
"Maaf pendekar Naga! kami tidak mengetahui apa yang dimaksud anda? apakah mereka akan menyerang kami? " ucap para ketua sekte juga ramah.
Cao Yuan menatap semua orang, karena faksi Rajawali emas yang ditugaskan untuk memata matai seluruh kota, ataupun sekte aliran entah hitam maupun putih pernah melaporkan kegiatan aneh pada Cao Yuan, salah satunya seperti menyembah sesuatu di altar pemujaan. Bukan itu saja yang membuatnya menjadi waspada, setiap laporan mata mata di sekte aliran hitam para murid serta tetua diharuskan meneteskan darah mereka kealtar yang tersedia, setelah itu mata mereka akan menjadi memerah layaknya seorang iblis, dan tujuannya mungkin untuk menguasai Benua Rendah, ataupun membuat kekacauan.
"Namun ini hanyalah dugaanku! tetapi aku meminta kalian untuk berhati hati, sekarang kalian semua bisa pergi . Karena masih banyak urusan yang harus aku kerjakan. " ucap Cao Yuan.
Walaupun jawaban yang diberikan oleh Cao Yuan kurang memuaskan, semua orang akhirnya hanya bisa mengangguk saja. Setelah itu raja Xin memberikan kompensasi yang telah disepakati yang diberikan oleh Cao Yuan, sedangkan Luo Luo, Niu serta Cao Yuan juga telah pergi membawa tetua serta murid sekte trah kedua yang kini mau mengikutinya untuk bergabung disekte trah pertama.
"Luo Luo! Niu! kalian berdua pimpin rombongan ini! sedangkan aku ingin mendahului kalian untuk membuat keonaran pada rombongan sekte yang menuju sekteku. " ucap Cao Yuan yang kemudian melesat mendahului mereka semua.
Luo Luo serta Niu hanya menghela napas, namun tidak berani membantah ataupun menggerutu saat melihat kepergian majikan mereka.
Cao Yuan terus melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dengan kecepatan puncak, dua jam berlalu akhirnya Cao Yuan berada dekat di rombongan sekte trah kedua untuk ditugaskan menyerang sektenya. Sebelum mereka mendekati rombongan lebih dekat, Cao Yuan merubah kembali wajahnya menjadi Teylishan. Sesudah itu Cao Yuan sendiri langsung melesat kedepan rombongan.
"Tuan muda! " sapa mereka kompak setelah melihat Teylishan menghampiri mereka.
Cao Yuan yang menyamar menjadi Teylishan mengangguk, sebenarnya dia bisa saja membunuh semua murid dan tetua yang kini tengah menuju ke sektenya, namun dia sendiri tak mau melakukan itu jika mereka mau bergabung pada sektenya agar kekuatan sektenya bertambah.
Mereka terus berjalan berurutan hingga tiba tiba Cao Yuan menghentikan laju rombongan setelah berada disebuah hutan yang sangat sepi.
Swuuung! tiba tiba Cao Yuan membuat segel formasi untuk mengurung mereka semua, sedangkan semua orang heran sekaligus terkejut melihat Teylishan dapat menggunakan segel formasi.
"Maaf tuan muda! kenapa anda seperti ingin mengurung kami? " tanya tetua menghampiri Cao Yuan.
Swuuuush! seketika Cao Yuan berubah menjadi dirinya sendiri dan membuat mereka langsung waspada.
"Cao Yuan! " ucap tetua yang mengenal Cao Yuan.
"Kenapa? " tanya Cao Yuan dingin.
__ADS_1
"Waspada! kepung Cao Yuan dan bunuh jika kalian mampu! " teriak salah satu tetua.
Seketika rombongan ribuan murid serta tetua tersebut mengepung Cao Yuan dengan pola lingkaran, namun wajah Cao Yuan yang masih tenang dan tak merasa gentar sama sekali terhadap mereka yang memiliki jumlah ribuan membuatnya heran.
"Apa maksudmu menyamar sebagai anak ketua sekte! " ucap salah satu tetua.
" Emm mungkin sedikit lelah. " gumam Cao Yuan yang merasa pertempuran pasti akan terjadi.
"Jawab! dan untuk apa kamu mengikuti rombongan kami. " ucap tetua itu lagi sambil marah marah.
"Baiklah aku akan jujur, sekte kalian telah hancur olehku, jadi aku memberi pilihan kepada kalian. Menyerah bergabung dengan sekte trah pertama atau mati!" ucap Cao Yuan dingin.
"Apakah aku harus percaya terhadap omong kosong mu itu? " tanya lagi tetua tersebut.
"Huh! sampah! " ucap Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya mengarah pada tetua tersebut.
Swuuuush! Baaaamms! tiba tiba tetua tersebut meledak hanya dengan kibasan tangan yang membuat semua murid dan tetua yang tersisa mundur dengan sendirinya.
Semua murid dan tetua saling berpandangan, mereka sendiri tidak tahu apa yang dikatakan Cao Yuan kebenaran ataupun hanya untuk menakut nakuti mereka.
"Hitungan kelima kalian masih diam bearti kalian sudah siap mati. " ucap Cao Yuan dingin.
"Satu! "
"Dua! "
Semua murid dan tetua bingung dengan keputusan mereka, namun sang murid yang melihat pemuda yang bernama Cao Yuan membunuh dengan mudah tetua sekte mereka membuat mereka tiba tiba berlutut. Tetua yang tersisa melihat para murid berlutut seketika langsung naik pitam.
"Brengsek apa kalian ingin jadi pengkhianat! " ucap para tetua marah.
__ADS_1
"Tiga! " ucap Cao Yuan masih melanjutkan hitungan angkanya tanpa memperdulikan perdebatan itu.
"Empat! "
Hitungan ke empat para tetua kini saling berpandangan, dan menatap Cao Yuan dengan kebencian yang mendalam.
"Lima! " hitungan terakhir Cao Yuan kemudian menatap para tetua yang masih berdiri.
"Baik jika itu yang kalian inginkan. " ucap Cao Yuan.
Swuuuush! Swuuuush! Swuuuush! Baaaamss! Baaaams! Baaaams! tiga ledakan tubuh tetua yang masih berdiri bebarengan dengan Cao Yuan yang mengibaskan tangannya terlihat oleh para murid sekte trah kedua. Para murid yang melihat Ketua Sekte trah pertama membunuh tanpa harus bertarung benar benar merinding tak karuan dan tak berani menatap wajah Cao Yuan.
"Hormat kami Ketua Sekte! " ucap para murid kompak setelah memberanikan diri.
Cao Yuan mengangguk, dan kemudian menjelaskan hal kecil serta kenyataan ucapan yang telah ia ucapkan tadi, semua murid hanya diam dan mendengar dengan baik.
Setelah itu Cao Yuan meminta mereka untuk menunggu tetua serta murid yang akan menyusul mereka dihutan tersebut.
"Ingat! datanglah ke sekte trah pertama! kalian akan tetap dianggap keluarga oleh sekteku setelah kalian sampai, jangan berbuat kegaduhan disaat kalian sampai disekte! " ucap Cao Yuan terakhir kali kemudian menghubungi Luo Luo, serta Niu untuk memberikan arahan pada rombongan yang mereka pimpin untuk melanjutkan perjalanan menuju sekte milik Cao Yuan.
Cao Yuan juga meminta Luo Luo, serta Niu untuk meninggalkan rombongan mereka dan segera menemuinya.
Selang beberapa menit Cao Yuan menunggu, Niu dan Luo Luo akhirnya muncul dengan senyum diwajah mereka berdua.
"Kenapa kalian tersenyum? " ucap Cao Yuan heran.
"Tuan muda! apakah kau tak mengerti, membawa rombongan sebanyak itu adalah hal yang paling membosankan untuk kita! " ucap Niu yang disetujui Luo Luo.
Cao Yuan hanya diam, dan kemudian mengajak Luo Luo untuk kembali ke sekte lebih dahulu, karena dirinya ingin segera menghukum tetua sekte trah kedua yang telah membunuh tetua sekte trah pertama.
__ADS_1
Satu hari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya ditingkat kesempurnaan, akhirnya Cao Yuan telah sampai di gerbang sekte Pedang Naga Langit.
"Maaf! siapa anda! mohon tunjukan identitas! " ucap penjaga gerbang yang melihat wajah Cao Yuan menggunakan wajah Teylishan.