Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Mengacaukan 1


__ADS_3

"Baiklah jika kau ingin membantu, tolong bersihkan bangku penonton serta bangku para tetua dan ketua sekte" perintah tetua itu sambil menunjukan bangku tetua dan ketua sekte.


Kemudian setelah itu Cao Yuan menyembunyikan senyum kecilnya, karena rencana awal untuk meledakan banyaknya racun yang telah ia beli akan segera terpasang pada setiap sudut di tempat turnamen yang akan diadakan besok.


"Trimakasih tetua"


"Baiklah cepat bersihkan, aku akan kembali ke aula sekte" ucap tetua itu langsung pergi begitu saja.


Kepergian tetua itu menyebabkan para murid serta tetua lainnya yang sedang beres beres ikut pergi, yang membuat hati Cao Yuan benar benar sangat gembira.


"Hehehe jika begini aku tak perlu khawatir" gumam Cao Yuan kemudian langsung beraksi untuk memasang semua racun pada setiap titik sudut tempat itu.


Ia juga mengirimkan energi Qinya di setiap batu jiwa yang terdapat di dalam perisai racun itu, selama dua jam akhirnya semua persiapannya telah selesai. Senyum kecil kemudian ia sunggingkan.


"Yuaner! sedang apa kamu disini? " tiba tiba suara Guo Jing membuatnya kaget.


"Hemm ternyata kakak, aku sudah selesai menyiapkan semua rencanaku, dan besok kakak tinggal melihat aksiku besok dengan baik. " ucap Cao Yuan sepertinya sangat percaya diri.


Guo Jing yang ingin bertanya rencana apa yang adiknya miliki hanya diam saja karena adiknya kini sudah mengajaknya untuk segera kembali ke asrama.


Tibanya mereka di asrama Cao Yuan memberikan Pill penawar setiap racun yang telah ia siapkan pada kakak angkatnya.


"Kakak, besok pagi telanlah dua penawar ini" ucap Cao Yuan sambil menyodorkan dua Pill berwarna berbeda.


Guo Jing hanya menerima Pill itu dengan dipenuhi banyaknya pertanyaan tentang rencana adiknya tersebut. Tapi lagi lagi Cao Yuan langsung menuju ranjangnya dan memejamkan mata membuat ia hanya memandangi dua Pill yang telah diberikan Cao Yuan.


Akhirnya hari yang Cao Yuan nantikan kini akan terjadi. Banyak sekali para murid dan tetua yang langsung menuju tempat turnamen yang telah disediakan sekte tersebut.


Dengan semangatnya ia bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan ia meminta kakaknya untuk menunggunya ditempat turnamen itu.


"Yuaner! apakah benar kamu akan mengacaukan turnamen? " ucap Guo Jing memastikan, sebelum pergi ke tempat turnamen.


Cao Yuan hanya tersenyum saja yang membuat Guo Jing kemudian melihat Pill yang waktu lalu diberikan oleh adiknya.


"Kakak! telanlah aku tak meracunimu" ucap Cao Yuan sedikit tertawa melihat kecurigaan Guo Jing.


Pada akhirnya Guo Jing juga menelan Pill itu dan langsung bergegas menuju tempat turnamen, dan tentunya ia juga menunggu Cao Yuan nanti disana.


Setelah benar benar melihat kepergian kakak angkat, Cao Yuan kembali ke dunia jiwanya untuk mengabari Niu tentang rencananya.


"Niu! aku ingin meminta bantuan padamu" ucap Zhen Xiang sambil menghampiri Niu yang sedang malas malasan dihalaman istana.


"Tugas apa tuan muda? " tanya Niu yang sebenarnya sudah tau rencana Cao Yuan.


"Jika kekuatan ketua Sekte lebih kuat dari dugaanku, apakah kamu mau membunuhnya? " tanya Cao Yuan serius.


"Hemm jika membunuh karena kebaikan pasti aku lakukan" ucap Niu sambil menatap Cao Yuan lekat.


Cao Yuan sedikit memberikan penjelasan pada Niu tentang sekte yang kini ia tinggali, ia juga mengatakan bahwa sekte tersebut adalah sekte aliran hitam yang kejam dan juga licik.

__ADS_1


"Tenang saja tuan muda! jika membutuhkan bantuan maka buka saja dunia jiwamu dan aku pastikan tidak akan telat untuk membantumu" ucap Niu serius membuat Cao Yuan akhirnya memperkuat tekadnya untuk memusnahkan semua yang ada di sekte itu.


Setelah berbincang bincang kecil, ia kemudian keluar dari dunia jiwa dan menuju ketempat turnamen yang akan diadakan.


Suasana sekte terlihat sangat ramai dengan banyaknya para murid yang sedang menuju tempat turnamen tersebut.


"Lihat pemuda yang memprovokasi Chu Lei"


"Aku pikir hari ini adalah kematiannya"


"Tidak, mungkin saja ia akan disiksa dahulu oleh Chu Lei"


Banyak para murid yang memberikan komentar pada Cao Yuan, tapi dengan santainya ia tak menghiraukan komentar mereka dan tetap melanjutkan perjalanannya menuju tempat turnamen.


Sesampainya.


"Dimana kakakku? " Gumam Cao Yuan mencari kakaknya yang tak terlihat akibat penuhnya para penonton.


"Yuaner! Yuanerr! kemari! " tiba tiba teriakan kakaknya terdengar yang membuat Cao Yuan menghampirinya.


Mereka berdua berbincang bincang kecil, ia juga memberikan arahan kepada kakaknya ketika kekacauan dimulai kakaknya harus segera pergi.


"Dimana dua pemuda sampah itu" gumam Chu Lei sambil menatapi para bangku penonton satu persatu.


Akibat ramainya yang menonton membuatnya susah untuk menemukan dua pemuda yang dimaksudnya adalah Cao Yuan dan Guo Jing.


"Hormat pada para tetua! " tiba tiba para murid berdiri dan memberi hormat pada tetua yang telah duduk di bangku mereka masing masing.


Para tetua hanya menganggukkan kepala mereka secara bersama, setelah itu tiba tiba lagi muncul seorang pria berumur empat puluh tahun berjalan menuju bangku termewah diantara para tetua lainnya membuat mereka semua kembali terdiam.


"Hormat kami pada ketua Sekte! " ucap mereka kembali kompak.


Aura membunuh dari ketua sekte itu pun terasa sangat kental dan mengerikan membuat siapa saja akan merasa tertindas, kini ketua sekte itu telah sampai di singgasananya, dan menatap para penonton dan para murid.


"Hemm, terimakasih atas sambutan kalian. Seperti biasanya Sekte Teratai Hitam akan selalu mengadakan turnamen satu tahun sekali untuk mencari murid jenius dan tentunya kami hanya memilih sepuluh pemenang teratas yang akan kami beri hadiah berupa sumber daya dan senjata serta teknik bela diri tingkat menengah" ucap ketua sekte membuat para penonton semangat.


Karena di Benua Rendah sendiri kitab tingkat menengah tergolong sangat sulit untuk ditemukan sehingga membuat mereka menjadi merasa bersemangat, dan tentunya berusaha menjadi pemenang peringkat sepuluh teratas.


"Tanpa lama lama lagi, mari kita mulai turnamen ini! peraturan masih tetap sama seperti turnamen sebelumnya" ucap Ketua Sekte bernama Chu Tai.


"Kalian tidak diperbolehkan untuk membunuh peserta lainnya, dan dibabak pertama ini dua puluh murid akan menuju keatas panggung, kalian akan saling bertarung hingga menyisakan lima murid yang dianggap sebagai pemenang babak pertama" ucap kembali Ketua Sekte.


Setelah menyampaikan informasi pertamanya, Ketua Sekte pun memberikan kepada para peserta nomor undian secara acak. Dan tentu saja jika tak ingin menjadi peserta maka mereka tak perlu mengambil undian tersebut.


Guo Jing menatap Cao Yuan sekilas.


"Yuaner! apakah kamu akan mengikuti turnamen itu? " Tanya Guo Jing lirih.


"Tidak, lebih baik kakak saja dan nanti aku akan membantu kakak untuk memberi bantuan dengan cara mencari celah lawan kakak!" ucap Cao Yuan.

__ADS_1


Guo Jing pun mengerti dan kemudian mengambil nomor undiannya. Chu Lei yang nyatanya terbilang jenius nomor satu di sekte teratai hitam pun mengikuti acara turnamen itu.


Senyum kecil Cao Yuan sunggingkan.


"Lihat nanti kematian ayahmu didepan matamu! " gumam Cao Yuan.


Turnamen pun dimulai di pertandingan pertama Guo Jing yang terpanggil namanya pun menaiki panggung, dan terlihat lawannya hanya berada di tingkat Perak empat hingga tingkat baja satu, yang dapat diartikan kekuatan Guo Jing tertinggi dari lawannya.


Para tetua dan Ketua Sekte mengerutkan dahinya melihat ranah kultivasi Guo Jing yang bisa dibilang setingkat dengan anaknya yang juga berada di tingkat Baja tingkat lima.


"Siapa pemuda itu? nampaknya ia jenius seperti tuan muda? " tanya salah satu tetua dan di setujui oleh semua tetua yang ada.


Sedangkan untuk Ketua Sekte sendiri juga sedang terheran heran, pasalnya menurutnya hanya anaknya saja yang selalu dimanjakan oleh sumberdaya yang diberikan oleh sekte, tapi ketika melihat ranah kultivasi Guo Jing membuat mereka bertanya siapa pemuda itu.


Pertandingan pun akhirnya dimulai, dan dimenangkan oleh lima orang yang masih berdiri diatas panggung, termasuk Guo Jing sendiri.


Setelah itu Guo Jing dan keempat lainnya pun kembali ke bangku masing masing. Walaupun para tetua ingin menanyakan siapa guru Guo Jing tapi mereka mengurungkan niatnya saat ketua sekte menahan mereka semua.


Tentu saja mereka semua berniat mengrekrut Guo Jing sebagai muridnya agar merasa terbanggakan dengan julukan memiliki murid yang jenius.


"Keren sekali kak cara bermain pedangmu tadi " puji Cao Yuan sambil melihat pertarungan yang kini sedang berlangsung kembali.


Tak terasa kini tersisa hanya lima puluh orang yang telah lolos dibabak pertama. Dari lima puluh orang itu Guo Jing dan Chu Lei pun lolos dari babak pertama tersebut.


"Babak kedua akan dimulai! peraturan masih sama, hanya saja kali ini kalian semua akan berduel satu lawan satu. " ucap kembali Ketua sekte.


"Heemm! ternyata kekuatannya sama denganku si sampah itu! " gumam Chu Lei yang sedikit terkejut melihat kemampuan Guo Jing diawal tadi.


Guo Jing yang merasa di perhatikan oleh seseorang kemudian menatapnya dengan tatapan tajam.


"Cihh! lihat saja nanti jika kita bertemu! " ucap Guo Jing menatap tajam Chu Lei.


Sedangkan Cao Yuan masih menikmati pertarungan babak kedua yang telah dimulai itu. Terkadang ia juga melirik dan mengukur ranah kultivasi dari para tetua hingga sang Ketua Sekte.


"Emm ! ternyata benar kekuatannya sedikit lebih unggul dari ayahku" gumam Cao Yuan, rasa dendamnya pun segera memuncak tapi karena ia tak ingin gegabah membuatnya harus mengurungkan niatnya tersebut.


Di babak kedua ternyata Chu Lei dan Guo Jing berhasil lolos membuat mereka menuju babak selanjutnya.


Seperti biasanya setelah Guo Jing memenangkan pertandingan, Cao Yuan kadang memberi masukan dan juga pujian yang membuat Guo Jing sedikit kagum dengan kejelian adiknya itu.


Sedangkan Chu Lei sendiri bertambah geram ketika melihat Guo Jing pun selalu berhasil lolos dengannya.


Karena waktu masih siang hari, akhirnya babak ketiga akan segera dimulai kembali.


"Babak ketiga akan segera dimulai! peraturan masih sama! hanya saja kalian harus mengambil nomor undian kembali, dan jika mendapatkan nomor satu maka ia akan lolos kebabak selanjutnya secara langsung" ucap Ketua Sekte kembali.


***Kenapa ga di tulis cara pertarungan Guo Jing dengan Chu Lei? nanti takutnya malah Guo Jing yang dominan gua tulis, karena Cao Yuan sendiri sedang mager ingin nonton saja ;v


Like nya um***

__ADS_1


__ADS_2