
"Ling Ling sekarang kamu buat barisan sendiri disebelah timur. " ucap Cao Yuan.
"Baik tuan muda! " ucap Ling Ling hormat.
Setelah itu Cao Yuan menatap semuanya tanpa mengancam maupun memaksa mereka untuk ikut menjadi bawahannya.
"Apa ada lagi? " tanya Cao Yuan.
Seorang pemuda berwajah sedikit tampan melambaikan tangannya.
"Apa kamu mau mengikuti? " tanya Cao Yuan.
"Maaf tuan muda, sebenarnya kami tidak mengetahui persis siapa tuan muda dan tentang hal ini kami juga masih belum tau persis akar permasalahan agar kami mau mengikuti tuan muda. " ucap pemuda tersebut.
Cao Yuan tersenyum kemudian ia menatap semua murid dengan hangat.
"Aku bukanlah siapa siapa, namun dengan mengikutiku kalian dapat mengetahui luasnya dunia ini serta kerasnya dunia kultivator. Aku tidak akan memaksa kalian untuk mengikutiku, aku juga tidak ingin memperbudak kalian. Hanya saja aku ingin kita bersatu menciptakan seluruh kedamaian dialam semesta ini. " ucap Cao Yuan membuat semua murid terdiam.
Begitu juga dengan para bawahan Cao Yuan yang tentunya sangat kagum dengan ucapan majikan mereka. Walaupun masih muda namun aura kepemimpinannya sungguh sangat mendominasi, serta ucapannya mampu membuat semua orang hanya bisa mengagumi sosok pemuda tampan didepan mereka.
"Sekarang kalian pilihlah keputusan kalian. Aku akan menunggu selama sepuluh menit dari sekarang. " ucap Cao Yuan.
*****
Di Benua Tengah para Kultivator, sekte kecil hingga besar bahkan kekaisaran lain terkejut dengan beritanya Kekaisaran Meiga hancur akibat pertarungannya tiga kubu yang tidak dikenal. Bahkan dampak dari pertempuran itu membuat kerugian akibat kematiannya para murid, tetua dan ketua sekte yang menghadiri turnamen.
Kelompok pemuda yang bertransformasi menjadi seorang naga juga menjadi pembicaraan yang hangat dan ramai dibincangkan dengan peristiwa hancurnya Kekaisaran Meiga. Tak bisa dipungkiri, kejadian tersebut baru pernah terjadi selama ratusan tahun yang lalu.
***
Sepuluh menit menunggu, tiba tiba para murid sekte Abadi milik Jaoying semuanya berada dibelakang Ling Ling dengan berbaris rapi. Jaoying dan Jaoyang selaku ketua sekte merasa terharu dengan kekompakan mereka, bahkan kini tidak ada yang meragukan Cao Yuan lagi.
__ADS_1
"Ingatlah keputusan ini mutlak, apakah kalian benar benar akan mengikuti dan setia padaku? " tanya Cao Yuan.
"Hormat pada tuan muda, kami akan setia pada anda! " ucap mereka semua kompak.
Cao Yuan mengangguk senang, dengan menambah pasukan sebanyak ini setidaknya Cao Yuan memiliki pasukn sendiri yang akan membantunya untuk menyelesaikan tugas maupun berperang melawan para Dewa.
"Baiklah karena kalian telah memutuskan. " ucap Cao Yuan kemudian membuat segel rumit.
Swuuung! Segel yang ia buat dari tangannya bergetar hebat, cahaya keemasan keluar dari segel tersebut dan melesat kearah semua murid sekte serta semua bawahan Cao Yuan.
Semua orang sedikit panik melihat cahaya itu memasuki dirinya, karena rasa sakit lengan kiri mereka terasa dan kini mereka hanya bisa pasrah menunggu apa yang akan terjadi pada mereka. Begitu juga dengan bawahan Cao Yuan lainnya.
"Tenanglah dengan pemasangan naga kecil dilengan kalian, maka kalian adalah orangku." ucap Cao Yuan membuat semua orang sedikit tenang.
" Dan yang harus kalian ingat, apa yang aku makan itu juga yang kalian makan. Selama kita bersenang senang tidak ada yang harus bersedih. Semua orangku harus selalu kompak dan selalu kuat dalam menanggung beban yang berat. " ucap Cao Yuan, rasa sakit yang dialami mereka pun menghilang dengan akhir kata dari Cao Yuan.
Sebuah tanda tato naga muncul dilengan mereka. Setelah itu Cao Yuan membuka dunia jiwanya.
Namun tidak dengan Jaoyang dan bawahan lainnya yang memasuki gerbang dunia jiwa tanpa ragu. Melihat ketua sekte mereka memasuki dunia jiwa, mereka segera berbaris rapi memasuki gerbang dunia jiwa tanpa ragu, meski hati mereka sedang bertanya tanya kemana mereka akan pergi.
Selang dua puluh menit berlangsung, dan tentunya tidak melihat satupun murid serta bawahannya ketinggalan, Cao Yuan kemudian memasuki dunia jiwanya sendiri. Terlihat semua orang termasuk Guo Jing dan Chi Yue memberi sapa hormat mereka pada Cao Yuan.
"Hormat pada tuan muda! " ucap mereka kompak menggema di dunia jiwa.
Cao Yuan tersenyum dan menatap mereka dengan hangat. Kibasan tangan ia lakukan dan tiba tiba muncul ratusan kediaman serta ratusan gedung berjejer didekat istananya. Para murid kembali dibuat kagum dengan aksi pemuda tampan tersebut.
"Karena kalian orang orangku maka silahkan kalian mulai beraktifitas seperti biasanya di dunia ini. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang menuju ketempat penjara di dunia jiwa.
Sesampainya tetua sekte Shijing yang melihat kehadiran Cao Yuan langsung mencaci maki Cao Yuan.
"Cihh lepaskan kami pemuda bodoh! " ucap tetua sekte.
__ADS_1
"Lepaskan? " ucap Cao Yuan dingin.
Slaaash! Tangan kiri tetua tersebut terlepas setelah Cao Yuan berkata singkat.
"Akhhh! " pekik sang tetua sekte merasa kesakitan.
Para murid sekte Shijing hanya bisa diam dan takut menatap pemuda tampan didepan mereka.
"Apakah benar sekte kalian memiliki pelindung berkekuatan kaisar Dewa? " tanya Cao Yuan.
Semua murid saling berpandangan, seakan akan mencoba berdiskusi melalui mata mereka.
"Jawab dengan jujur, jika kalian..." ucap Cao Yuan terhenti akibat mendengar tetua yang tangannya telah terpotong.
"Cihh! Sampai matipun aku tidak akan mengatakan dan mengkhianati sekteku sendiri! " ucap tetua tersebut meludah.
Cao Yuan tersenyum mendengarkan hal tersebut. Namun dengan segera ia menghubungi Luo Luo. Swuuush! Luo Luo muncul dengan kebuasannya, wanita yang cantik namun sangat berbahaya dalam menyiksa kini telah muncul didalam ruang penjara.
"Luo Luo! Siksa mereka hingga mau memberikan informasi yang ada disekte Shijing. " ucap Cao Yuan kemudian mendekat kearah tetua yang tangannya terlepas, setelah itu darah yang menetes dari lengannya dengan cepat Cao Yuan mengambil tetesan darah dengan jarinya.
Swuuush! Cao Yuan terlihat sangat mirip dengan tetua yang buntung tersebut, setelah merapal sebuah mantra. Para murid dan tetua hanya bisa diam melihat itu, entah rasa kagum dan ngeri kini menjadi satu dipikiran mereka.
"Siapa sebenarnya kamu? " ucap tetua tersebut memberanikan diri.
"Cao Yuan. " ucap Cao Yuan singkat dan kemudian menghilang dari kehampaan.
Setelah merubah dirinya menjadi seorang tetua sekte Shijing, Cao Yuan segera melesat menuju kearah pintu dunia kecil sekte Abadi milik Jaoyang dan Jaoying.
Swuuush! Tubuhnya muncul di depan Goa, setelah itu segel buatan dari tangannya ia kembali peragakan untuk menyamarkan goa menuju dunia kecil yang telah kosong tersebut.
"Saatnya menuju sekte Shijing. " ucap Cao Yuan kemudian mengirim pesan telepati pada Jaoyang agar memberitahu lokasi sekte.
__ADS_1
Dengan segera Jaoyang memberikan informasi lokasi sekte Shijing melewati telepatinya. Swuuush! Cao Yuan menghentakan kakinya dan terbang menuju kearah yang ditunjukan Jaoyang dengan kekuatan puncaknya.