, maka aku akan mencabik cabik senjatamu ini! " ucap Luo Luo dingin sambil meraba senjata milik tetua tersebut.
Lagi dan lagi Cao Yuan, apalagi Hao Shi yang melihat ancaman Luo Luo membuat mereka ngilu sendiri.
"Luo Luo! bisa tidak jangan mengancam perihal senjata! " ucap Cao Yuan dihatinya.
"Wanita ini ngeri juga ya. " batin Hao Shi.
Sedangkan tiga tawanan itu langsung berkeringat dingin ketika kuku tajam wanita itu mulai menggores senjata tetua tersebut,
walaupun masih didalam sangkarnya.
"Lebih baik bunuh aku saja! " ucap tetua tersebut sambil memberikan lehernya berharap pemuda tersebut langsung memberi kematian yang cepat untuknya.
Cao Yuan hanya tersenyum dan kembali menatap tetua tersebut.
__ADS_1
"Sudah kukatakan, kematianmu tidak akan cepat jika kamu tak memberi tahu lokasi sekte kalian! " ucap Cao Yuan menatap tiga tawanan secara bergantian.
Gleek! air ludah mereka telan mendengar ucapan pemuda tersebut yang benar benar tegas dalam perkataannya.
"Luo Luo! silahkan siksa tetua itu, dan aku berharap kematian perlahan tetua membuat dua muridnya mau memberikan lokasi sekte! " ucap Cao Yuan keluar dari ruangan yang diikuti oleh Hao Shi dan juga Niu.
Setelah keluar dari ruangan tahanan, Cao Yuan kemudian mengajak Niu dan Haoshi untuk menemaninya memetik Buah Dewa untuk ia simpan kedalam Cincin Ruang.
Tak lama tiba tiba jeritan yang sangat keras dari ruangan sel tahanan terdengar mengerikan, nyatanya kini Luo Luo sudah melakukan tugasnya, ia kini tengah membelah senjata milik tetua tersebut, ia juga terus memberi siksaan yang pedih membuat tetua itu ingin segera mengakhiri hidupnya dengan cepat.
Dua tawanan hanya diam dan ngeri melihat wanita cantik itu benar benar menyiksa dengan kejam, tanpa berkedip. Hanya ada senyum disaat penyiksaan yang ia lakukan.
"Tuan muda! ternyata saudari Luo Luo mengerikan sekali ya? " tanya Hao Shi sambil memetik buah Dewa.
Cao Yuan hanya diam tapi ia juga membenarkan ucapan Hao Shi. Sedangkan Niu sendiri akhirnya membuka cerita kenapa Luo Luo menjadi kejam.
"Tuan muda! Hao Shi! sebenarnya Luo Luo adalah seorang wanita yang sangat baik hati dan lembut, namun ketika ia mencintai seseorang dialam Dewa, dia dikhianati karena tak memiliki kekuatan sekuat Dewi lain oleh kekasihnya. Hingga ia memutuskan untuk belajar seni bela diri dengan Dewa Naga. Setelah itu ia pun membalaskan dendam pada kekasihnya saat berada di sebuah resto saat melihat kekasihnya berkencan." Ucap Niu panjang lebar.
Tiba tiba Luo Luo telah mendengar semua cerita adik ketujuhnya, apalagi saat mendengar ucapan Cao Yuan yang menurutnya sedikit menyindir dirinya.
"Niu! apa yang kau katakan pada tuan muda! " gerutu Luo Luo.
Kehadiran Luo Luo benar benar membuat mereka bertiga salah tingkah, tapi untungnya Luo Luo membawa salah satu pemuda dan melemparkan tubuhnya kearah Cao Yuan.
"Tuan muda! pemuda ini yang mau memberi tahu lokasi sekte, dan dua lainnya sudah tewas. " ucap Luo Luo yang terlihat malu karena masalalunya terbongkar oleh adik ketujuhnya.
"Jika bukan Dewa Naga yang menceritakan masalaluku pada Niu pasti sudah ku potong otongnya! " ucap Luo Luo dalam hati.
" Hehehe baiklah, maafkan aku yang terlalu kepo tentang masalalumu. " ucap Cao Yuan yang sebenarnya tidak menanyakan masalalu Luo Luo, namun Niu sendiri yang menceritakannya.
Luo Luo hanya diam dan menatap tajam Niu. Karena situasi menjadi canggung membuat Cao Yuan menghampiri pemuda murid dari sekte Shijing.
__ADS_1
"Apa benar kamu mau memberi lokasi sekte Shijing? " tanya Cao Yuan tenang.
"Be-benar tuan muda! " ucap pemuda tersebut cepat.
"Katakanlah! " ucap Cao Yuan singkat.
Setelah itu pemuda tersebut memberi tahu lokasi sektenya yang berada di sebuah lembah, ia juga memberi informasi penting terkait lembah yang terdapat racun yang mematikan hingga sebuah segel formasi yang melindungi lembah. Cao Yuan mendengarkan dengan baik, hingga pemuda tersebut selesai memberi informasi.
"Baiklah, terimakasih informasimu! maka aku berikan kematian yang cepat untukmu! " ucap Cao Yuan kemudian mengeluarkan pedang ayahnya dari Cincin ruang dan langsung menebas leher pemuda tersebut.
"Niu bakar mayatnya! aku ingin mengumpulkan energi Qiku kembali. " ucap Cao Yuan kemudian menuju istana untuk mengumpulkan energi Qinya.
Dengan cepat Niu segera melaksanakan perintah Cao Yuan. Dan mereka kini saling canggung saat bersama Luo Luo.
"Untung kamu adik angkat ku! " ucap Luo Luo menatap tajam Niu.
Gleek! suara ludah yang ditelan oleh mereka berdua mendengar ucapan Luo Luo yang menurut mereka mengerikan.
Setelah itu Luo Luo pergi untuk menenangkan dirinya sendiri, dan Hao Shi serta Niu pun kembali memetik Buah Dewa untuk Cao Yuan masukan kedalam Cincin ruang.
Tak terasa kini hari telah pagi di dunia nyata. Cao Yuan kemudian membuka matanya setelah mengumpulkan Qi sebanyak lima ribu lingkaran. Dan itu batas maksimal yang dimiliki oleh ranah Alam tiga.
Walaupun ranah Kultivasinya berada di tingkat emas lima, tapi akibat kitab Naga Surgawi, dan juga darah naga emas membuatnya mampu terlihat seperti seorang yang memiliki ranah kultivasi Alam tiga.
Niu, Luo Luo, Hao Shi yang melihat majikan mereka telah selesai dalam pengumpulan energi Qi, langsung menghampiri dan memberikan Cincin ruang milik Cao Yuan. Mereka bertiga juga memberi Cincin ruang yang dimiliki satu tetua sekte Shijing dan juga tiga muridnya.
"Tuan muda! buah Dewa sudah kami masukan kedalam Cincin ruang tuan muda! dan ini tiga cincin dari tawanan anda. " ucap Luo Luo.
"Ehh.. aku panen besar! tapi lupa jika aku tak mengambil cincin ruang para anggota lainnya dihutan! " ucap Cao Yuan yang tersadar akan kesalahannya.
"Tuan muda! jika anda terburu buru serahkan saja tugas itu pada kami, biarkan kami mencari cincin ruang milik lawan anda yang telah anda bunuh. " ucap Niu.
__ADS_1
Cao Yuan kemudian mengangguk dan setelah itu mereka keluar dari Dunia Jiwa. Cao Yuan melanjutkan perjalananya ke kota Shao Ming, dan Niu, Luo Luo serta Hao Shi kembali kehutan dimana tempat majikannya membantai para murid sekte Shijing.