
Swuuuung! Tubuh Cao Yuan bergetar, energi yang berasal dari formasi bintang masih terus masuk dengan kecepatan diluar nalar. Bola mata Cao Yuan perlahan juga berubah menjadi keemasan, rambutnya yang hitam panjang terurai kini menjadi warna keemasan. Jirah perang Dewa Naga yang tadinya samar samar kini juga telah terlihat sepenuhnya.
Baaaamss! Baaaaaams! Baaaaaams! Ledakan dari tubuh Cao Yuan terus terdengar, hingga kini tepatnya ranah kultivasi Cao Yuan menginjak di tingkat Kaisar Dewa tiga masih akan merasakan terbosan ketingkat empat.
*****
Dewi Kwan In yang tiba tiba hadir di alam milik budhaa temannya sedang memberikan arahan pada Kaisar Langit.
"Kamu seorang Kaisar Langit, kamu memiliki hak untuk memimpin dunia ini. Anakmu yang sudah ditakdirkan untuk menjadi penerus Dewa Naga sudah saatnya menerima titahnya sebagai Dewa Naga. " ucap Dewi Kwan In sedikit tegas.
"Sekarang mulailah ritual penyatuan formasi bintang untuk membuat anakmu menjadi seorang Dewa." ucap Dewi Kwan In kemudian mengeluarkan teratai kecil dan melemparkannya kearah Jirah perang bekas Dewa Naga dulu. Kaisar Langit mengangguk, dan kemudian ia memperagakan sebuah segel tangan yang sangat rumit.
Swuungg! Swuuuush! Formasi bintang yang ada dilangit tiba tiba lenyap, dan muncul tepatnya diatas kepala Cao Yuan.
****
Dipertempuran.
Kini para bawahan Dewa memulai pertempuran mereka melawan pasukan milik pangeran Kegelapan. Mereka tak sadar, bahwa ancaman mereka saat ini adalsh Cao Yuan yang sudah naik tingkat hingga kaisar Dewa tiga dan kini ia akan menerobos ketingkat Kaisar Dewa empat.
Swuuung! Swuuuung! Tubuhnya terus bergetar, yang ditandakan bahwa Cao Yuan akan kembali menerobos ketingkat empat.
Baaams! Baaaams! Tiba tiba formasi bintang lenyap dengan kenaikan ranah kultivasi Cao Yuan menjadi Kaisar Dewa tingkat lima atau puncak.
"Roaaaaaarh! " Auman yang sangat keras, serta menggetarkan seluruh penjuru Benua Tengah terasa. Cao Yuan yang telah naik tingkat secara ekstrem tanpa mencari sumber daya kini menatap pertempuran yang semakin kacau, dan akibat aumannya membuat pertempuran tersebut terhenti. Tak luput dari Pangeran Kegelapan yang sedang membabat habis lawannya.
"Ba-bagaimana bisa dia naik tingkat secepat ini..." ucap Pangeran Kegelapan terkejut.
Bahkan aura yang keluar dari tubuh Cao Yuan juga membuat mereka semua merinding tak karuan, bawahan para Dewa yang mengenal rembesan aura tersebut tiba tiba tubuhny bergetar.
"D..e..ewaa! Nagaa!! " ucap mereka semua terkejut.
Cao Yuan tak menghiraukan keterkejutan mereka semua, namun matanya kini terfokus pada bawahannya yang telah menyelamatkan lebih dari seratus orang.
"Kalian tetaplah membuat perisai. Biarkan aku yang menyelesaikannya. " ucap Cao Yuan dipikiran semua bawahannya.
Swuuung! Sebuah segel tangan ia peragakan setelah itu perisai sedikit berwarna keemasan menutupi area satu kilometer dari pertempuran tersebut.
__ADS_1
"Bawahan para Dewa. " ucap Cao Yuan mengenal kelompok yang sedang bertarung melawan pasukan pangeran Kegelapan.
Swuuuush! Sekedipan mata Cao Yuan tiba disamping pangeran Kegelapan. Tak ingin terlalu lama menunggu lawan menyerang, Cao Yuan kemudian melancarkan tinjunya kearah wajah Pangeran Kegelapan. Sedangkan untuk pangeran Kegelapan yang sudah waspada langsung melakukan salto diatas langit dan menjauh dari Cao Yuan dengan perasaan yang sulit digambarkan, begitu juga lawan Pangeran Kegelapan yaitu bawahan Dewa Halilintar.
"K..a..u D..e..w..a Naga! " ucap bawahan Dewa Halilintar terbata bata.
"Brisik! " ucap Cao Yuan dingin kemudian melancarkan tinju kearah wajah bawahan tersebut dialiri elemen petir ditangannya.
Baaaams! Dhuaaaar! Bawahan tersebut yang tak siap menerima serangan kejutan langsung menjadi kabut darah. Aksi Cao Yuan membuat para bawahan Dewa menjadi merinding.
"Lawan kita bukan hanya para Iblis! Namun pemuda yang memiliki aura Naga tersebut juga musuh kita! " ucap Pemimpin kelompok bawahan para Dewa.
"Heemmm, lebih baik aku mengikuti rencana bawahan Dewa lemah itu. Sehingga saat pemuda itu tewas aku dapat memanfaatkan kesempatan emas itu. " ucap Pangeran Kegelapan didalam hati.
"Dengarkan aku semuanya! Bunuh pemuda tersebut, karena ancaman kita adalah pemuda itu! " ucap Pangeran Kegelapan membuat para Iblis dan bawahan para Dewa yang sedang berhadapan dengan lawan mereka langsung muncul mengepung Cao Yuan.
Melihat itu bawahan Cao Yuan yang ingin membantu majikannya segera terdiam setelah mendengar perintah Cao Yuan.
"Kalian tenanglah biarkan aku yang mengurusnya. Perkuat perisai buatan kalian. " ucap Cao Yuan kemudian pedang tingkat Dewa yang sudah terjatuh ditanah kini muncul ditangannya.
Cao Yuan membunuh bawahan Dewa Halilintar memang disengaja, karena ia sudah memikirkannya matang matang, jika ia membiarkan bawahan para Dewa yang datang untuk membunuh Pangeran Kegelapan akan melaporkan dirinya pada para Dewa, sehingga Cao Yuan akan menjadi buron para Dewa kelak.
Swuuush! Cao Yuan menghampiri mereka satu persatu sambil mengayunkan pedang tingkat Dewanya, kali ini ranah Kultivasinya yang telah setara dengan mereka membuat kecepatan serta kekuatannya menjadi lebih kuat dan cepat dibandingkan mereka semua.
Slaaaash! Slaaaash! Baaaams! Dhuaaar sekali tebas Cao Yuan selalu memakan korban satu nyawa bawahan para Dewa maupun para Iblis tanpa kesulitan, Pangeran Kegelapan yang melihat anak buahnya tumbang satu persatu tanpa perlawanan menggertakan giginya sendiri.
"Argghhh! Kubunuh kau bocah kep*rat! " teriak Pangeran Kegelapan melesat kearah Cao Yuan.
Swuussh! Baaaaamsss! setelah sampai dibelakang Cao Yuan, Pangeran Kegelapan langsung menyarangkan tinjunya kearah punggung Cao Yuan, namun Cao Yuan yang sudah merasakan bahaya dari belakang punggungnya segera membalikan badan dan memblokir tinju Pangeran kegelapan dengan pedangnya.
Cao Yuan terhuyung lima meter kebelakang, dan Pangeran Kegelapan pun sama yang diartikan kekuatan mereka setara dalam segi kecepatan serta kekuatan.
"Tak kusangka, seorang iblis sepertimu memiliki kelebihan yang jarang dimiliki orang lain. " puji Cao Yuan.
Swuuuush! Bawahan para Dewa berada disamping Pangeran Kegelapan.
"Hei bagaimana kita bekerja sama untuk mengalahkan pemuda itu? " tanya bawahan Dewa Cahaya yang memimpin kelompok bawahan para Dewa untuk membunuh pangeran Kegelapan.
__ADS_1
"Benar juga, jika aku sendiri yang berduel dengannya bisa bisa mereka yang ingin membunuhku mendapatkan kesempatan emas. " ucap dalam hati Pangeran Kegelapan.
"Baik aku setuju! " ucap Pangeran Kegelapan.
Cao Yuan menyipitkan kedua matanya karena heran dengan bawahan para Dewa tersebut.
"Hahaha sungguh sangat lucu, apakah ini cara bawahan para Dewa yang terhormat ? " ucap Cao Yuan tak gentar sama sekali melihat ratusan orang didepannya.
" Mungkin untuk membunuhmu perlu. " timpal salah satunya.
"Naaif! " ucap Cao Yuan bergerak secara zig zag kemudian mengibaskan tangan kirinya dan tangan kanannya menebas para iblis dan bawahan para Dewa.
Munculnya tangan dari langit serta tebasan pedang yang mengarah pada mereka membuat fokus mereka terbagi menjadi dua, karena disela sela menghindari tangan yang mengarah pada mereka, sebuah mata pedang akan mampir di leher mereka membuat mereka kewalahan.
Satu persatu bawahan para Dewa mulai tumbang begitu juga para Iblis. Pangeran Kegelapan yang sedang menunggu celah dari gerakan Cao Yuan masih diam, namun usahanya untuk mencari celah nyatanya sia sia, karena semua gerakan yang dilakukan Cao Yuan tidak memiliki celah sama sekali.
Swuuung! Baaaaams! Dhuaaar! Tiba tiba sebuah portal muncul dan munculnya seorang pria dengan baju hitam serta aura yang sangat mengerikan menyebar kesegala penjuru arah.
Cao Yuan yang terkena serangan tersebut terpental sejauh lima puluh meter dengan darah yang menetes dari bibirnya.
Swuush! Swuuush! Luo Luo Niu muncul disamping Cao Yuan membantu majikan mereka menyeimbangkan tubuhnya.
"Siapa dia. " ucap Cao Yuan bertanya pada Niu dan Luo Luo sambil menatap tajam kemunculannya pria berbaju hitam.
Berbeda dengan Pangeran Kegelapan yang tiba tiba membungkuk hormat pada pria tersebut, namun para Bawahan Dewa seketika tubuhnya bergetar melihat kedatangan pria yang bisa saja membunuh mereka dengan kibasan tangan.
"Hormat pada ayah." ucap Pangeran Kegelapan.
"Kenapa kau bekerja sama dengan tikus busuk itu? " tanya Pria tersebut menatap anaknya.
"Eh... " ucap Pangeran Kegelapan bingung menjelaskannya dan kemudian menatap Pemuda yang menggunakan Jirah perang milik Dewa Naga serta matanya yang berwarna keemasan.
Perlahan para bawahan Dewa mundur karena ketakutan, namun tidak bagi Cao Yuan yang telah mendengar ucapan Niu dan Luo Luo.
"Jadi dia kaisar Kegelapan? " tanya Cao Yuan namun dapat didengar jelas oleh Kaisar Kegelapan.
"Heemm anak muda yang sangat kuat, bahkan seranganku tadi tidak mampu membunuhmu. " ucap Kaisar Kegelapan menatap tajam Cao Yuan sambil mengukur semua yang ada di dalam tubuh Cao Yuan.
__ADS_1
"Darah Naga emas, Jirah milik Dewa naga, aura Naga yang sangat kental. " ucap lagi sosok tersebut.
"Kenapa kau ingin membunuhnya anakku? Lebih baik kita pergi saja, karena aku tak ingin kehilanganmu lagi. " ucap Kaisar Kegelapan kemudian menghilang bersama Pangeran Kegelapan dan pasukannya.