
Karena kini tak ada yang bisa Cao Yuan lakukan, sebuah pikiran terlintas di otaknya.
"Mungkin lebih baik aku memata matai sekte Shijing. " gumam Cao Yuan.
"Shijing? " ucap Su Yue yang mendengar gumaman Cao Yuan.
Cao Yuan terkejut gumamannya terdengar oleh Su Yue.
"Eh tidak tidak, bukan Shijing tapi Shaijing dia teman lamaku, sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. " ucap Cao Yuan mencari alasan.
Su Yue kemudian mengangguk, walaupun ia sedikit penasaran, tapi apa daya.Setelah berbincang bincang kecil bersama Su Yue, tiba tiba Raja Shao memasuki kamar Cao Yuan. Dan disaat itu juga Cao Yuan berpamitan untuk kembali kesekte.
Dengan rasa berat hati Raja Shao mengijinkan Cao Yuan, padahal keinginannya sendiri ingin mendekatkan anaknya dengan Cao Yuan. Namun Raja Shao sadar Cao Yuan seorang ketua sekte yang memiliki kesibukan tersendiri.
Setelah keluar dari Kota Shao Ming, dan tujuan Cao Yuan adalah mencari tahu kekuatan sekte Shijing. Dengan petunjuk yang pernah ia dapatkan dari tetua sekte Shijing akhirnya Cao Yuan melesat kearah Utara.
Tiba disebuah Pegunungan, Cao Yuan menghentikan langkahnya karena merasakan beberapa aura hewan Iblis yang tengah mengikutinya.
Namun saat dirinya hendak menyerang hewan Iblis yang mengikutinya, sebuah aura yang menindas dirinya langsung membuatnya sedikit bergidik ngeri. Hewan Iblis yang mengikuti Cao Yuan juga telah pergi menjauh.
"Aura Master satu? " gumam Cao Yuan yang tengah meningkatkan kewaspadaannya.
Swuuush! tiba tiba seorang pria berbaju hitam menyerang Cao Yuan dengan kecepatan yang sedikit bisa dilihat oleh Cao Yuan. Sedikit saja Cao Yuan gagal menghindari serangan pria berbaju hitam tersebut Cao Yuan mungkin dapat terluka parah.
"Huh! untung saja! " ucap Cao Yuan dan sedikit memberi jarak.
Pria yang bernama Cheng an atau bisa disebut master sekte Shijing ternyata kini didepan Cao Yuan, dan master tersebut yang penasaran dengan pemuda yang seharusnya di awasi oleh orang tua berjalan sendiri di kawasan gunung Tang Lin, membuatnya sedikit penasaran dan menguji kewaspadaan pemuda tersebut.
"Heem! lumayan juga kewaspadaanmu! " ucap Cheng An dengan senyumnya yang seperti mengejek.
Cao Yuan masih waspada, karena didepannya bukanlah lawannya. Meskipun Niu dan Luo Luo pengawal seorang Dewa, tak mungkin Cao Yuan akan bergantung pada mereka, sehingga ia ingin berusaha sendiri.
"Siapa kamu?" tanya Cao Yuan waspada.
"Cheng An! " jawab pria tersebut sambil tersenyum.
__ADS_1
Cao Yuan menaikan alisnya dan kini ia benar benar baru melihat seorang alam Master didepannya.Dengan kewaspadaan yang tak ia turunkan, kemudian Cao Yuan mencoba untuk bertanya lebih jauh.
"Maaf senior! apa masalah anda sehingga anda menyerang saya? " tanya Cao Yuan ramah.
Cheng An hanya bisa tersenyum, walaupun perilakunya bisa dianggap sebagai pengecut.
"Hehehe, anak muda maafkan orang tua ini yang tiba tiba menyerang anda! " ucap Cheng An ramah.
Cao Yuan masih tidak menurunkan kewaspadaannya, namun dia sendiri kini tengah berkomunikasi dengan Niu.
"Niu! jika pria itu melukaiku, maka tolong lumpuhkan pria tersebut. Apakah kamu mampu Niu? " tanya Cao Yuan.
"Itu hanya semut tuan muda! " ucap Niu yang membuat Cao Yuan terkejut.
"S.e..m.ut! " ucap Cao Yuan.
Setelah tak mendengar suara Niu, Cao Yuan menatap lekat wajah pria tersebut. Tanpa disadari oleh Cheng An tentang pemuda cilik didepannya yang mampu menghindari serangan cepatnya, kemudian bertanya pada Cao Yuan.
"Hei bocah, apakah kau tak dicariin orang tua mu? " tanya Cheng An.
Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya.
Karena melihat ranah kultivasinya yang tinggi, Cao Yuan memiliki sebuah ide untuk menanyakan perihal sekte Shijing.Mungkin dengan ranah kultivasi yang tinggi, pria tersebut mengetahui sekte Shijing.
"Maaf senior! aku ingin pergi ke sekte Shijing. " ucap Cao Yuan.
Cheng An kemudian mengangguk.
"Heem ada tujuan apa yang membuatmu ingin pergi ke sekte Shijing? " tanya Cheng An sedikit heran.
"Aku ingin menjadi murid sekte tersebut senior. " ucap Cao Yuan.
Cheng An seketika menaaikan sebelah alisnya, melihat ranah kultivasi pemuda yang ditingkat baja lima ingin memasuki sektenya.
"Maaf bocah, sepengetahuanku sekte Shijing hanya menerima murid yang telah berada ditingkat Emas. " ucap Cheng An berpura pura mengetahui peraturan pendaftaran para murid sekte Shijing.
__ADS_1
Deeeg! jantung Cheng An berdetak kencang Setelah tersadar melihat ranah kultivasi pemuda yang masih rendah namun dapat menghindari serangannya yang cepat.
"Bocah! aku sedikit curiga padamu! " ucap Cheng An Sambil kembali mencoba mengukur ranah kultivasi Cao Yuan.
Namun hasilnya masih sama, masih di tingkat baja lima. Cao Yuan sendiri kini jantungnya sedikit berdebar debar, nampaknya Cheng An yang didepannya sadar kekuatannya bukan di baja lima.
"Curiga? apa yang membuat senior curiga? " tanya Cao Yuan berpura pura.
"Bagaimana kamu bisa menghindari serangan ku, padahal ranah kultivasimu saja masih rendah! " ucap Cheng An menatap tajam Cao Yuan.
Cao Yuan terdiam, dia juga kini sedang memikirkan ucapannya matang matang agar tidak membuatnya harus bertarung dengan Cheng An yang ia belum tau identitas sebenarnya.
"Maaf senior! mungkin karena sudah terbiasa hidup dihutan, sehingga insting saya sangat kuat! " ucap Cao Yuan ber alasan.
Entah angin apa yang membuat Cheng An tiba tiba percaya, dan tak meragukan cerita pemuda itu, namun sebuah rasa kekaguman muncul dihati Chang An.
"Apakah benar kau ingin memasuki sekte Shijing? " ucap Cheng An.
Cao Yuan kemudian mengangguk.
"Jika sampai di depan gerbang sekte, silahkan kamu berikan plat ini pada penjaga gerbang, aku pastikan kamu tidak akan mengalami gangguan didalam sekte Shijing. " ucap Cheng An kemudian menghilang setelah memberi plat sekte bertulis murid dalam.
Cao Yuan terdiam dan menatap lekat plat tersebut. Degg! jantung Cao Yuan berdetak kencang setelah melihat ukiran bertulis murid dalam.
"Siapa pria tadi! " gumam Cao Yuan sambil melihat plat sekte Shijing.
Setelah ia mengedarkan kekuatan jiwanya untuk melacak pria tadi, dan nyatanya pria yang bernama Cheng An telah benar benar tidak ada disekitarnya, Cao Yuan melanjutkan langkahnya sambil memikirkan identitas Cheng An.
"Tuan muda! kurasa pria tadi bukanlah orang biasa! melainkan seorang dari benua tengah maupun atas. " ucap Luo Luo yang disetujui Niu dipikiran Cao Yuan.
Cao Yuan kemudian mengangguk membenarkan ucapan Niu, sedikit rasa ngeri jika tadi ia harus bertarung dengan Cheng An. Karena menurut Cao Yuan sendiri dibenuanga ranah alam empat dan lima saja jarang ditemui.
Ditengah pikirannya yang mencurigai Cheng An adalah salah satu seorang tetua dari sekte Shijing. Suara Niu kembali terdengar.
"Tuan muda! jika anda tak bisa menghancurkan sekte Shijing, maka pasrahkan tugas ini pada Luo Luo dan aku. " ucap Niu.
__ADS_1
Cao Yuan hanya menghela napas.
"Jika begitu sama saja aku hanya bisa mengandalkan kekuatan orang lain. " jawab Cao Yuan.