
Swuuuuunggg! Ribuan pedang dibelakang Cao Zhen Xin bergetar dan bersinar keemasan yang terang. Tak hanya itu saja, tadinya angin yang berhembus kearah timur kini berganti kearah barat, dimana ribuan mata pedang yang menuju kearah naga air.
Swuuuuush! Swuuuuush! Baaaaaamsss! Dhuaaaar! Dhuaaaaar! Cao Zhen Xin memutar tangannya kembali, setelah itu tangan kanannya ia kibaskan kearah sang naga yang membuat ribuan pedang melesat cepat kearah sang Naga. Ribuan ledakan kembali terdengar sangat memekikan telinga, bahkan guncangan, serta ombak seketika berombang ambing kesana kemari, seakan akan bencana besar akan terjadi.
Swoooosh! Sang Naga menjadi bulan bulanan serangan ribuan pedang, namun ia juga tak membiarkan dirinya terkena ribuan pedang. Dengan mengumpulkan seluruh kekuatan yang dimiliki, ia menyemburkan air berwarna merah yang sangat aneh warnanya.
Ribuan ledakan terus terdengar, hingga pedang emas yang asli membenturkan mata pedangnya kearah tubuh sang naga hingga menyebabkan ledakan serta daya kejut yang mengerikan. Daya kejut tersebut juga membuat Cao Zhen Xin harus terpental sejauh sepuluh meter kebelakang. Darah mulai menetes dibibir Cao Zhen Xin.
"Tamat riwaya....." ucap Cao Zhen Xin terdiam dan terkejut melihat sang Naga masih hidup dan melayang, namun tubuhnya jelas terlihat banyaknya goresan pedang.
Swuuungg! Pedang emas yang menancap ditubuh naga air bergetar lalu kembali melesat kegenggaman Cao Zhen Xin.
"Apakah dengan jurus itu kamu dapat membunuhku? " ucap sang Naga berat, namun kondisinya terlihat tak seprima awal pertempuran.
"Sungguh sangat keras. " gumam Cao Zhen Xin.
Disaat itu juga, tiba tiba muncul angin yang sangat besar, membuat gelombang kembali meninggi dan menghancurkan bangunan dipesisir danau, melihat hal tersebut, Cao Zhen Xin tak tinggal diam.
Swuuuush! Cao Zhen Xin kembali melesat kesana kemari sambil mengeluarkan tapak Ilahinya.
Baaaamsss! Dhuaaar! Dhuaaaar! Ledakan terus menggema diatas danau, Cao Zhen Xin berusaha keras membunuh sang Naga, sang Naga juga terus mengibaskan ekornya dan memberikan serangan air merah dari mulutnya.
Swuuuuuuung! Langit tiba tiba bergetar dengan kemunculannya pria paruh baya yang mengeluarkan aura dewa sejati tingkat lima. Pria tersebut menatap tajam pertempuran yang sangat kacau tersebut.
__ADS_1
"Pemuda yang sangat mengerikan. " gumam pria tersebut masih mengamati pertempuran.
Ia terus melihat pertempuran tersebut dengan teliti, perasaan ngeri, bahkan bulu kuduknya telah berdiri, ia sendiri pernah bertempur melawan naga air, namun nyatanya ia harus kabur karena ia sendiri tidak dapat mengalahkannya, namun melihat pemuda yang baru menginjak ranah dewa sejati satu mampu menandingi kekuatan naga air membuatnya sungguh bingung. Entah ia mengagumi pemuda tersebut, ataupun merasa bahwa pemuda tersebut hanya menyembunyikan ranah kultivasi aslinya.
"Senior! Apakah kau tak ingin membantuku. " ucap menggema Cao Zhen Xin.
Sontak ucapan Cao Zhen Xin membuat sang pria paruh baya tersadar dari pikirannya.
"Baik! " ucap pria tersebut mengeluarkan pedangnya dan kemudian melesat kearah naga membantu Cao Zhen Xin.
Dua vs satu terjadi, dimana sang naga harus menerima dua serangan dari sisi yang berbeda dengan kecepatan yang sungguh cepat. Meskipun kini ia menjadi bulan bulanan, namun pedang keduanya yang digunakan nyatanya tidak mampu membuat kulitnya tergores kembali. Malah tadinya yang telah tergores perlahan meregenerasi luka dan menutup luka sang naga.
"Jika begini aku tidak mungkin dapat mengalahkannya. " gumam Cao Zhen Xin terus melancarkan serangannya.
"Senior terus gempur dari sisi kiri! " teriak menggema Cao Zhen Xin.
"Diluar tubuhnya sangat keras, didalam mungkin berbeda. " gumam Cao Zhen Xin.
Baaaaamsss! Dhuaaar! Pendekar Pulau Persik nyatanya yang sedikit lengah terkena kibasan ekor yang membuatnya terpental sejauh dua puluh meter dari tempatnya.
"Senior! " ucap Cao Zhen Xin.
Pendekar Pulau Persik kembali melesat, namun kibasan ekor kembali menyambutnya dan membuatnya kembali terpental kebelakang. Cao Zhen Xin akhirnya mundur dan menelan dua pill penyembuh dan penambah Qi. Seketika lukanya membaik, dan Qinya terisi penuh.
__ADS_1
"Aku akan mencoba cara terakhir. " gumam Cao Zhen Xin kemudian melesat kearah mulut naga air.
Naga air yang melihat Cao Zhen Xin sebagai makanannya membuka lebar mulutnya membiarkan tubuh pemuda itu memasukinya, dan tentunya ia berpikir akan mengunyahnya.
"Bocah! " teriak terkejut pendekar Pulau Persik.
Krauuus! Kraaaush! Krauuus! Suara sang naga yang mengunyah tubuh Cao Zhen Xin. Sontak sang naga merasa senang, apalagi bocah tersebut menggenggam pedangnya yang sengaja ingin ia makan untuk memperkuat tubuhnya.
Diseperkian detiknya pertarungan berhenti. Cao Zhen Xin ternyata kini telah berada diperut sang naga, dan ia sendiri saat berada dimulut sang Naga ia mengeluarkan ratusan keping emas untuk mengelabuhi sang naga, agar sang naga mengira bahwa Cao Zhen Xin telah ia makan atau tewas dimulutnya.
"Bola apa itu. " gumam Cao Zhen Xin merasakan aura penindasan didalam perut naga melihat sebuah bola berwarna hitam sedikit keputihan.
"Mungkin itu hanya sumber kekuatannya saja. " gumam Cao Zhen Xin kemudian menebaskan pedangnya kearah kulit lembut sang naga atau daging naga itu.
Slaaaash! Slaaaash! Namun saat ia menebas kearah daging naga, daging yang terbelah kembali menutup, Cao Zhen Xin terus melakukan hal yang sama, namun semuanya hanya sia sia.
"Regenerasi tubuhnya sangat cepat. " keluh Cao Zhen Xin kemudian menatap bola yang terus menindas dirinya.
Sang Naga yang merasa aneh di dalam perutnya terus menggeliat liat, kadang ia menceburkan tubuhnya ke danau dan kembali kepermukaan terus menerus. Hal tersebut membuat sang pendekar mengira naga tersebut merasa sangat senang dengan apa yang ia makan, sehingga bertindak aneh.
Sontak Cao Zhen Xin yang ada didalam perut sang Naga harus berbenturan dengan daging naga yang kenyal, ia terus kesana kemari hingga ia sendiri merasa pusing karena kepalanya dan tubuhnya terombang ambing diperut sang naga. Dan disaat itu juga ia tak sadar bahwa tubuhnya menabrak bola yang menindas tubuhnya.
Dhuaaaaar! Baaaaamsss! Cao Zhen Xin yang baru tersadar saat bola tersebut meledak dan hawa dingin memasuki keseluruh tubuhnya langsung merasa aneh, dimana dantiannya tiba tiba terasa penuh.
__ADS_1
Bammmmss! Dhuaaar! Ledakan tubuh sang Naga bersama kenaikannya dua tingkat Cao Zhen Xin ketingkat dewa sejati tingkat tiga.
Dhuuaaar! Dhuaaaar! Ledakan terus terjadi dengan hancurnya tubuh sang Naga, mata pendekar Pulau Persik melotot melihat hal tersebut, ia juga terus menggosok matanya seakan akan apa yang ia lihat itu mimpi.